RSS

Aku Cinta Kamu Cinta Aku

Seorang gadis mengeluh padaku, katanya pacarnya tidak pernah mengerti dirinya. Menurutnya pacarnya itu egois dan semaunya sendiri.

"Coba bayangin dong, gue kurang apa sih merhatiin dia? Gue selalu ngingetin dia untuk makan, solat, istirahat. Gue juga sering masakin makanan buat dia. Tapi dia? Tiap kali gue ajak jalan ke mall ga pernah mau. Kadang pas weekend dia ga pernah dateng gara-gara sibuk sama band-nya. Penting mana sih gue sama band-nya. Kan gue itu pacarnya!"

Terus meluncurlah segala cerita tentang kejelekan pacarnya itu. Pacarnya beginilah, begitulah, de-el-el. "Jangan-jangan dia ada 'main' sama vokalis band-nya yang cewek itu," cetusnya. Kemarahan telah berujung pada buruk sangka.

Beberapa hari kemudian aku bertemu pacar si cewek itu. Basa-basi bertanya kabar, lalu obrolan berlanjut membahas tentang si cewek.

"Gue bukannya ga mau diajak pergi ke mall atau salon. Tapi dia kalau pergi selalu bareng temen-temen gank-nya. Jadi kambing congek gue ntar. Kalau tentang band, emang jadwal gue latihan tiap weekend. Lagian kan gue sama dia udah ketemu tiap hari di kampus. Gue yang jemput-antar dia dari kosan. Gue juga selalu ngajak dia ke tempat latihan (band.red), tapi dia nggak pernah mau."

Masih berlanjut cerita dia dan pacarnya. "Padahal gue pengen dia liat gue latihan atau ngeband di panggung," tuturnya.

Aku yang jadi pemerhati kedua sejoli ini, sering dibuat bingung. Mereka mengaku saling mencintai. Si cowok yang sering memberi les tambahan jika si cewek kesulitan dalam kuliah (padahal mereka beda jurusan! Kebayang berarti si cowok juga mesti belajar kuliah si cewek). Si cowok yang rela datang jam 11 malam jika si cewek sangat membutuhkannya. Begitu pula si cewek yang selalu perhatian, selalu jadi tempat sandaran dan curhat si cowok jika ia sedang banyak masalah dengan teman-temannya.

Namun masih saja mereka saling menganggap pasangannya tidak mengerti dirinya. Aku jadi mikir-mikir... Mungkin sebenarnya mereka tidak pernah saling mencintai. Mereka hanya mencintai diri mereka sendiri. Si cewek ingin dicintai oleh pacarnya dengan cara yang ia inginkan. Begitu pula dengan si cowok ingin diperhatikan menurut cara yang sesuai keinginannya. Cintai aku dengan caraku. Padahal seharusnya cinta itu lebih banyak memberi dan saling mengerti daripada menuntut. Cinta itu tidak egois. Iya, kan?

Ah, kok aku jadi pusing-pusing mikirin mereka, sih...



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

0 cuap: