RSS

Sempurna

Seperti biasa, sering terjadi percakapan-percakapan nggak penting di kampus. Seperti pada suatu hari.

Teman : "Pet, tipe cowok yang lu pengen untuk jadi suami kayak gimana?"
Aku : "Yang ganteng, postur tubuh tinggi, tajir, cerdas, berpendidikan, pekerja keras, bertanggung jawab, ramah, humoris, cinta sama gue, bisa ngertiin gue, mau bantu-bantu urusan rumah, tegas, romantis, penyayang, terus..."
Sekilas kulirik wajah temanku yang sudah pasang tampang ilfeel itu.
Teman : "Lu mau beli di toko mana?!" tanyanya sebal.

Tak perlu disangkal, seringkali 'para pencari pendamping' memang sudah membuat daftar list syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi sang 'calon pendamping' nanti. Baik ditulis secara resmi di sebuah catatan atau hanya dicatat dengan rapi dalam memori otak. I said, that's normal! Kita manusia yang selalu punya impian, bahkan untuk memimpikan sesosok manusia. Yah, meski tak bisa dipungkiri, syarat-syarat itu juga masih bisa muncul dari kanan-kiri. "Nak, cari suami yang profesinya -xxx-, ya. Gajinya gede." atau seperti ini, "Nak, cari istri yang penurut dan bisa ngurusin kamu, ya.". Itu baru dari ortu. Belum dari adek, kakak, sepupu, keluarga besar, waaahhh....!

Nantinya, saat sudah susah-susah cari dan akhirnya dapet, pasti masih juga dikomentarin. Mulai dari masalah agama sampai bau badan, bisa dijadikan bahan untuk "coba pikirkan kembali". Aaahhhh....sulitnya... Untuk para pria, biasanya mensyaratkan sosok istri yang pintar masak. Oh guys, kalian itu cari istri atau cari koki untuk usaha katering? (cara ngeles wanita yang tak bisa masak ^_^v)

Terlalu banyak mengajukan syarat untuk 'calon pendamping', bisa memiliki dua arti. Pertama, berarti sama saja dengan mengajukan syarat untuk diri sendiri. Misal kita sudah bertemu Mr/Ms. Perfect, of course dia juga akan berfikir, "Lu punya apa untuk jadi pendamping gue?". Kalau kita hanya sosok biasa-biasa saja (apalagi dibawah biasa), memangnya dia mau? Setidaknya, minimal kita punya 'harga' yang sama dengan dia. Kedua, berarti sama saja dengan menunjukkan keegoisan diri sendiri. Siapa sih, yang mau jadi pendamping orang egois? Kamu mau di-cap egois?

Seringkali kita mencari sosok yang sempurna, namun percayalah, bahwa sebenarnya bukan kesempurnaan itu yang kita inginkan. Aku cukup percaya, Lelaki baik-baik untuk wanita baik-baik. Wanita baik-baik untuk lelaki baik-baik. Meski kata 'baik' itu berarti sangat luas. Dan tentunya dengan tidak melupakan adanya kesamaan prinsip, visi, misi, dll. Yah, apa salahnya memperbaiki diri?

Teman : "So, apa kriteria calon suami yang lu pengen? Gue serius!"
Aku : "Hmm...Cukup dia taqwa sama Allah, punya cinta, sayang, hormat, dan tanggung jawab pada keluarga."
Aku tersenyum puas atas jawabanku sendiri. Tapi si Teman masih tetap menatap ilfeel.
Teman : "Itu sama susahnya, Neng! Lu mau beli di toko mana?!"


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

7 cuap:

Praditya said...

Dah ditanyain blom temennya mbak Rhein mau yg kyk gmana... ^-^

myfirstday said...

ehmm..setuju banget sama kriterianya.:D

Eucalyptus said...

Boleh2 aja punya kriteris, tapi katanya jodoh kan udah ditentuin sama Allah?

Rayyan said...

Nobody's Perfect :)

siska said...

iya aku setuju tuh mbak...

rhein fathia said...

[praditya] Kenapa, Dit? Mau sama temenku itu? hehe.. ;D
[myfirstday] setuju sama kriteria yang mana, nih? awal atau akhir? hehe... :D
[eucalyptus] Jodoh memang di tangan Tuhan, tante...Tapi kalau nggak dicari dan diambil, tetep aja di tangan Tuhan... :p
[A'Ray] Setujuh, A'!
[Siska] Siipp...siska, find out Mr.Right! not Mr.Perfect... okay?

rhein fathia said...

[praditya] Kenapa, Dit? Mau sama temenku itu? hehe.. ;D
[myfirstday] setuju sama kriteria yang mana, nih? awal atau akhir? hehe... :D
[eucalyptus] Jodoh memang di tangan Tuhan, tante...Tapi kalau nggak dicari dan diambil, tetep aja di tangan Tuhan... :p
[A'Ray] Setujuh, A'!
[Siska] Siipp...siska, find out Mr.Right! not Mr.Perfect... okay?