RSS

Masih Ingatkah?

"Pohon tumbuh tidak tergesa-gesa
Begitu pula dengan bunga
Izinkan ia mulai dari kuncup
Hingga suatu saat kan mekar sempurna
"


Masih ingatkah kamu? ketika kuselipkan secarik kertas berisi bait puisi itu. Memintamu, menungguku...

PS: Kenapa gue jadi ikut-ikutan si Iwan jadi mellow begini yak? Piss, Rys... ^_^v

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Sang Raja T'lah Tiada

Sang Raja tlah pergi. Meninggalkan berjuta kenangan dalam benak setiap pribadi rakyat dan koleganya. Banyak yang memuja, tak sedikit yang mencerca. Berbagai macam kontroversi mengiringi perjalanannya menuju Sang Pencipta.

Ia adalah sosok Raja di negeri kita tercinta. Dengan kekuasaan, bertindak semaunya. Dengan kebijaksanaan, membangun bangsa.
Ia adalah sosok Ayah dan pelindung keluarganya. Sampai-sampai cintanya yang terlalu melimpah membuat keturunannya menciptakan bisnis gurita yang tak bijak hingga membuat banyak hal porak poranda.
Ia adalah sosok Jendral Besar dengan senyum mempesona. Bagaikan seorang pembunuh berdarah dingin yang mampu membantai banyak nyawa dengan senyum manis menghiasi wajahnya.
Ia adalah sosok manusia biasa. Yang lahir, hidup, dan akhirnya berpulang menghadap Raja Yang Maha.

Selamat jalan, Pak Harto...Semoga doa selalu mengiringi langkahmu di "negeri" sana...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Pe-er Iseng

Tante Evie lagi lempar-lempar pe-er... Iseng2 coba ah...

Here is the instruction:
This one is easy. All you have to do is spell your name using the letters and their corresponding meanings.

Lets check my name:

R : Good gf -Hoho...-
H :Freakin’ beautiful eyes -Aih...Mata belo begini Emo Smile-
E : Deeply in love with her boyfriend -Pastinya...Emo Smile-
I : Loves to laugh -Gue banget Emo Smile-
N : Sexy -Hmmm...Emo Smile-

F : People wild and crazy adore you -Ouch!-
A : Gorgeous
T : Great kisser -Ups... Tanyakan pada misuaku nanti-
H :Freakin’ beautiful eyes
I : Loves to laugh
A : Gorgeous

Yah..not too bad. Tapi yang huruf T nggak banget deh... Yupz Pe-er ini kulempar lagi... Hayo,,, siapa mau ngerjain... Ini arti selengkapnya:

A: Gorgeous
B: Loves people
C: Really easy to fall in love with
D: Is great in bed
E: Deeply in love with his/her girlfriend/boyfriend
F: People wild and crazy adore you
G: Never let people tell you what to do
H:Freakin’ beautiful eyes
I: Loves to laugh
J: Makes people laugh
K: Really silly
L: BEST SMILE
M: Makes dating fun
N: Sexy
O: Has one of the best personalities ever
P: Popular with all types of people
Q: A hypocrite
R: Good bf/gf
S: Lives life for fun
T: Great kisser
U: Gets blamed for everything
V: Not judgmental
W: Very broad minded
X: Never let people tell you what to do
Y: Loved by everyone
Z: Lives life for fun


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Diary Skripsi

Aduh mami... Lanjut cerita dari sini, hari-hariku nggak jauh-jauh dari birokrasi menjelang pengambilan data skirpsi. Makanya belum sempat posting blog lagi. Padahal mah masih lama. Tapi dari sekarang dah musti bolak-balik.

Diary Skripsi (halah!)

21Januari08==> Telpon Pak Fisika. "Halo, Pak. Saya mau minta surat dari UI untuk pengambilan data di Bosscha."
Pak Fisika: "Oke. Kamu dateng aja ke sekretariat departemen, minta tanda-tangan Kadep... bla...bla...bla..."

22Januari08
Telepon Pak Astro untuk minta kejelasan surat.
Aku : "Pak, untuk surat itu ditujukan pada siapa, ya?"
Pak Astro : "Oh, ditujukan pada A...bla...bla...pada B...bla...bla... Tembusan ke C...bla..bla..."
Aku manggut-manggut. Mencoba mengingat-ingat perkataan beliau di memory otak-ku yang gampang sekali lupa. "Saya ngambil data berapa lama, Pak? Satu bulan cukup?"
Pak Astro : "Kok sebulan? Tiga bulan saja. Dari juni sampai agustus. Kamu libur, kan?"
What?! Tiga bulan??!! Mampus gue dipelihara sama "macan kumbang" selama 3 bulan. Akhirnya aku hanya mengiyakan. Selesai telepon dengan Pak Astro, datanglah aku ke sekretariat Fisika. Minta "surat sakti", dan harus menunggu hingga besok karena pak Kadep sedang rapat di fakultas.

23Januari08
Sebelum ke kampus, nganter sepupuku dulu ngambil laptopnya yang ceritanya ada di sini. Setelah dari Mang Dudu, meluncur ke kampus. Ngambil "surat sakti" dan kuperintahkan sepupuku untuk mengantarkannya ke Pak Astro esok hari. Setelah itu, pulang ke rumah. Sore harinya si sepupu mau balik ke Bandung. Niatnya aku mau nganter dia ke terminal bis pake motor. Namun apa daya tu motor malah mogok berkali-kali!! Jadilah kami berdua dorong-dorong motor hingga akhirnya sampai juga ke terminal. Namun anehnya, pas aku balik ke rumah, tu motor baik-baik saja! Nggak mogok sama sekali.. haha... nggak mau ditumpangin sama cowok jelek kayaknya tu motor (Piss, Di..^_^V). Malam harinya, temanku yang di astro ITB nelpon. Ngajakin belajar untuk bahan skripsiku nanti. Sok tajir banget yah, belajar online via telepon? Biarin aja, toh sekarang sedang berlangsung perang tarif murah antar provider. Manfaatkan dong!
Si Teman : "Jadi, spektroskopi adalah..bla..bla..bla..spektrum kontinu itu..bla..bla..bla..bintang memancarkan...bla..bla..bla..deret lyman...bla...bla..bla...model atom rutherford..bla..bla..bla.."
Aku : "Hooaahheemmm... -zzzZZZzzz-"

24Januari08
Dikonfirmasi Pak Astro kalau "surat sakti" kemarin ada yang salah jadi harus bikin ulang. Aaarrrgghh!! Ya sudah, minggu depan saja. Mulai searching di Inet untuk cari bahan blajar skripsi. Secara selama ini aku suka astronomi dan sekadar tahu hal2 yang umum saja. Untuk mempelajari astronomi secara profesional aku nggak punya bukunya. Ntar nyolong lagi ah...

Rencana-rencana: Senin depan, ke kampus untuk minta "surat sakti" yang sudah direvisi. Tanggal 1 februari nanti ke Bosscha untuk bikin proposal dan ngambil katalog objek yang bisa dijadikan bahan. Awal maret, mulai presentasi awal tentang segala macam hal yang sudah aku pelajari.

Fight!!


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

He is Coming!!

Sebelum bercerita, aku pengen teriak dulu. Haaaa....!!! Emo Smile

Hari minggu lalu, salah seorang kakak kelasku ada yang menikah (emang januari ini musim nikah). Dulunya, dia termasuk aktivis di berbagai macam ekskul. Rohis, OSIS, Paskibra, dll. Wajar saja kalau dia terkenal dan banyak temannya. Tapi, bukan cerita tentang cowok ini yang mau aku bahas.

Minggu jam 7 pagi. Beberapa alumni yang tergabung dalam Forkom Alims kumpul di halaman SMANSA, termasuk aku. Kami ngobrol ngalor-ngidul-ngulon-ngetan serasa sedang reuni. Wajar saja, toh kebanyakan dari kami kuliah di tempat yang berbeda-beda dan beberapa diantaranya lama nggak ketemu. Apalagi aku yang nggak pernah ikut kegiatan Forkom, sampai lupa nama beberapa nama teman (jahat banget, ya? Emo Smile). Nah, saat sedang asyik-asyik ngobrol itulah, kulihat seorang pemuda datang memasuki halaman sekolah dengan mengendarai motor. Gayanya keren, bo! Lengkap dengan jaket dan helm menutupi seluruh wajahnyaEmo Smile. Entah kenapa kok aku jadi iseng merhatiin tuh cowok. Saat ia membuka kaca helm-nya, aku tersentak! Sepertinya aku sangat mengenal bentuk wajah dan sorot mata itu. Dan saat ia membuka helm-nya... Oh Tuhan, He is Coming!!! Ternyata dia juga dateng! Aku langsung bengong dan speechless Emo Smile.

Pemuda itu...He is my first love! Ingatanku melayang ke waktu kelas 1 SMA dulu, gimana aku suka curi-curi pandang, curi-curi kesempatan supaya bisa terus ketemu dia, bahkan sampai naik ke lantai 4 sekolah supaya bisa ngeliatin dia dengan bebas tanpa dia ketahui Emo Smile. Padahal mah, dianya jadi keliatan kecil banget.. Terus, aku juga sering bolak-balik ngelewatin kelas dia tanpa tujuan. Minimal keliatan sedikit gitu dari jendela...Splash! (halah!). Tapi sayangnya, aku nggak pernah bisa ngomong sama dia. Pasti selalu saja deg-degan, gugup, nggak konsen, salting, tiba-tiba nggak ada bahan obrolan (secara gue cerewet abis), dan pipiku terasa panas. Membuatku jadi bahan tertawaan teman-teman karena ketahuan banget tiap ketemu dia, pipiku merah merona

Dan sekarang, setelah hampir 6 tahun berlalu, bahkan sudah 3 tahun kami nggak ketemu, aku masih seperti itu juga!!!Emo Smile). Saat tiba-tiba kami bertatapan meski dari jauh, aku hanya mampu menunduk dan membalikan badan. Si Rhein Fathia yang suka bertingkah aneh-aneh itu nggak bisa ngapa-ngapain di hadapan seorang pria! . Ya Tuhan, debar di dada ini masih ada. Meski aku sering berharap agar cinta itu segera menghilang. Emo Smile.

Selama perjalanan pulang dan pergi ke tempat nikahan, aku beberapa kali curi-curi pandang ke arahnya. Dan dia pun sempat kepergok sedang begitu padaku Emo Smile. Tapi toh akhirnya kami berpisah tanpa terucap satu kata pun! Hingga kini, bisa dibilang aku masih menjadi "secret admirer"-nya. Menanyakan kabarnya pada beberapa teman, sampai nongkrongin account YM-nya yang menyala saat kebetulan kami berdua online, tapi tidak kusapa dia. Doaku untuknya selalu mengalir. Sama seperti dulu aku selalu berdoa agar tim sepakbolanya menang di turnamen sekolah. Juga mendoakan dengan sangat agar ia lulus dan diterima di PTN terbaik. Aku masih ingat ketika pengumuman SPMB 2003, kami bertemu dan ia berkata, "Makasih ya, doanya..". Bagi orang lain mungkin itu hanya kalimat basa-basi biasa. Tapi bagiku, itu cukup membuatku tersenyum puas dengan pipi merona.

Aduuh...mengapa kisah cintaku ini norak sekali....Emo Smile

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Skripsi (part 1)

Sebuah cerita mengejutkan datang malam tadi. Tentang skripsiku! Tapi sebelumnya aku coba jelaskan dulu tentang rencana (ingat sodara-sodara, rencanaEmo Smile) skripsi ini. Jadi, aku memang kuliah di Fisika peminatan Fisika Nuklir Partikel. Hanya saja karena sangat cinta astronomi, jadinya pengen ambil skripsi dengan topik astronomi atau astrofisika. Berhubung aku kuliah di UI sedangkan jurusan astronomi hanya ada di ITB, jadilah skripsiku ini harus lintas perguruan tinggi. Yang mengharuskan aku memiliki 2 orang pembimbing. Satu pembimbing dari Fisika UI (sebut saja Pak Fisika), yang satu lagi dari Astronomi ITB (sebut saja Pak Astro).

Nah, malam tadi salah seorang temanku yag kuliah di astro menelepon.
Si Teman: "Fath, ditanyain Pak Astro tentang suratnya."
Aku: "Hah? Surat apa?" Emo Smile

Si Teman: "Surat keterangan dari UI kalau kamu mau ngambil data di Bosscha. Pak Astro minta secepatnya."
Aku: "Oh ya, Pak Fisika juga pernah bilang katanya kalau aku butuh keterangan dari UI untuk Bosscha tinggal minta ke dia gitu."
Si Teman: "Ya udah, makanya minta secepatnya. Soalnya kalau dari univ. lain mau ngamat, prosesnya lumayan lama. Mending diproses dari sekarang."
Aku: "Oh gitu..." ==> Aku masih belum loading dan merasakan firasat nggak enak.Emo Smile
Si Teman: "Kamu mau ngambil data bulan Juni-Juli ini, kan?"
Aku: "Sebentar-sebentar... Lu bilang-bilang ke Pak Astro kalau gue punya rencana ngambil skripsi liburan ntar?" ===> (Deg-degan *mode on*)
Si Teman: "Iya, aku bilang."
Aku: "HAAAA!!!!" Emo Smile


Seperti yang pernah kuceritakan di sini, aku memang pengen ngambil skripsi secepatnya. Setidaknya, ngambil dan ngolah data dulu gitu. Tapi aku baru mendiskusikan hal ini dengan Pak Fisika. Itu pun nggak terlalu serius. Baru rencana. Masalahnya, aku belum tau banyak tentang bahan skripsi nanti. Yang kutahu cuma kalau nanti ada hal-hal tentang spektroskopi bintang, mencari komposisi, reaksi fusi/fisi di dalamnya, dll (tak perlu diceritakan detail daripada ntar botak!Emo Smile). Selain itu, semua aku belum pelajari. Tapi sekarang Pak Astro sudah beranggapan kalau aku akan mengambil skripsi liburan nanti. Ditambah bila mengingat bagaimana kredibilitas 'ke-ganas-an' Pak Astro dalam membimbing mahasiswanya, Haaaa!!! Beliau memang pernah berpesan supaya aku mempelajari buku Astrofisika-nya Pak Winardi (alm), dan belum tamat kubaca buku itu. Secara tu buku aja dapet nyolong. Tapi kalau nyolong ilmu kan nggak dosa, toh. Hihihi... Emo Smile

Huuff... Sekarang tinggal menunggu nasibku ke depan bagaimana. Emo Smile. Minggu depan janjian ketemu Pak Fisika untuk menerima 'surat sakti' itu. Setelah itu surat diserahkan ke Pak Astro. Dan nasibku kuserahkan pada Tuhan. Mohon doanya untuk kelancaran skripsi ini, teman-teman...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Akhirnya...

Huhu... Setelah berkutat dengan bahasa html yang nggak banget itu, Emo Smile Plus berdiskusi sangat hebat sama Bani (halah), akhirnya beres juga ini blog. Emang sih, jadinya aneh gitu. Pengen ganti warna background jadi peach semua tetep nggak bisa, malah jadi numpuk.. hiks..hiks.. Emo Smile. Jadi warna blog norak begini... Aku sebaall...!!! Emo Smile

Tapi nggak papa deh... Lumayan, dari kerusakan blog ini aku jadi belajar pake emoticon untuk posting di blog. Hahaha... Emo Smile. Ceritanya mentertawakan kegaptekan diri sendiri... ugh!! Lain kali pengen utak-atik-utek supaya lebih bagus lagih!

