RSS

City of Bones-Alur yang Tidak Mudah Ditebak

Satu lagi novel fantasi yang menyuguhkan kisah tentang tokoh mitos dan romansa hadir memanjakan pembaca. Cerita tentang Clary Fray, gadis (hampir) 16 tahun, yang tiba-tiba harus kehilangan Ibunya, Jocelyn, akibat kisah masa lalu yang selama ini menjadi misteri. Ditengah rasa panik ingin mencari sang Ibu, justru ia dikejutkan oleh munculnya Pembuas yang nyaris membuat nyawanya melayang. Belum lagi dengan sosok para Nephilim, manusia setengah malaikat, yang menyembunyikan dirinya agar ia terhindar dari bahaya yang terus menerus mengikuti. Salah satunya adalah Jace, pemuda berambut keemasan yang sinis, sombong, dan selalu bersikap seolah tidak peduli. Masih ditengah rasa kalutnya, Clary harus dihadapkan dengan munculnya sosok Vampir, Iblis, Manusia Serigala, Warlock, hingga para Peri. Sebuah pertanyaan besar dalam benak Clary, mengapa ia bisa melihat banyak hal yang ternyata tidak dapat dilihat orang lain?

Demi menyibak tabir misteri masa lalu yang selama hampir 16 tahun tertutup akibat ingatan Clary yang terkunci sihir, ia harus menghadapi petualangan yang suram dan berbahaya. Clary harus mendatangi Saudara Hening di Kota Tulang untuk mengorek kisah hidupnya. Berhadapan dengan para Vampir demi menyelamatkan Simon, sahabatnya. Dikejar serombongan Manusia Serigala, bahkan menghindari serangan prajurit Yang Terabaikan. Hingga ia bertemu Valentine, sosok yang diketahui Clary sangat berambisi memiliki Piala Mortal agar dapat berkuasa. Namun kepada siapa ia harus percaya ketika sepotong demi sepotong cerita yang diterimanya justru ternyata kebohongan belaka. "Itu cuma dusta yang dicampur dengan sedikit kebenaran".

Novel pertama dari trilogi The Mortal Instruments karangan Cassandra Clare ini sangat menarik untuk dibaca. City of Bones dituliskan menjadi pembuka sebuah petualangan panjang yang akan membuat pembaca semakin penasaran dengan detail penulisannya. Pembaca akan diajak berimajinasi menyusuri kota-kota besar seperti New York, Manhattan, Brooklyn, bahkan daerah kumuh yang ternyata dapat menjadi rumah para Vampir. Ditambah dengan uniknya peralatan perang para Pemburu Bayangan seperti gelang cambuk hingga motor berkekuatan Iblis. Dan tentunya tidak lupa bumbu kisah cinta menjadi daya tarik tersendiri. "Setengah perhatianmu lebih baik daripada seluruh perhatian orang lain".

Sekilas, isi novel dan tokoh ciptaan Clare ini mungkin tidak jauh berbeda dengan novel fantasi lain. Tokoh-tokoh mitos, perebutan kekuasaan, kisah masa lalu yang hilang, tentu sudah pernah kita ketahui sebelumnya. Namun yang menarik dari karya Clare ini adalah alur yang unik dan sulit ditebak. Lembar demi lembar cerita menyuguhkan kejutan yang tidak disangka. Ending yang mencengangkan pun semakin membuat pembaca penasaran dengan keutuhan cerita trilogi The Mortal Instruments ini. 

Selain itu, yang saya suka adalah gaya penulisan Clare yang mendetail dan mengalir, seakan kita ikut dalam petualangan setiap tokohnya. Percakapan antar tokoh yang segar dituliskan secara piawai sehingga saya tidak bosan membaca hingga lembar terakhir. Alur, penokohan karakter, dan setting cerita dalam novel ini sangat seru. Bagi pecinta novel fantasi, City of Bones ini jangan sampai terlewatkan.

Judul : City of Bones
Penulis : Cassandra Clare
Penerbit : Ufuk Press
Penerjemah Indonesia : Melody Violin
Halaman : 664 halaman
Harga : Rp. 89900


"aku hanya miliki cinta, dengan cintaku, semoga kalian bahagia..." 
"Tidak pernah ada yang sia-sia dalam sebuah perjalanan..."

0 cuap: