RSS

On Time!

Aku mulai belajar disiplin waktu dari rumah pastinya. Bapak-Ibu paling anti sama yang namanya ngaret. Apalagi kalau janjian sama orang lain. Meski sering kali dikecewakan karena orang yang diajak janjian itu hampir selalu ngaret dengan alasan, maklum Indonesia. Huh! Kalau dimaklumi terus, kapan Indonesia mau maju? Betul tidak, sodara-sodara?

Beranjak SMP, aku masuk SMP 2 Semarang yang sangat-sangat menerapkan disiplin. Mulai dari warna tali sepatu sampai bentuk jepit rambut dan kaos dalam, diatur dalam "undang-undang" ketertiban siswa. Apalagi dalam disiplin waktu. Udah mah masuknya jam 06.45 (bukan 07.00 seperti sekolah biasa), telat 1 menit aja kena hukum. Nggak ada toleransi! Pernah dalam satu caturwulan (belum zaman semester waktu itu), aku terlambat 2 kali, dan ortuku langsung dipanggil. Bayangkan sodara-sodara, 1 caturwulan itu 4 bulan dan terdiri dari kurang lebih 120 hari. Aku telat 2 hari, langsung jadi kasus. Tapi itu berhasil banget membuatku sangat menghargai waktu.

Sayangnya, saat SMA aku masuk DKM (Dewan Kerja Masjid) alias Rohis yang mengajarkanku bagaimana itu ngaret! Jujur, aku kaget banget waktu tahu betapa ngaretnya temen-temen di Rohis itu. Saat kutanya kenapa (tanya kenapaaaaa????), jawab mereka, "Aaah...itu mah emang udah biasa..." Gendek banget!! Sungguh miris memang, sekumpulan orang yang mengaku ingin menegakkan Islam tapi nggak bisa menghargai waktu. Padahal Islam saja mengatakan kalau waktu itu bagaikan pedang, bisa membunuh kalau disia-siakan.

Dan jujur lagi, hal seperti itu masih berlanjut sampai saat ini. Masih banyak yang mengaku organisasi Islam tapi kalau janjian ngaretnya naudzbillah. Entah untuk rapat, mau ngadain acara, dll. Oh, I see.... mereka emang para aktifis yang terlalu aktif sehingga terlalu sibuk. Makanya, sekarang ini kalau janjian sama para aktifis itu, aku sering mengaretkan diri. Bukan ikut-ikutan, tapi kupikir, daripada waktuku habis menunggu mereka, lebih baik aku ikutan ngaret dan melakukan sesuatu yang lebih berguna sebelumnya. Setuju tak?

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

1 cuap:

praditya.net said...

Klo dari kecil udah kbiasa sama yg namanya telah, jangan2 swaktu jadi pemimpin bangsa juga selalu telat dalam menghadapi masalah bangsa... ^_^