Yasuw... Kali ini aku pasrah saja... Emo Smile


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Dalam Perbaikan!

Aduuh...Aduuh... dasar gaptek! Ceritanya pengen ganti template gitu, tapi berhubung nggak ngerti malah jadi eror gini. Kok nggak bisa di-customize ya?? hikss..hikss.. jadi banyak widget yang ilang
>_<

Maaf yah sodara-sodara... Blog sedang dalam perbaikan!

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Eksperimen


Selain main ke Dufan beberapa hari lalu, liburan semester kali ini juga aku gunakan untuk melakukan beberapa eksperimen. Tenang saja, bukan eksperimen dengan menggunakan uranium atau plutonium untuk menghasilkan reaksi nuklir, kok..(itu mah di lab ntar). Apalagi bikin bom. Jadinya, Aman..Hehe... :D Jadi, eksperimen apa? Yaitu, eksperimen kecantikan! Hohoho... ^o^ Sebagai wanita yang terlahir dengan paras cantik (narsis kumat), tentunya aku harus menjaga anugerah dari Tuhan sejak dini. Selain memang untuk kesehatan, tentu pula untuk "investasi" kalau udah punya misua nanti (Halah, apa sih!).

Nah, waktu main ke Bandung Tahun Baru lalu, aku beli buku yang judulnya "Cantik Tanpa Make Up" karangan Dr. Aiman al-Husaini. Isinya menurutku cukup bagus dan lengkap. Tentang perawatan tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Juga dejelaskan dengan detail bagaimana cara pembuatan "ramuan-ramuan" alami untuk memelihara kecantikan. Sangat mudah untuk dipraktekan. Mungkin kendalanya hanya di pencarian bahan-bahan alami yang jarang ada di warung. Seperti berbagai macam bunga, mulai dari bunga kol, rosemary, chamomile, dll. Untungnya nggak ada ramuan yang pake bunga bangkai. Hihi.. Tapi banyak juga kok, ramuan yang pembuatannya cukup menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur. Seperti garam, madu, cuka, minyak nabati, jeruk nipis, tomat, dll. So, buat yang mau cantik tanpa bahan kimia, silahkan dicoba. Lebih aman, tanpa efek samping. Kalau aku sih, maklum kantong mahasiswa jadi nggak ikhlas gitu kalau harus beli krim-krim kecantikan yang harganya lumayan expensive apalagi sampai perawatan ke dokter. Oiya, buku ini juga nggak hanya buat cewek, loh... Buat cowok juga bisa!

Nah, eksperiman pertama adalah rambut. Secara aku kan pake jilbab, jadi kalau eksperimennya gagal, masih bisa ditutupin gitu. Hehe.. :D. Di buku itu dijelaskan tentang klasifikasi rambut. Rambut anda termasuk yang mana? Rambut berminyak, kering, atau normal? Berhubung tipe rambutku kering, jadilah kucoba eksperimen dengan minyak zaitun (banyak di toko-toko). Caranya, balurkan sedikit demi sedikit minyak zaitun ke rambut dan kulit kepala scara merata. Setelah itu, tutup dengan handuk hangat selama setengah jam. Setelah selesai, bilas dengan air, lalu keramas dengan sedikit shampo. Hasilnya? Tidak mengecewakan, sodara-sodara... Rambut indah berkilau (iklan banget!) ^_^

Sebenarnya, aku agak ngeri kalau mau eksperimen di wajah. Takut kalau gagal wajahku malah berkurang kecantikannya (halah!). Tapi karena penasaran, akhirnya kucoba yang mudah dan tidak terlalu beresiko. Dengan menggunakan jeruk nipis sebagai masker. Caranya mudah banget. Peras jeruk nipis secukupnya (1 biji), lalu usapkan perasan tersebut ke wajah secara merata, kecuali bagian kelopak mata dan sekitarnya, ya! Tunggu hingga kering, sekitar 10-20 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat. Hasilnya? Komedo hilang, sodara-sodara!! Jadi, buat kamu-kamu apalagi remaja yang emang beternak komedo di bagian hidung sekitarnya, resep ini cukup ampuh. Daripada dipencet-pencet dengan paksa malah jadi sakit plus peradangan. Gunakan secara teratur, dan dapatkan hasil maksimal. Cuma hati-hati ya... saat pemakaian emang agak-agak perih gitu. Biasa, reaksi kimia jeruk nipis emang gitu. Tapi nggak terlalu menyiksa, kok.


Sebenarnya, aku sudah melakukan beberapa eksperimen dan (alhamdulillah) selalu berhasil. Tapi, aku cerita 2 biji aja kali, ya.. Nanti kalau cerita semua malah disangka ngebajak tu buku. Bisa dituntutlah aku.. Hehe.. :D . Selamat mencoba, selamat bereksperimen! ^_^ Buat yang sibuk-sibuk, sempatkanlah sejenak untuk merawat tubuh anda...


"aku hanya miliki cinta... dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Toilet

Tahu tidak? Kepribadian seseorang, bahkan pribadi suatu bangsa, salah satunya dilihat dari toiletnya!

Mungkin kebanyakan orang tidak habis pikir, kok bisa tempat buang kotoran begitu bisa menentukan kepribadian seseorang. Secara kita aja sering jijik gitu, loh... Tapi emang bener, kok. Coba sesekali kalau lagi iseng, perhatikan saja orang-orang di sekitar kamu, bagimana tingkah laku mereka dalam memperlakukan toilet. Dan bandingkan dengan kepribadian mereka. Jangan salah, masih banyak loh, orang-orang yang tampak keren dan "berkelas", tapi kalau pipis atau pup nggak disiram. Hiiyy.. huek! Suka sok, mentang-mentang penampilan keren jadinya males berurusan sama tempat buang kotoran. Huh! Padahal kalau nggak ada toilet, semua orang pasti kelimpungan. Mulai dari pengemis jalanan sampai Sekjen PBB juga butuh toilet!

Beberapa hari lalu, salah satu surat kabar membahas tentang kehidupan para penjaga toilet umum. Kisah-kisah mereka selama menjaga toilet hampir sama. Tentang orang-orang yang malas menyiram kotorannya sendiri, mencorat-coret tembok toilet, para wanita yang masih suka membuang bekas pembalut ke dalam WC yang jadinya mampet, dll. Oh, sungguh mereka orang-orang yang tidak bermartabat dan tidak berpendidikan! Jangan mentang-mentang udah bayar 1000 rupiah ke penjaga jadinya males jaga kebersihan gitu, dong! Emangnya attitude seseorang dalam menjaga kebersihan bisa dibayar hanya dengan uang 1000 rupiah?

Andai saja masyarakat Indonesia bisa memperlakukan dengan baik toiletnya. Berapa sih penduduk Indonesia? 200juta lebih. 1 juta orang bisa bersikap bersih dalam toilet, berarti 1 juta orang memiliki kepribadian yang baik. 1 juta orang itu cukup untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Lihat saja Singapura. Dulu, negara itu juga pernah berlaku sembarangan terhadap toilet. Semua toilet umum kotor dan bau. Hingga akhirnya pemerintah Singapura mencanangkan kebersihan secara ketat, dan toilet menjadi pusat perhatian yang benar-benar harus bersih! Hasilnya? Bisa dilihat bagaimana negara kecil itu maju pesat. Lha Indonesia? Cuma menang gede doang (bukan berarti gue nggak bangga sama Indonesia).

Yah, ini memang masalah pribadi bangsa. Pribadi masyarakatnya. Pribadi kita, aku, kamu! Jadi teringat sahabatku Ayi yang kuliah di Busan Korea Selatan, pernah bercerita, "Kemarin Ayi pergi ke Masjid yang ada di -xxx- (lupa nama tempatnya). Jadi inget sama Indonesia. Habis, WC-nya kotor, sih.. Hihihi...". Aku pun ikut tertawa, tertawa miris.V_V


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Fun in Dufan

Berawal saat tengah malam sepupuku nelpon dan langsung misuh-misuh nggak jelas karena laptopnya rusak. Mengganggu tidur nyenyak saja...-_-. Semakin lama omelannya semakin ngelantur, kubilang saja, "Heh! Lu mau ngomel-ngomel ampe mulut berbusa laptop lu nggak bakal bener! Besok aja dateng ke jakarta kita benerin ke tempat servis pusatnya. Gue jemput di Gambir.". Akhirnya dia menurut.

Keesokan paginya kami ketemuan di Gambir. Lalu naik busway menuju mangga dua. Sepanjang perjalanan si sepupu masih mengeluarkan omelan-omelan yang nggak beda dari tadi malem (dan kemarin-kemarin sebelumnya). Saat keluar dari busway, MP3-nya ilang! Kualat kebanyakan ngomel tu anak (Piss, Di ^_^v). Eh, bukannya tobat dia malah tambah misuh-misuh karena MP3-nya kesayangannya ilang.

Sampai ke tempat Acer Service Center, dia ngomel-ngomel lagi sama Mas customer service. Komplain macem-macem. Sampai akhirnya diputuskan laptopnya harus ditinggal untuk diperbaiki. Keluar dari gedung servis, dia masih misuh-misuh juga. Tentang UASnya masih 2 biji lagi, tugasnya belum selesai dan gimana ngerjain karena nggak ada laptop, MP3nya ilang, duitnya habis, dll. Aarrrgghh! Sumpah dia cowok paling bawel yang pernah gue kenal! Dan karena ingin membungkam mulutnya yang misuh-misuh melulu, aku usulkan kami pergi ke dufan. Dia setuju.

Sesampainya di Dufan dan beli tiket, ayo main!! ^o^/

Ini boneka-orang yang di Dufan. Jujur, aku pengen banget foto bareng mereka. Mengenang masa kecil gitu. Dulu waktu pertama kali ke Dufan pas SD, aku juga foto-foto sama mereka. Sayangnya sepupuku nggak mau moto-in dan sok malu-malu gitu, deh. Katanya aku norak. Padahal biasanya dia suka norak dan malu-maluin.

Wahana pertama yang kami naiki, Kora-kora! Sebuah kesalahan sebenarnya. Seharusnya kami naik yang biasa-biasa dulu, jangan yang langsung membuat sport jantung. Namun apa daya sudah mengantri, ya tetep lanjut! Ditambah kami dapet tempat duduk paling belakang. Tau kan, gimana sensasinya kalau duduk di sana. Dan benar saja... Saat mencapai detik-detik dimana perahu berayun lebih dari setengah lingkaran, WWAAAAA!!! Sumpah sodara-sodara, serasa semua organ dalam tubuhku ketinggalan! Sebenarnya tiap kali ke Dufan aku selalu naik Kora-kora, cuma nggak pernah duduk di paling belakang. Ditambah lagi aku punya phobia sama ketinggian (dasar suka nekad!), saat melihat ke bawah kepalaku langsung pusing kayak pengen pingsan, hampir saja handycam+kamera digital jatuh. Ayunan perahu berhenti, dan kakiku masih gemetaran saat turun dan berjalan. Haaaa...!!>_<

Ini foto diambil waktu main di bianglala. Kami berdua duduk bareng beberapa anak kecil yang ribut ketakutan saat tiba di puncak (aku juga mulai pusing). Ditambah angin berhembus cukup kencang hingga bianglala yang kami naiki goyang-goyang. "Kakak, kita bakal jatuh, ya? Nanti jatuh nggak sih, Kak? Takut, nih..." Sudah kubilang nggak bakal jatuh, masih saja tanya begitu.. Anak-anak yang aneh. Dari puncak terlihat hampir semua wilayah Dufan. Salah satunya rel Halilintar itu. Jadi inget pas naik halilintar sebelumnya, kepalaku pusing-pusing lagi waktu keretanya nanjak. Habisnya, tinggi banget... Apalagi pas mulai jatuh, muter-muter, belok-belok, WAAA!!! Sumpah, pasti mukaku jelek banget kalau difoto. Ditambah kuping sakit banget karena kejeduk-jeduk pengaman pas keretanya belok-belok. Huuff.. Senanglah, senang...!! ^o^/ Liburan semester nggak sia-sia.. Hehe.. :D

Foto narsis di tepi danau :D. Selepas Ashar, kami pulang. Nggak bisa main terlalu sore karena sepupu harus balik lagi ke Bandung naik kereta jam 16.30. Lagipula aku harus segera ke Planetarium untuk pertemuan perdana HAAJ di tahun 2008 ini. Plus aku jadi PJ Dokumentasi (Makanya sengaja bawa handycam+kamera lengkap!) jadi nggak boleh telat. Jadilah, aku datang ke Planet dengan badan yang semerbak bau apek dan keringat. Maaf ya, teman-teman :p

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Begitu Banyak Pilihan

Ada yang bilang kalau aku tipe orang "manajerial". Hobi merencanakan banyak hal, dan nggak jarang suka stress sendiri kalau hal yang terjadi nggak sesuai rencana. Padahal itu normal (just relax..). Sekarang memori otakku sedang dipusingkan dengan berbagai macam rencana liburan semester saat pertengahan tahun nanti. Kelihatannya masih lama, kan? Tapi tidak buatku. Semua harus direncanakan. Bukan "gimana ntar" tapi "ntar gimana". Ada beberapa pilihan tentang "hal-hal yang bisa kulakulan saat liburan" yang masih kupertimbangkan baik-buruk dan untung-rugi.

1. Ambil semester pendek (SP). Ada beberapa mata kuliah dasar yang ingin "kucuci" nilainya (Cuci-cuci Hey!). Meski kalau nggak dicuci juga nggak terlalu berpengaruh banyak.

2.Kerja. Of course I need money. Meski sekarang juga udah kerja part time tapi masih tetep pengen kerja di tempat lain. Sudah ada beberapa perusahaan yang kuincar, meski memang belum tentu diterima. Namanya juga rencana dan usaha... Hehe.. :D

3. Astronomi. Hooo....kegiatan HAAJ dan astro lainnya cukup menggoda untuk mengisi liburan. Meski bakal menguras habis isi tabunganku. Apalagi dengan beberapa proker yang memang harus dilaksanakan.

4. Skripsi. Emang udah jadwalnya? Belum... Hanya saja saat bertemu pembimbing kemarin dan konsultasi, beliau bilang secepatnya saja mengerjakan skripsi. Nggak perlu tunggu jadwal. Apalagi kondisi langit di pertengahan tahun cukup bagus untuk pengambilan data (hehe..rencananya ambil TA tentang astronomi). Tapi, aku belum banyak tahu tentang materi untuk TA nanti. Meski tetap bisa dipelajari.

5. Liburan sepuasnya! Hoho...leha-leha di rumah.. nonton Film, main game... No! That's not my choice. Aku tipe orang yang bisa stress kalau hanya leha-leha tanpa ada kegiatan. Bisa gila!

Pilihan pertama mungkin ke skripsi. Alasan klasik: supaya cepet lulus, cepet cari duit, cepet nikah! Hoho... ^o^. Pilihan kedua... Humm.. apa ya? Jadi pusing sendiri... >_<

Ada yang mau ngasih advice?

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Nikah...Mau?

Siapa yang nggak mau?

Entah kenapa kok akhir-akhir ini banyak yang melangsungkan pernikahan, ya? Di rumah, cukup banyak undangan walimah yang datang. Pun, adik dari Ibu (pamanku) melangsungkan pernikahan tanggal 3 januari lalu. Tapi tentu ini beda dengan 'musim kawin'-nya kucing, kan..

Dari serangkaian acara pernikahan, mulai dari sambut-terima mempelai lelaki, sampai foto-foto, ada 2 acara yang paling aku suka. Pertama, akad nikah. Aku nggak pernah melewatkan acara ini kalau memang ada kesempatan. Dan selalu takjub melihatnya. Waktu akad kemarin, pamanku salah ucap satu kali. Mungkin grogi kali, ya? Hmm...jadi suka membayangkan suatu hari akan ada "Mr.Right" yang mengucapkan, "Saya terima nikahnya Fathia binti Syahroni dengan mas kawin seperangkat teleskop lengkap dengan satu kompleks planetarium, dibayar tunai!". Hahaha... ^o^

Acara kedua, saat ritual adat. Selama ini aku biasa melihat ritual adat sunda. Disana ada adegan dimana mempelai wanita sungkem pada sang Ayah. Memohon maaf dan meminta izin untuk pergi. Dan aku tidak pernah tidak menangis bila melihat adegan itu. Membayangkan suatu hari aku akan berada di posisi itu, mengucapkan "Pak, maafin tia. Tia yang suka bandel, banyak merepotkan, suka bikin marah, dll. Makasih udah ngurus tia dari kecil sampai sekarang. Sekarang tia akan hidup dengan "Mr.Right"...". Yah..kira-kira bilang gitulah. Hiks..hiks.. T_T.

Dari adegan itulah aku semakin yakin bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua sosok manusia. Tapi 'menikahkan' dua keluarga besar! Tentu aku akan mencari sosok "Mr.Right" yang cocok dengan keluargaku. Bapak pernah bilang padaku, "Kalau suatu hari teteh nikah sama laki-laki yang nggak tepat. Terus teteh disakitin, bapak nggak bisa bantu teteh apa-apa, karena bukan hak bapak lagi. Bapak cuma bisa sedih." Huhu... T_T. Karena itulah, selektif mencari pendamping memang penting (baca ini). Mencari "Mr.Right" yang tidak akan menyakiti hati Bapak-ku. Karena pria yang paling kucintai di dunia ini, tetaplah beliau. Tak bisa tergantikan..

Udah ah, jadi nangis..

PS: Tetehku sayang, selamat menempuh hidup baru, ya... Maaf dinda nggak bisa dateng kemaren. Tapi hati dinda di sana, kok. Hehe.. Ikut ngerasain deg-degan.. :p Dinda selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Jadi istri dan ibu yang baik, ya... Uhibbuki Fillah... ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Tulisan Ekor

Setahun lalu, 31 Desember 2007.

Aku ada janji dengan editorku di salah satu penerbit buku terkemuka di Indonesia yang bermarkas di Bandung. Ceritanya mau ngasih naskah. Waktu sampai di kantor, ternyata beliau sedang rapat. Ya sudah, aku menunggu. Kebetulan sekali bertemu dengan seorang ilustrator yang kukenal baik dan lama nggak ketemu. Karena sesama cewek, jadilah kami bergosip ria. Tentang apa-apa yang sedang terjadi di kantor penerbit tempat kami bernaung. Terus tentang penerbit-penerbit buku yang masuk daftar "black list" kami dikarenakan "pelit ngasih royalti" atau "system perjanjian jelek", "suka curang", "suka curi karya", dll. Yah...bahasan-bahasan yang menyangkut urusan ke-orisinalitas-an karya kami dan agak materialistis :D. Sampai tengah hari, temanku itu pulang.

Sekitar pukul 12.30, editorku selesai rapat dan langsung menemuiku. Ia menerima naskahku dan bilang "nanti kami pelajari dulu" (standar memang). Terus kami cerita-cerita. Tanya kabar masing-masing, tentang kondisi kantor sekarang, tren buku yang sedang laku di pasaran, dll.

Nah, pas bicara tentang tren buku itu, Mas editor bilang, "Coba kamu sadar tren, Tia. Liat novel-novel yang laku dipasaran sekarang, kayak novel ini, itu, ini (dia menunjukkan beberapa novel). Kamu baca-baca novel ini, terus bikin tulisan yang mirip. Tentu dengan alur dan gaya penceritaan khas kamu. Tapi tetap nggak beda dengan novel-novel yang lagi laris sekarang. Yang mirip-mirip lah."

What?! Ingin sekali aku protes saat itu juga. Tapi aku hanya diam dan melongo. Ada dua kubu yang berseteru dalam hati. Satu kubu tentu adalah diriku sendiri, sebagai seorang penulis. Aku suka nulis sejak SMP. Aku hanya nulis semua hal yang ingin aku tulis. Nggak peduli apa itu sesuai tren atau tidak, akan diterbitkan atau tidak, membuat orang berpikir aneh-aneh atau tidak. Aku nggak peduli itu. Yang penting nulis!

Aku suka nulis cerita tentang anak ABG dan remaja. Karena mereka adalah orang-orang yang masih cukup polos dan masih mudah untuk 'diwarnai'. Sosok para pencari jati diri, masih mencari-cari siapa mereka sebenarnya. Dan karena itulah aku menulis cerita untuk mereka, memasukkan nilai-nilai yang (menurut pengalamanku) baik. Tak lupa berisi tentang bagaimana dunia setelah mereka bermetamorfosis menjadi dewasa (meski aku juga belum dewasa). Aku ingin berbagi dengan mereka, agar mereka bisa lebih baik dari si penulis cerita.

Aku juga suka menulis cerita tentang science fiction. Dalam hal ini natural science. Bukannya sok keren atau sok pintar. Tapi lebih karena aku ingin orang-orang awam pun tahu bahwa science bisa 'ditangkap' dengan mudah oleh siapapun. Meracik 'bahasa' Schrodinger (yang ruwetnya ampun!), menjadi enak dibaca selayak novel roman. Aku ingin bisa seperti itu. Dan ingin orang-orang mengerti bahwa science itu mudah! Tergantung bagaimana kita menyampaikan, dan menerima penyampaian itu.

Nah, saat aku bilang aku sedang membuat novel science fiction, Mas Editor malah bilang, "Jangan, Tia. Science fiction lagi nggak laku di pasaran sekarang." Sekali lagi aku kaget dan melongo. Dia tetap menginginkan aku membuat novel yang mirip-mirip novel yang sedang tren sekarang. Hey! Aku cuma jadi ekor doang, dong? Belum lagi novel-novel yang tren sekarang itu "nggak gue banget" dan aku nggak suka. Sebutlah, "Hadist-Hadist Cinta", "Doa-Doa Cinta", "Desah Cinta" (cuma judul bo'ongan yang mirip dengan judul asli). Yang menurutku hanya mengedepankan romantisme mengharu biru tanpa ada sesuatu yang baru dan memberi inspirasi. Okelah tema itu memang tak lekang oleh waktu, tapi kalau membuat yang "mirip-mirip", tetap saja membosankan!

Ke kubu kedua. Melihat sosok penerbit memang di bidang bisnis. Mereka mencari keuntungan. Dan jelas nggak mau rugi. Karena itulah mereka mencari tulisan yang sesuai tren supaya laku dan mereka untung. Meski menurutku, seharusnya para penerbit itu bisa mengusahakan "karya-karya tak sesuai tren" menjadi tren dan laku di pasaran. Itu tantangan bagi mereka, kan?

Tapi okelah, aku hanya bisa mengambil jalan tengah. Aku tetap menulis sesuai keinginanku, dan mengusahakan penerbit mana yang berani mengambil tantangan untuk menerbitkan "karya bukan tren" itu. Juga tetap menulis "Tulisan Ekor", supaya penerbit dapat untung dan aku juga. Toh aku juga tidak memungkiri kalau aku butuh duit dari royalti. Belajar mengkompromi-kan keadaan dengan ego sendiri.

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Tahun Baru!

Telat sekali kalau aku cerita tentang tahun baru yah? Hehe.. Tapi gak papalah, lebih baik telat daripada tidak.

Tanggal 31 Des setahun lalu aku ke Bandung. Pergi ke kantor Penerbit, ada janji sama editor. Terus ke Bosscha, tadinya ada janji juga sama salah satu dosen Astronomi. Yang insya Allah akan jadi pembimbing skripsi nanti. Sayangnya beliau sedang sibuk karena banyak tamu. Nggak jadi ketemu, deh. Beliau hanya titip pesan, "Ditunggu TA-nya" (halah! Gubrak!).

Hari masih siang, suasana di Bosscha Lembang masih ramai. Baru pas sore udah agak sepi. Dan para bapak satpam sudah mulai tutup-tutup gerbang karena memang Bosscha tidak buka untuk umum saat malam tahun baru. Yang biasanya malah kebanjiran pengunjung yang pengen malem tahun baruan sambil lihat bintang. Hihi... kasian deh... Enak yah, jadi aku. Bisa KKN untuk masuk Bosscha. Gratisan pula.. Hoho... ^o^

Rencananya mau lihat bintang dan kembang api dari tempat teleskop Schmidt Bimasakti. Dari sana bisa lihat kembang api dari seantero Bandung. Bareng bapak satpam, beberapa anak Astro 'n pihak Planetarium Jakarta. Tapi toh akhirnya aku turun juga ke Bandung. Angin di Bosscha nggak nahan, bo! Sore aja udah dingin naudzubillah gitu. Gimana tengah malem?

Turun ke Bandung cari makan. Terus nongkrong di Himastron bareng Mas Ev, Mas Dading, 'n Mas Agus. Wah, perawan sendiri, nih? Tak apalah. Sebelum jam 12 malem, nonton film dulu. Lupa film apa. Nah, pas tepat pergantian tahun itulah, terdengar suara-suara ledakan! Himastron yang terletak di lantai 4 kampus ITB, tempat yang cocok juga buat liat kembang api dari seantero Bandung. Seru loh! Kembang api warna-warni dari segala penjuru. Dari ITB lantai bawah juga ada yang nyalain kembang api. Tapi lebih mirip bom! Habis, suaranya nyeremin gitu. Sebenarnya, Mas-Mas yang menemaniku itu juga udah mempersiapkan kembang api. Aku sudah senang sekali bisa main kembang api pas tahun baru. Bodohnya, mereka tidak mempersiapkan korek api! Haha... jadilah kembang api 4 bungkus besar itu nganggur.

Selesai lihat kembang api... Para Mas-mas masih melanjutkan nonton film. Aku? Ya melanjutkan tidur... -_- zZZ

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."