RSS

Mahalnya Sebuah Kebersamaan

Minggu, 2 September 2007
Adzan Subuh mengumandang, membangunkan semua anggota keluargaku. "Bangun! Bangun! Udah telat nih, katanya mau berangkat pagi ke Bandung." Ibu mengetuk pintu kamarku dan kedua adikku. Aku keluar kamar dengan mata masih setengah tertutup, tidak beda dengan adik-adikku.

Yup! Hari ini kami sekeluarga akan pergi ke Bandung. Sebuah acara yang sudah seminggu lalu direncanakan. Pertama, putra rekanan bisnis bapak ada yang nikah di Bandung. Kedua, Uki akan latihan intensif softball di GOR Lodaya Bandung. Ketiga, merayakan hari Ulang Tahun Bani (sebenernya ultah tgl 4 Sept).

Akhirnya mobil meluncur dari garasi jam 07.00. Berhubung belum sarapan, kami 'nyangkut' dulu di tukang bubur ayam dekat indomaret. Sarapan bersama lalu seperti biasa, aku, uki, dan bani membeli beberapa cemilan untuk diperjalanan. Selesai sarapan kami berangkat. Menyusuri jalan-jalan yang mulus, mengunjungi satu demi satu tempat bayar tol. Maklum, kami sekeluarga adalah pecinta kepraktisan dan pembenci keruwetan (termasuk macet) :D.

Di dalam mobil, keributan mulai terjadi. Berebut makanan, berdebat tentang musik apa yang akan distel, mengomentari hal-hal yang terjadi di luar sana (yang kami lihat dari balik kaca jendela mobil), saling curhat dan bergosip, dan tak lupa tertidur karena kecapekan. Lalu sampai ke acara nikahan, serbu makanan! :p Ikut ke GOR, nonton latihan. Rayakan ultah Bani, jalan-jalan dan shoping ke BSM, makan-makan... ^o^

Menyenangkan hari ini. Sebuah momen langka yang jarang terjadi semenjak satu tahun lalu. Bahkan sarapan dan makan malam bersama pun jarang sekali (apalagi makan siang). Seiring makin sibuknya keadaan kami masing-masing. Bapak-ibu makin sibuk dengan bisnis mereka. Aku sibuk dengan kuliah dan berbagai kegiatan di luar, Uki makin hot dengan softball-nya, Bani yang tak pernah absen les ini itu tiap harinya, bahkan sampai malam hari.

Pun dengan acara hari ini. Sebuah acara keluarga yang harus mengorbankan acara lain. Bapak-ibu harus rela meninggalkan les Bahasa Arabnya. Aku harus rela meninggalkan acara HAAJ (pasti bakal disidang habis2an), Uki merelakan terlambat latihan, Bani rela meninggalkan acara bareng teman-temannya.

Sudah termasuk siklus metamorfosis kehidupan kah? semakin lama, semakin jarang bisa bersama. Semakin kami (anak-anak bapak-ibu) beranjak dewasa, semakin jarang bisa bertemu. Jadi ingin kembali ke masa lalu. Ketika kami masih krucil-krucil, tiap minggu tamasya, tiap hari bersama...

Ahh,,, waktu memang telah mengambil semuanya...


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

0 cuap: