RSS

Fun in Dufan

Berawal saat tengah malam sepupuku nelpon dan langsung misuh-misuh nggak jelas karena laptopnya rusak. Mengganggu tidur nyenyak saja...-_-. Semakin lama omelannya semakin ngelantur, kubilang saja, "Heh! Lu mau ngomel-ngomel ampe mulut berbusa laptop lu nggak bakal bener! Besok aja dateng ke jakarta kita benerin ke tempat servis pusatnya. Gue jemput di Gambir.". Akhirnya dia menurut.

Keesokan paginya kami ketemuan di Gambir. Lalu naik busway menuju mangga dua. Sepanjang perjalanan si sepupu masih mengeluarkan omelan-omelan yang nggak beda dari tadi malem (dan kemarin-kemarin sebelumnya). Saat keluar dari busway, MP3-nya ilang! Kualat kebanyakan ngomel tu anak (Piss, Di ^_^v). Eh, bukannya tobat dia malah tambah misuh-misuh karena MP3-nya kesayangannya ilang.

Sampai ke tempat Acer Service Center, dia ngomel-ngomel lagi sama Mas customer service. Komplain macem-macem. Sampai akhirnya diputuskan laptopnya harus ditinggal untuk diperbaiki. Keluar dari gedung servis, dia masih misuh-misuh juga. Tentang UASnya masih 2 biji lagi, tugasnya belum selesai dan gimana ngerjain karena nggak ada laptop, MP3nya ilang, duitnya habis, dll. Aarrrgghh! Sumpah dia cowok paling bawel yang pernah gue kenal! Dan karena ingin membungkam mulutnya yang misuh-misuh melulu, aku usulkan kami pergi ke dufan. Dia setuju.

Sesampainya di Dufan dan beli tiket, ayo main!! ^o^/

Ini boneka-orang yang di Dufan. Jujur, aku pengen banget foto bareng mereka. Mengenang masa kecil gitu. Dulu waktu pertama kali ke Dufan pas SD, aku juga foto-foto sama mereka. Sayangnya sepupuku nggak mau moto-in dan sok malu-malu gitu, deh. Katanya aku norak. Padahal biasanya dia suka norak dan malu-maluin.

Wahana pertama yang kami naiki, Kora-kora! Sebuah kesalahan sebenarnya. Seharusnya kami naik yang biasa-biasa dulu, jangan yang langsung membuat sport jantung. Namun apa daya sudah mengantri, ya tetep lanjut! Ditambah kami dapet tempat duduk paling belakang. Tau kan, gimana sensasinya kalau duduk di sana. Dan benar saja... Saat mencapai detik-detik dimana perahu berayun lebih dari setengah lingkaran, WWAAAAA!!! Sumpah sodara-sodara, serasa semua organ dalam tubuhku ketinggalan! Sebenarnya tiap kali ke Dufan aku selalu naik Kora-kora, cuma nggak pernah duduk di paling belakang. Ditambah lagi aku punya phobia sama ketinggian (dasar suka nekad!), saat melihat ke bawah kepalaku langsung pusing kayak pengen pingsan, hampir saja handycam+kamera digital jatuh. Ayunan perahu berhenti, dan kakiku masih gemetaran saat turun dan berjalan. Haaaa...!!>_<

Ini foto diambil waktu main di bianglala. Kami berdua duduk bareng beberapa anak kecil yang ribut ketakutan saat tiba di puncak (aku juga mulai pusing). Ditambah angin berhembus cukup kencang hingga bianglala yang kami naiki goyang-goyang. "Kakak, kita bakal jatuh, ya? Nanti jatuh nggak sih, Kak? Takut, nih..." Sudah kubilang nggak bakal jatuh, masih saja tanya begitu.. Anak-anak yang aneh. Dari puncak terlihat hampir semua wilayah Dufan. Salah satunya rel Halilintar itu. Jadi inget pas naik halilintar sebelumnya, kepalaku pusing-pusing lagi waktu keretanya nanjak. Habisnya, tinggi banget... Apalagi pas mulai jatuh, muter-muter, belok-belok, WAAA!!! Sumpah, pasti mukaku jelek banget kalau difoto. Ditambah kuping sakit banget karena kejeduk-jeduk pengaman pas keretanya belok-belok. Huuff.. Senanglah, senang...!! ^o^/ Liburan semester nggak sia-sia.. Hehe.. :D

Foto narsis di tepi danau :D. Selepas Ashar, kami pulang. Nggak bisa main terlalu sore karena sepupu harus balik lagi ke Bandung naik kereta jam 16.30. Lagipula aku harus segera ke Planetarium untuk pertemuan perdana HAAJ di tahun 2008 ini. Plus aku jadi PJ Dokumentasi (Makanya sengaja bawa handycam+kamera lengkap!) jadi nggak boleh telat. Jadilah, aku datang ke Planet dengan badan yang semerbak bau apek dan keringat. Maaf ya, teman-teman :p

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

0 cuap: