RSS

Prioritas!

Apa prioritas yang kita miliki selalu mengecewakan orang lain?

Aku belajar tentang prioritas dari kecil, pastinya. Ketika harus memilih apakah menurut apa kata orang tua atau bermain bersama teman, pastinya aku memilih menurut pada ortu. Meski dengan resiko teman-temanku ngambek lalu memusuhiku selama beberapa hari.

Lalu saat harus memilih prioritas diantara beberapa ekskul yang aku ikuti saat SMP dan SMA.
Salah seorang ketua ekskul yang aku ikuti bertanya, "Prioritas ekskul pertama kamu apa?". Yang kujawab adalah ekskul lain yang bukan ia pimpin. Plus dengan segambreng alasan, pemikiran, dan pembelaan diri meski ekskul-nya adalah prioritas terakhir tapi toh semua pekerjaanku di ekskul tersebut selalu beres dan baik-baik saja. Namun tetap saja, dia marah habis-habisan dan merasa kalau di mataku, ekskulnya tidak penting. Si ketua ekskul kecewa.

Hal itu pun berlanjut hingga sekarang. Tiap-tiap orang di salah satu duniaku akan men-cap diriku "sok sibuk sendiri" jika aku tidak berada di dunia mereka. Terkdang memborbardirku dengan berbagai macam tudingan atas kesalahan yang pernah kubuat. Hingga ujung-ujungnya tercetus, "Kamu masih mau ada di sini nggak, sih?". Mereka kecewa.

Hey! Semua hal yang kujalani dalam hidup ini SANGAT PENTING bagiku. Tidak ada yang aku anggap remeh. Apa salahnya aku membuat prioritas menurut kepentingan, hajat hidup orang banyak, waktu, dan berbagai macam pertimbangan menurut logikaku yang terbatas ini? Tanpa ada yang merasa dikecewakan, merasa diremehkan.

Okay, aku mengerti tidak semua orang punya kapasitas untuk bisa mengerti orang lain.

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

0 cuap: