RSS

Sahabat v.s Pacar

Pilih Mana?

Aku punya keduanya. Dua-duanya cowok (pastinya, karena aku cewek normal yang nggak mungkin punya pacar cewek), dua-duanya tinggal di kota yang sama namun tidak satu kota denganku, dua-duanya pria cerdas, dua-duanya punya banyak fans cewek karena kebaikan hati mereka, dua-duanya nggak ganteng (piss... ^_^V). Sayangnya, karena satu dan lain hal, dua-duanya tidak bisa berteman baik bahkan hanya untuk berbincang ringan. Jadi, jika ingin bertemu sahabat, harus tinggalkan pacar, begitu pula sebaliknya. Aku yang capek.... :p Padahal jarang sekali aku datang ke kota mereka dan tidak bisa tinggal lama.

Tentang sahabat. Kami bertemu saat duduk di bangku SMA. Dan persahabatan mulai terjalin karena banyak kemiripan diantara kami berdua. Sama-sama satu kelas, sama-sama hobi jalan-jalan, sama-sama cuek sama pendapat orang, sama-sama jail, sama-sama berkepribadian unik, sama-sama sok punya sixth sense yang bisa menebak karakter atau nasib seseorang, dan kami bisa saling mengerti apa-apa yang ada di dalam benak meski tanpa berkata-kata.

Aku selalu bisa tertawa bila bersamanya. Meski orang-orang lebih mengira kami bertengkar karena sering memperdebatkan hal-hal remeh yang nggak penting, tapi sebenarnya karena kami sama-sama nggak mau kalah (tuh kan, sama lagi). Kami juga sering bermimpi akan masa depan, menciptakan angan-angan tentang dunia kami. Menyenangkan ^_^. Tertawa bersamanya selalu terasa membahagiakan. Eh, dia pernah juga membuatku menangis. Hanya satu kali, dan itu membuatnya sangat menyesal dan minta maaf berkali-kali. Hihi... Aku selalu ingat itu :p

Suatu hari, dia pernah berkata, "Gua seneng kalau lagi sama lu. Gua bisa jalan-jalan, ketawa-ketawa, stress gua ilang. Tapi sebuah hubungan serius nggak akan bisa berjalan kalau isinya cuma seneng-seneng doang. Pasti ada sedihnya, ada nangisnya. Dan gua nggak mau itu terjadi sama lu. Kalau sama lu, gua pengen kita seneng-seneng dan ketawa bareng aja."

Dan aku tersenyum, setuju. Aku pun ingin persahabatan tetap seperti ini saja ^_^.

Berlanjut tentang pacar. Jujur saja, saat awal bertemu, aku yang pertama duluan pdkt sama pria itu. Bukan karena cinta atau naksir, tapi karena urusan bisnis! Dia adalah orang yang cukup kompeten untuk bisa melancarkan urusanku. Hehehe... :D (Aku wanita cerdas penganut 'asas manfaat'). Saat bisnisku ternyata tidak lancar dan aku malas melanjutkan, kutinggalkan saja dia. Namun ternyata eh ternyata, gantian dia yang pdkt. Hihihi... :p

He is a nice man. Meski sudah berkali-kali aku bilang kalau dirinya hanya aku manfaatkan, tapi dia tetap saja mau menemaniku. Dia sendiri sering bilang, "Kamu itu matre, suka ngerepotin, jutek, nggak romantis, manja, cuek...". Entah bodoh atau cinta buta, aku nggak ngerti. Hanya saja, aku nyaman saat bersamanya. Dia yang mengajarkan aku untuk selalu jujur pada diri sendiri. Dia yang bisa membongkar ke-introvert-anku. Namun berbeda dengan sahabat, saat bersamanya, aku terlalu sering menangis.

Dia mengajarkanku banyak hal. Mulai dari belajar fisika kuantum (nggak romantis banget pacaran malah ngobrolin fisika kuantum, yak?), sampai belajar masak. Maklum sodara-sodara, pria ini koki yang cukup handal, sedangkan aku cuma bisa masak yang instan-instan saja :p. Dari dia juga aku belajar banyak hal penting tentang pola pikir pria, hingga aku mengerti bagaimana seorang wanita bisa menjaga dirinya sendiri dari serbuan ganas kaum adam (langsung dari sumbernya, bo!). Bagiku, dari awal hingga sekarang bersamanya, adalah sebuah proses pembelajaran yang berharga. Hanya satu yang aku kurang suka darinya, dia hampir selalu bisa melakukan semuanya sendiri.

Opini sahabat tentang pacarku, "Kok dia selalu jutek banget sih sama gue? Emang dia nggak ngeliat gue ada di sebelah lu apa?". Aku nyengir, "Dia cemburu, dudul!"

Sedangkan opini pacar tentang sahabatku, "Aku nggak akan pernah bisa masuk ke dunia kalian. Setiap kalian berdua ketemu, kalian selalu ngobrol dan heboh berdua. Seolah-olah kalian menciptakan dunia sendiri tanpa seorang pun bisa memasukinya." Aku terdiam.

Hhhffff.... Kalian berdua pria istimewa buatku.

Humm...cerita diatas cocok banget buat novelku berikutnya yah?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

5 cuap:

praditya.net said...

Ciee... :D

Kasih tau tgl rilisnya!

sachroel said...

wuih repot juga kalo gini hehehehe....

rhein fathia said...

[adit] tunggu saja! ntar beli yah haha
[sachroel] repot kenapa?

Anonymous said...

mmm...

jadi dirimu sekarang pacaran, rhe?
is that real?

rhein fathia said...

[Anonim] Aku pacaran? Humm...of course not. Hanya sedang "dekat" dengan beberapa pria dengan tujuan mencari sosok yang tepat untuk anak2ku nanti ^_^. Kamu mau daftar?