RSS

Siapa yang Lebih Matre?

Suatu weekend di rumah tercinta.

Ibu : Teh, kamu ke Depok hari ini? Kenapa nggak Senin aja?
Rhein : Kan Rhein mau ke penjahit di Setiabudi dulu. Ambil gaun dansa. Lumayan, mumpung ada yang nganter. Hehehe...
Ibu : Dasar, kamu ini deket sama cowok karena ada maunya aja. Itu namanya matre!
Rhein : Loh, dia yang nawarin untuk nganter.
Ibu : Dianter sama dia naik apa? motor?
Rhein : Iya, motor.
Ibu : Kok naik motor? Kenapa nggak mobil?
Rhein : Dia nggak punya mobil. Yang punya mobil itu kakaknya.
Ibu : Ya udah, kalau gitu kamu deketin kakaknya aja...
Rhein : GUBRAAKK!! Emoticon Holic


"aku hanya miliki cinta, dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."
"Tidak pernah ada yang sia-sia dalam sebuah perjalanan..."

Kenalin, Dia Cowok Gue!

Punya pucar baru, Rhein? Bukan...

Aku ingin tanya sama pembaca, pernahkah kalian mendengar orang lain mengucapkan kalimat seperti judul di atas? Atau bahkan kalian sendiri yang mengucapkannya?

Rhein ga pernah ngucapin kalimat di atas. Meski Rhein pernah pacaran 2 kali dalam rentang waktu cukup lama. Kenapa? Nggak bangga sama cowok sendiri? Well, bukan itu juga alasannya. Pacar pertama Rhein, cukup ganteng. Masih okelah buat gandengan dan dipamerin, meski secara akumulatif tidak lebih cerdas dari Rhein (ups!). Pacar kedua, hmm.. dari tampang sih kalau dibandingkan dengan Robert Pattinson pastinya udah beda kasta. Hehe.. Tapi dia adalah orang yang sayang dan perhatian banget sama Rhein. Malah kalau dia mengenalkan Rhein sama temen-temennya pasti dia bilang, "Kenalin, calon istri saya.." Wuiihh..merinding Rhein kalau denger dia bilang gitu.

Dulu waktu masih pacaran dan kalau ada yang tanya "Kamu udah punya pacar?", Rhein lebih sering jawab, "Belum." Loh, kok bohong? Tidak bermaksud bohong. Rhein merasa "pacar" atau "pacaran" hanyalah kata tanpa ada arti dan esensi yang berarti. Status yang blur dan tidak mengikat sama sekali. Apa perlu status pacar untuk gandengan tangan, pelukan, ciuman? Tidak. Siapapun bisa melakukannya kalau sama-sama mau. So, kamu punya pacar? I don't know...

Terus, hubungannya apa dengan judul postingan? Well, bisa dibilang Rhein memang tipikal orang yang bebas, tidak ingin terikat. Tidak terlalu suka dengan komiitmen, untuk saat ini. Apalagi untuk menikah? Hoho... Terima kasih. Itulah kenapa dulu Rhein selalu memilih pacaran jarak jauh. Alasan utama? Ya karena nggak ingin terikat. Rhein sering melihat, orang-orang yang pacaran kok tiap hari jalan sama pacarnyaaa.. melulu. Dunia hanya milik berdua yang lain nge-kost. Sering Rhein berpikir, apa mereka nggak ada teman atau kegiatan lain?

Rhein takut berkomitmen? Huumm.. tidak juga. Hanya memegang prinsip, Thinking before Committing. Rhein sangat menjunjung tinggi komitmen. Bagi Rhein, komitmen adalah janji, sumpah, dan tidak bisa dijalani dengan sembarang cowok hanya dengan alasan cinta saja atau untuk sekedar bersenang-senang. Seperti dosen Rhein pernah bilang "Cewek itu lebih sering ragu memilih pria, karena dia harus berpikir matang-matang apakah cowok itu bisa untuk menjadi tempat dia bergantung.". Memang benar juga.

Terus, kalau nggak dicoba gimana bisa tahu? Rhein tidak anti dengan pacaran. Mungkin suatu saat nanti kalau ada pria yang Rhein rasa cocok, Rhein bersedia menjalin hubungan-serius-dalam-waktu-lama-sebelum-menikah dengan dia. Karena Rhein tahu, Tuhan membuka banyak jalan untuk mendatangkan jodoh. Tapi untuk berkomitmen saat ini, hehe.. Nggak dulu deh.

Suatu hari nanti, pasti. Di waktu yang tepat, dengan pria yang tepat, dan status yang tepat. Rhein akan dengan bangga berkata, "Kenalin, dia cowok gue!"

"aku hanya miliki cinta, dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."
"Tidak pernah ada yang sia-sia dalam sebuah perjalanan..."