RSS

Rumah Impian

Aku sering memimpikannya. Sebuah rumah kecil yang indah dan sederhana. Dicat warna putih dan miliki banyak jendela. Halaman depan dijadikan sebuah garasi yang cukup untuk memarkir motorku. Sedangkan halaman belakang dihiasi dengan taman mungil yang asri. Hamparan rumput dan beberapa pot bunga warna-warni. Mawar, anggrek bulan, bougenville, asparagus, dan lainnya.

Bangunan rumah, setengahnya didesain menjadi kamarku. Yang diberi sekat menjadi dua bagian. Bagian kamar tidur, cukup sebuah spring bed empuk ukuran queen dengan sprei serta bed cover dan sebuah lemari pakaian ukuran sedang. Juga kamar mandi dengan shower closet duduk. Dibalik sekat, adalah ruang kerja yang menjadi duniaku. Merangkap sebagai perpustakaan dengan lemari-lemari tinggi berisi bermacam-macam buku (mulai dari komik hingga ensiklopedia). Sebuah meja kerja ukuran 1.5m x 1m yang di atasnya terdapat sebuah laptop, lalu printer, scanner, mesin fotokopi yang dirangkap menjadi satu (contoh: HP PSC 1400 all-in-one), sebuah telepon dan lampu baca, tak lupa koneksi internet dengan high speed yang oke. Ditambah meja kecil tempat menyimpan pernak-pernik dan beberapa pigura foto orang-orang tersayang, sepertinya ide yang bagus. Dan tak lupa sebuah teleskop ukuran sedang yang cukup memadai untuk pengamatan dan pemotretan benda langit.

Ruang kerja ini didesain menghadap taman belakang yang asri. Agar sejuk mataku ketika telah lelah menatap LCD laptop ataupun membaca buku. Agar dapat kulihat langit malam penuh taburan bintang ketika malam hari.

Keluar kamar, terdapat sebuah ruangan yang merangkap menjadi ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan yang menjadi satu. Dengan meja bundar dan 4 buah kursi yang mengelilingi menjadi tampilan utama. Tak jauh dari situ, ada sebuah dapur dengan perabotannya yang lengkap dan canggih. Seperti dispenser, toaster, rice cooker yang merangkap magic jar, kompor gas, dll. Bukannya aku tidak mau memasak di dapur yang sederhana, hanya saja aku mencintai ke-praktis-an (hehe,, alasan :D). Ditambah sebuah dapur basah untuk cuci-cuci.

Rumah Impian itu, cukup aku dan Kekasihku saja yang mengehatui keberadaannya. Karena rumah itu telah kujadikan tempat aku beristirahat setelah merasa lelah dan penat dari pergolakan dunia luar sana. Di rumah itu, aku bisa berkencan dan bermanja-manja pada-Nya. Hanya berdua saja. Berbincang dan menceritakan segala hal yang sebenarnya sudah Ia ketahui namun Ia tetap Mendengar karena aku butuh didengar, dimengerti. Aku pun bisa asyik menyelam di duniaku sendiri tanpa harus merasa terganggu oleh hal-hal di luar sana. Membaca buku, menulis essay, artikel, ataupun menyelesaikan novel-novelku. Boleh juga sesekali browsing dan chat di YM untuk mengetahui keadaan teman-teman dan sharing dengan mereka.

Aku sering memimpikannya, 'rumah sendiri', Rumah Impianku... ^_^


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

0 cuap: