RSS

Prioritas!

Apa prioritas yang kita miliki selalu mengecewakan orang lain?

Aku belajar tentang prioritas dari kecil, pastinya. Ketika harus memilih apakah menurut apa kata orang tua atau bermain bersama teman, pastinya aku memilih menurut pada ortu. Meski dengan resiko teman-temanku ngambek lalu memusuhiku selama beberapa hari.

Lalu saat harus memilih prioritas diantara beberapa ekskul yang aku ikuti saat SMP dan SMA.
Salah seorang ketua ekskul yang aku ikuti bertanya, "Prioritas ekskul pertama kamu apa?". Yang kujawab adalah ekskul lain yang bukan ia pimpin. Plus dengan segambreng alasan, pemikiran, dan pembelaan diri meski ekskul-nya adalah prioritas terakhir tapi toh semua pekerjaanku di ekskul tersebut selalu beres dan baik-baik saja. Namun tetap saja, dia marah habis-habisan dan merasa kalau di mataku, ekskulnya tidak penting. Si ketua ekskul kecewa.

Hal itu pun berlanjut hingga sekarang. Tiap-tiap orang di salah satu duniaku akan men-cap diriku "sok sibuk sendiri" jika aku tidak berada di dunia mereka. Terkdang memborbardirku dengan berbagai macam tudingan atas kesalahan yang pernah kubuat. Hingga ujung-ujungnya tercetus, "Kamu masih mau ada di sini nggak, sih?". Mereka kecewa.

Hey! Semua hal yang kujalani dalam hidup ini SANGAT PENTING bagiku. Tidak ada yang aku anggap remeh. Apa salahnya aku membuat prioritas menurut kepentingan, hajat hidup orang banyak, waktu, dan berbagai macam pertimbangan menurut logikaku yang terbatas ini? Tanpa ada yang merasa dikecewakan, merasa diremehkan.

Okay, aku mengerti tidak semua orang punya kapasitas untuk bisa mengerti orang lain.

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Jadian 6 Bulan

Nggak gaul kalau nggak kenal novel di samping ini. Apalagi kalau nggak kenal penulisnya yang cantik! Halah.. Hahaha ^o^ Penulis narsis parah.
Jadi pengen nostalgia... Ni karya pertamaku yang diterbitkan dan dipublikasikan secara luas. Biasanya, aku bikin novel atau cerpen yang akhirnya cuma numpuk jadi debu di rak buku. Atau kalaupun ngirim naskah ke majalah-majalah, nggak pernah ada yang dimuat! Haha..
Nah, novel ini dari awal udah diniatin "HARUS TERBIT"! Kenapa? Ceritanya, aku biasa bikin target-target dalam rentang usia. Dan saat itu aku sudah berjanji pada diri sendiri, saat usia 17 tahun (yang katanya pintu menuju dewasa) aku harus melakukan sesuatu yang beda dari teman-temanku di usia sama. So, jadilah terbitan novel ini.
Bikin novel ini selama 4 bulan. Sempat mendekam di rak buku jadi debu selama 2 bulan. Sampai akhirnya 'dirampas' oleh Bapak dan beliau yang mengirimkannya. Hehehe.. :D Masalahnya waktu itu masih minder buat ngirimin.
Dan finally, saat novel ini terbit, entah kenapa aku jadi "Mendadak Artis" gitu. Artis lokal pastinya. Mulai dari temen-temen sekolah yang heboh, tetangga heboh, email heboh (biasanya emailku nggak aktif), keluarga besar heboh, pokoknya semua duniaku heboh, serba heboh. Sampai-sampai masuk koran lokal Bogor, yang mana Aa' yang ganteng dan baik hati ini sebagai layouter-nya (maaf kalau salah, A'), fotoku dipampang cukup besar di halaman depan. (KKN itu namanya A', mentang-mentang tetangga :D). Aku cuma cengar-cengir untuk menanggapi. Maklum, terbitnya pas persiapan UAN plus SPMB.
Senanglah senang... Banyak cerita bahagia atas terbitnya novel ini. Thanks berat buat yang udah beli, baca, ngasih komentar, dan akhirnya jadi temanku sampai sekarang. Tunggu karyaku yang baru, ya!! ^_^
"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Pemimpin: Islam atau Islami?

Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi (ceunah saha? hilap euy, abdi).

Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen pastinya, agamaku mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam. Yang masih membuatku bingung, Islam adalah universal. Islam mengurusi banyak hal, tidak hanya 'orang-orang muslim', yang pernah mengucapkan syahadat.

Dari pelajaran Agama Islam di SMA, salah satu akar kata Islam adalah 'selamat'. Menurutku, berarti aturan hidup yang membawa keselamatan adalah aturan Islam atau biasa disebut Islami. Semua orang bisa dan punya kesemapatan untuk mengikuti aturan itu. Tidak hanya yang bertitel 'orang Islam'.

Jika disuruh memilih, Pemimpin dengan 'KTP Islam' namun tidak Islami, atau Pemimpin dengan tindak-tanduk Islami namun tanpa 'KTP Islam' ? Lalu kenapa? Hanya ada 2 option itu loh... ^_^



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Gapteknya Aku

"Kamu mah emang gaptek!" Begitu cetus banyak orang jika aku tidak mengerti tentang hal-hal yang berbau (bau badan kalee..) teknologi, komputer atau internet. Dan aku hanya nyengir mengakui :D

Namun ternyata sodara-sodara, aku tidak hanya gaptek mengenai tiga hal di atas saja! Sebuah cerita saat Lebaran kemarin. Salah seorang sepupu mengajakku dan sepupu yang lain (girls only, pastinya) untuk pergi ke Citos. Yang ada dalam benakku, "Maksudnya beli Cheetos?" Hehe.. Ternyata ke mall Cito =9 Sempat kubisikkan pada salah satu sepupu, "Aku belum pernah ke Citos, loh". Sepupu itu hanya menatapku dengan ekspresi-tak-terdefinisi (emang pembilang nol), tanpa komentar.

Pergilah kami berlima ke mall yang kebanyakan ditempati oleh resto atau cafe yang terkenal bisa menguras habis isi dompet, kantong, atau credit card itu.
Jangan-jangan mereka pada mau ngajak makan? Ntar pesen aqua gelas aja, dah, pikirku panik. Pokoknya, kecuali kalau ditraktir, aku nggak akan pernah sekali-kali makan di situ!

Ternyata mereka pada mau nonton bioskop. Sembari menunggu jam tayang film, kami jalan-jalan melihat-lihat isi mall. Hanya melihat, kok. Dari hanya melihat itulah, aku mengambil kesimpulan, ternyata masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, banyak yang kaya, loh. Terbukti karena resto dan cafe yang terkenal mahal naudzubillah itu banyak sekali pengunjungnya. Bahkan ada yang tidak dapat kursi dengan antrian seperti
'ular naga panjangnya bukan kepalang'. Semoga sebelum mereka makan di resto atau cafe itu, mereka sudah memberi makan orang fakir miskin... Aminn..

Saat berjalan-jalan itulah, sesekali sepupuku berbisik-bisik. Kutanya ada apa, mereka jawab,
"Itu tadi ada ***". Siapa dia? tanyaku lagi, "Teteh nggak tau? Dia kan model terkenal, sepupunya ***". Giliran aku pasang tampang-tidak-terdefinisi, dan ber-Ooh.. Begitu terus beberapa kali. Yang artis inilah, presenter itulah, dll.

Sampai akhirnya selesai nonton, kami mampir ke salah satu resto itu. Ternyata, ibu salah satu sepupu ada yang titip minta dibeliin. Wah, termasuk orang kelebihan uang dong, ibunya itu. Aminn.. Saat antri, sepupuku kembali bisik-bisik.
"Dia artis juga?" tanyaku saat melihat seorang ibu-ibu dengan postur tubuh kurus dan kulit agak keriput. Sepupuku menjawab, "Bukan, dia psikolog artis-artis. Sering muncul di infotaiment". Oow..

Gaptek seperti aku ini, masih wajar kan, ya? *_*

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Pegawai Pemerintah B*GO!

Pukul 08.25 pagi, aku tergesa menuju loket untuk membeli tiket kereta. Akan naik semi xpress ceritanya. Namun, kereta yang seharusnya berangkat pukul 08.27 itu belum ada di rel jalur 2 tempat biasanya nongkrong. Terdengar pengumuman dari 'halo-halo' tentang jadwal keberangkatan, suara tidak jelas. Kuhampiri seorang petugas KA, berseragam dia.

"Mas, kereta semi xpress
udah sampai stasiun mana
ya? Kok belum ada?"
"
Sebentar lagi datang
, Mbak."
"Saya tanya, sudah sampai stasiun mana?!" kataku agak ketus. Jawaban '
sebentar lagi datang
' itu abstrak dan relatif. Tidak menjawab pertanyaan.
Si pegawai KA hanya cengengesan, lalu bertanya pada kawannya yang berseragam lain, mereka tidak ada yang tahu. Aku melenggang pergi. Tanpa senyum, tanpa ucap terima kasih.

Akhirnya aku naik kereta ekonomi yang sudah ada di jalur 5. Kereta tak juga berangkat setelah beberapa menit aku menunggu, kereta semi xpress juga tak kunjung datang. Seorang pegawai KA lewat lalu kutanyai,

"Mas, kereta ini berangkat jam berapa, ya?"
"Sebentar lagi berangkat, Mbak."
"Saya tanya, berangkat jam berapa?!" kataku lagi, ketus.
Si pegawai berseragam itu tampak bingung. "Sebentar lagi kok, Mbak," ujarnya. Lalu buru-buru pergi. Mungkin takut kubentak lagi.

Aneh, pegawai pemerintah yang mengurusi hajat hidup orang banyak, kok kalau menjawab pertanyaan
SANGAT SANGAT TIDAK CERDAS begitu. Diajarin apa saja dia sama atasannya? Sama pemerintah yang ngaku-ngakunya orang pintar. Bah! Cuma pintar mengambil uang rakyat saja.


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Libur Lebaran

Fiuuhh... Akhirnya ritual Idul Fitri dan segala macamnya selesai juga. Mulai dari shalat Ied, kumpul keluarga, silaturahmi, sampai terakhir dikunjungi "dia". Capek, iya. Seneng, juga iya. Sakit, banyak saudaraku yang sakit karena kecapekan. Termasuk aku. Ditambah adikku si Uki yang harus masuk UGD karena bola matanya dicakar kucing dan darah mengalir, menyeramkan. Ibuku sampai panik dan menangis dibuatnya. Tapi Alhamdulillah, sekarang udah ga kenapa-kenapa. Tinggal perawatan sama minum obat saja. Nggak ada yang parah. Dasar, tu anak ada-ada saja.

Selain Lebaran, kumpul keluarga ini juga digunakan keluarga besar dari Ibu untuk acara lamaran adiknya yang keempat. Paman saya berarti, melamar seorang gadis yang sudah lama dikenalnya. Wuih,,ternyata prosesinya cukup ribet sodara-sodara! Tidak seperti di iklan wafer T***O yang kayaknya kok simple banget. Dan anehnya, kok ya saat persiapan lamaran itu, yang disindir-sindir itu aku terus. "Tuh Teh, nanti kamu kalau mau nikah harus begini, begitu, begono. Kalau cari suami yang begini, begitu, begono..." Cape deh... Secara gitu loh, aku masih kuliah dan masih lama lulusnya yang berarti juga masih lama nikahnya (ada yang mau daftar? Hehe :D). Dan akhirnya, acara lamaran yang cukup bertele-tele itu membuat aku dan adik-adik bosan hingga melarikan diri dan memilih foto-foto di pinggir sungai dekat situ dengan narsisnya.

Yang pasti, libur lebaran ini aku kebanyakan makan. Baguslah, berat badanku turun drastis hingga 8 kilo dalam satu semester ini. Stress kali yah? Tapi, naiknya juga cuma setengah kilo. Haha... :))

Senang..senang... Sekarang hadapi kuliah dan ujian... FIGHT! ^o^/

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Minta Maaf

Pemilik blog ini, Rhein Fathia a.k.a Thipet, mengucapkan:

SELAMAT IDUL FITRI
1428 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF ATAS SEGALA KHILAF

Mungkin lidahku, tingkahku, pikiranku, tulisanku, banyak yang tidak berkenan di hatimu. So, maafin aku yah... Semoga kita bisa saling memaafkan dan kembali suci ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Cinta dari Masa Lalu

Entah kenapa, akhir-akhir aku jadi sering mengenang-ngenang masa lalu. Seringkali tiba-tiba teringat begitu saja. Membuatku ingin kembali menggali, tanpa tahu untuk apa tujuannya.

Mulai dari ambisiku untuk mengetahui nomor hp sesosok pemuda bernama Jay, yang tidak pernah kuketahui lagi ia berada dimana dan bagaimana kabarnya. Tanya sana-sini, temanku, alumni, temannya dulu, nggak ada yang tahu. Dan finally, dari
Mas dengan kesaktian gosip tinggi-lah aku dapet nomor hp-nya itu. (Piss, Mas-ku yang baik..^_^V, inget rahasia yah..hehe). Toh akhirnya cuma aku miskol sekali saja si Jay itu. Ingin memastikan apa nomor itu aktif. Selebihnya, nomor itu tidak aku apa-apakan.

Kemudian membaca postingan sahabatku yang paling baik, di
sini. Yang berbuntut chattingan, membahas, berdebat, berargumen. Kita tetap saudara, Ukhti sayang... meski aku tak berada di 'dunia' kita dulu.

Fenomena yang sangat jarang terjadi, ketemuan sama Aa'. Tadinya mau buka bareng dimana..malah jadinya kemana..hehe.. Yang pasti, di tempat kenangan. Empat tahun lalu, kita pernah buka puasa bareng juga di tempat itu, kita bertiga.. Sekarang cuma berdua. Meski topik pembicaraan adalah cerita tentang Aa' (Tenang A', tia ga akan cerita ke publik tanpa seizin Aa'. Off the record!:p), namun toh kami kembali mengenang masa lalu juga.. Masa lalu kami bertiga, dan masa lalu-ku. Cukup tersentak saat Aa' bilang, "Saya nggak akan pernah lupa wajah tia yang selalu memerah setiap ada Jay. Atau ketika saya bilang Jay mau datang ke sekret DKM, padahal saya bohong," kenangnya sambil mentertawakanku. Sial, batinku. Tapi, masih memerahkan wajahku jika aku bertemu Jay saat ini?, batinku lagi. Ugh...

Malamnya, sms-an sama Teteh. Yang tercetus darinya, "Laki-laki emang ga bisa pindah hati, tapi jangan pikir dia ga bisa pindah body", haha :)) SETUJU PISAN! Pembicaraan berlanjut, lagi-lagi tentang kenangan kami. Maaf kalau jadi mengingatkan Teteh pada masa itu. Huff...aku selalu cinta kalian, sama seperti kalian selalu mencintaiku...

Namun toh akhirnya aku kembali dilempar pada masa kini. Dihadapkan pada semua cinta yang kini ada dan nyata..Tidak kalah indah, kok ^_^

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Yang mungkin 'kan kau lupakan
Atau untuk dikenang
Untuk dikenang...
-Jikustik, Untuk Dikenang-

PS: Aku menulis postingan ini setelah shalat Subuh. Sembari melamun, mengenang, ingin menangis, dengan perasaan tak tentu. Hingga ketika akan mengakhiri tulisan ini, hp-ku berbunyi menandakan sms masuk. Kulihat nama pengirimnya: JAY!!

Oh, Gosh....! T_T



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Waktu Kita Masih Muda

BUBAR (Buka Bareng) Tahu Logay
6Oktober 2007
Cuma pengen mengenang masa-masa itu...


Bareng Bunda, temen sebangku waktu SMP, temen ngegosip n curhat yang asyik, sama-sama berambisi untuk jadi kurus, jadi inget Papanda, eh...ternyata sekarang berjodoh ya, Bun.. hehe piss ^_^V


PISAU (Partai Islah Sejahtera Amanat Umat). Keren banget kan nama partai kita,, (minus Vella, nie...). Tinggal diresmikan 'n ikut pemilu 2009 aja nie.. haha ki-ka: Risdie, Thipet, Bayu, Fajri. PISAU...PISAU..PISAU.. YESS!!


Bareng Patrya (baju biru). Cowok yang istimewa buat gue. Karenda dialah yang memperkenalkan gue sama organisasi, sehingga gue bisa tahu indahnya dunia itu. Thanks a lot, Pat... Yang baju putih itu Pata, gue ga terlalu kenal, rumahnya biasa buat tempat Buka Bareng Tahu Logay seperti sekarang ini.

Ini sama Hastongkol (sebelah gue persis, baju putih), ketua TAKBIR dimana gue jadi sekretaris dia. Haha... kalau inget masa-masa ribet bin pusing waktu itu, jadi pengen ketawa... ^o^ Nice job, bro! kapan-kapan kita kerja bareng lagi.. hehe. Di sebelahnya yang lagi pose nembak, itu Miftakh (tokoh di Jadian 6 Bulan), biasa gue panggil Mify. Gue sama dia 
adalah pentolan Tarbiyah yang nggak pernah dapet tarbiyah.. Haha... :)) Jadi inget betapa 
ancurnya kita. Dia juga cowok yang pertama kali ngelamar dan minta gue jadi istrinya. Sampai 
serius banget mau ketemu orang tua gue. Dan hasilnya pasti: Gue Tolak! Haha.. Sorry, Mify.. kalau nggak gitu kan, lu ga bakal dapet cewek yang lebih baik dari gue, seperti sekarang. Selamat Ya... ^_^

Inilah kami... TAHU LOGAY
Bukan siapa-siapa..
Hanya kami yang lulus tahun 2005
I'm proud to be one of you all
^_^

Sebenernya masih banyak kenangan lain yang nggak tertulis di sini. Yang pasti, setinggi apapun aku terbang, semesta itu akan selalu dalam benak tanpa pernah kulupa...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Sudah Tradisi....

Bukannya mau ngikutin slogan sebuah iklan biskuit (Biskuit R**A, sudah tradisi...), cuma pengen sedikit berkomentar tentang tradisi menjelang lebaran di Indonesia. Maklum, aku juga seperti kebanyakan masyarakat Indonesia (terutama mahasiswa), yang cuma bisa berkomentar tanpa bisa berkontribusi dalam solusi.

Bisa dikatakan, di negara kita tercinta ini (loe cinta ga?), Idul Fitri alias Lebaran adalah hari raya paling sakral. Hari raya mana lagi coba, yang sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan dan kenegaraan, selain Lebaran?

Mulai dari tradisi mudik. Yang akan terjadi pula tradisi penangkapan calo, tradisi penambahan sarana transportasi, tradisi kecelakaan, tradisi macet parah, plus tradisi promosi bagi dealer kendaraan sampai provider telepon seluler.

Tradisi harga naik. Mulai dari harga tiket kendaraan, tradisi sembako naik, harga daging naik, semua naik dah! Kecuali rasa malu kali, yang turun.

Tradisi THR. Setahuku, perusahaan-perusahaan memberikan THR pada hari Idul Fitri sama Natal aja (tetep, yang paling heboh pas lebaran). Kan rugi juga kalau setiap hari raya ada THR. Indonesia terlalu banyak hari raya mungkin yah? Nah, tradisi ini juga yang nanti akan merembet ke tradisi beli baju baru, sepatu baru, celana baru, tradisi diskon besar-besaran (yang sebenernya konsumen ditipu mentah-mentah), mall penuh dibanding masjid, banyak banget dah!

Tradisi kejahatan. Ini ga perlu dipungkiri lagi... Banyak banget penjahat yang beraksi. Mulai dari copet (gue banget korbannya), sampai rumah kerampokan pas lagi shalat tarawih. Buat apa sih? beliin anak istri baju lebaran? huh! Mungkin pikir mereka setelah nyuri bisa tobat karena masih bulan Ramadhan.

Semua tradisi itu, atau jika dibandingkan tradisi-tradisi lain yang ternyata masih baik (tradisi pembagian zakat, i'tikaf, dll), sepertinya tradisi yang merugikan-dan-merepotkan-diri-sendiri masih lebih banyak.

Jika sudah begini, masihkah Ramadhan dan Idul Fitri bermakna bagimu? Bagi Negrimu?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Mulai Menggila >_<

Aaarrgghh!!

Okay, psikis gue sudah mulai menggila akhir-akhir ini. Menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan yang mungkin butuh obat penenang dengan dosis tertentu.
Aku mulai terlalu sering tertawa, sebagai tanda menutupi hati yang nyatanya kecewa, buruk rupa.
Aku mulai sering menyela omongan orang, tanda bahwa aku kesal dengan sekitar dan butuh perhatian untuk didengar.
Aku mulai sering menangis diam-diam, tanda hatiku sudah sangat lelah dengan semua hal yang ada dan karena aku tidak bisa meluapkan emosi pada orang lain, air mata ini menjadi teman setia.
Aku kembali sering berbincang dengan bayanganku sendiri di cermin (dilarang ketawa!), sebagai tanda aku sudah sama sekali tak percaya pada semua orang yang kukenal.
Aku mulai sering berkata "ingin hilang, ingin pergi", membuat akal warasku menjadi lebih sering mencak-mencak dan memperingatkan bahwa itu adalah tindakan tak bermoral yang tidak bertanggung jawab.
Aku mulai sering membayangkan hal-hal aneh seperti ingin loncat dari kereta atau menabrakan diri ke trotoar saat mengendarai motor. Tapi ITU GILA!

Oke Sayang, tarik napas panjang..tahan sebentar...Hembuskan perlahan...
Huumm, sayap kasih-Mu ternyata masih merengkuhku


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Penyakit Menular Akut!

Waspadalah!! Waspadalah!!

Aku memang bukan anak FK, yang tahu banyak tentang penyakit-penyakit. Tapi sebagai anak fisika (kelahiran ibuku pastinya), harus peka juga terhadap penyakit menular yang mewabah di sekitar kita,dong...

Yup! ada 2 kategori penyakit menular akut yang sering kita jumpai bahkan tanpa sadar kita juga ikut tertular dan menularkannya!

1. Menguap atau bahasa Prancis-nya (prapatan Ciamis): Heuaiy... (salah nulis sigana mah). Sadar nggak sih, biasanya kalau ada salah seorang di sekitar kita menguap (yang katanya sebagai tanda kurangnya pasokan oksigen ke otak), kita juga akan ikut-ikutan menguap! Atau paling tidak ada orang di sekitar situ yang menguap juga. Terus, kalau kita menguap, nanti orang di sekitar kita ketularan ikut-ikutan nguap... Hiiyy,,, penyakit menular!

2. HP alias handphone yang pastinya sudah sangat beredar di masyarakat kita, adalah penyakit menular paling akut!! Tenang,, bukannya mau membahas efek gelombang elektromagnetik dari HP yang katanya membahayakan otak. Hanya saja, coba deh perhatikan, saat ada seeorang memegang HP-nya, entah ia menelpon atau sms-an, pasti orang di sekitarnya ada yang tiba-tiba saja menge-cek HP-nya juga. Entah hanya untuk melihat, atau ikut-ikutan sms/telpon. Atau bahkan kita sendiri, yang dengan refleks juga mengambil HP dan mengeceknya meski tidak ada yang menelpon atau sms kita.. Hayyoo ngakuu..! HP adalah penyakit menular... Dan jangan lupa, HP juga bisa menyebabkan penyakit autis! Dengan banyaknya program tarif murah dari operator, banyak orang yang dengan santai dan autisnya menelpon lama-lama dan nggak peduli lingkungan sekitar.

So, Waspadalah! Waspadalah! terhadap penyakit menular ini!!

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Cuma Bercanda

Hanya ingin konfirmasi, bagi orang-orang yang belum terlalu mengenalku, lalu pernah atau sering bercanda denganku.

Mungkin candaku terlalu merayu dan menggoda, sehingga ada yang merasa ge-er, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu sarkastik, sehingga ada yang merasa tersinggung, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu menyinggung SARA, sehingga ada yang merasa salah paham, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu kasar, sehingga ada yang merasa tak nyaman, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku... (isi sendiri), sehingga ada yang merasa... (isi sendiri juga), maaf aku hanya bercanda.

Aku juga akan coba untuk menahan diri untuk tidak terlampau sering bercanda dengan 'teman-teman baru', supaya mereka nggak salah paham. Takutnya ada yang marah dan mengatakan candaanku 'teu kaasup heureuy' (nggak termasuk bercanda.red.sunda).

Yah, isi blog-ku ini juga... maaf aku hanya bercanda :D

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Lebih Jawa dari Orang jawa

Kuliah Elektronika I hari ini, diajar oleh seorang bapak Dosen yang baik hati dan menyenangkan. Selain cerdas (jelaslah..),bisa bikin mahasiswa ngerti kalau beliau menerangkan, plus beliau juga sering menyisipkan cerita-cerita tentang pengalaman hidupnya saat kuliah. Saat dulu jadi siswa SMA, ikut SPMB dan kenapa milih fisika (yang ternyata merasa 'terjebak' seperti aku), jadi anak kost-an, sampai akhirnya bisa ambil PhD di Inggris, kembali ke Indonesia, dan jadi PNS bergaji kecil.

Hari ini beliau bercerita tentang hari pertamanya menjadi mahasiswa di Inggris. Kata beliau, saat akan mengambil peralatan kuliah (kayak di ruang TU gitu kali, ya?), petugasnya bertanya:
Petugas: "Do you need any pens?"
Bapak Dosen: "Yes"
Petugas: "Do you need any books?"
Bapak Dosen: "Yes"
Namun ternyata eh ternyata, si petugas itu malah cemberut. Mengapa? karena seharusnya bapak Dosen mengatakan, "Yes, please.." atau "Yes, thank you".

Dari situ beliau mulai belajar, ternyata masyarakat Inggris itu sangat sopan sekali. Mereka sangat mematuhi tata krama, mengerti cara menghormati dan menghargai oran lain. "Jika di Indonesia yang terkenal karena sopan santunnya adalah orang Jawa, saya bisa bilang kalau orang Inggris lebih Jawa daripada orang Jawa," cerita beliau sembari tersenyum. Dan beliau juga menambahkan, "Ternyata gelar Indonesia sebagai negara yang sopan dan ramah masyarakatnya, tidak terlalu benar juga". (Ya iyalah,,, yang bikin gelar itu juga masyarakatnya sendiri. Pasti narsis, lah..).

Nyerempet ke SARA sedikit, yah... bisa dibilang orang non-muslim disana lebih Islami daripada orang (yang ngakunya) muslim di negara kita. Negara (dengan mayoritas penduduk) non-muslim, lebih bisa menjalankan aturan Islam dibanding negara (yang mayoritas penduduk) Islam.

Humm... hidup memang penuh paradoks..

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."