RSS

Pssttt.... Gosip!! :p

Entah darimana datangnya sebuah gosip yang beredar: "Fathia jadian sama ****!"

What?! aku yang ditanya suatu waktu untuk dimintai konfirmasi atau konferensi pers terang saja kaget. Si ****?? Sejenak aku membayangkan wajah pria yang menjadi mahasiswa fisika UI dan seangkatan denganku itu. Hmm... ganteng, putih, pake kacamata, rambut lurus dan penampilannya sedap dipandang. Mirip-mirip Daniel Radclife gitu deh... (kalau diliat sambil merem).

Hanya sedikit terkejut saja kenapa bisa digosipkan seperti itu. Mungkin karena semester ini nak fisika 05 pada milih peminatan (Geofisika, Medis, Instrumentasi, Material Condensmatter, Nuklir Partikel), dan hanya aku dan Tuan-Harry Potter-versi-fisika-ui-05 yang memilih peminatan nuklir partikel. Kuliah hanya berdua.. Duuhh,, romantis sekali... Eh, ada yang ketiga ding. Tapi bukan setan melainkan dosen :p

Bukannya apa-apa. Kok ya yang menyebar gosip itu nggak mikir yah. Banyak banget perbedaan diantara aku sama dia. **** itu waktu SMA adalah siswa terbaik di propinsi-nya. Pernah ikut olimpiade fisika, sekarang di kampus juga termasuk dalam jejeran 3 mahasiswa terbaik, tiap mata kuliah selalu lulus dengan nilai terbaik dan IP nyaris 4, selalu ambil sks lebih banyak daripada temen2nya. Sedangkan aku?? Duuhh...

Kebayang ga sih, pemuda terancam cum laude dan gadis terancam DO... Mereka jadian? Ga deh,,, ^o^/

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Gerhana Bulan Total 28Agustus2007


Gerhana Bulan Total atau kami biasa menyebutnya GERBUTOT. Hahaha,,, kemarin pada tanggal 28 Agustus 2007 ada fenomena alam gerbutot itu. Mulai kontak pertama kurang lebih jam 15.00 WIB. Dan kontak terakhir kurang lebih jam 21.00 WIB.
Kami juga mengadakan pengamatan di beberapa tempat. Ada yang di Planetarium (markas), di bekasi, dan aku sendiri ngamat di SMA SMART EKSELENSIA di Parung Bogor. Itu sekolah memang tempat aku ngajar astronomi. Disana ada teleskop dan kami mengadakan pengamatan rame-rame.

Pengamatan dilakukan mulai pukul 19.00 karena sebelumnya semua siswa disana harus shalat gerhana (lama banget, bo'!). jadinya kita hanya sempat ngamat saat fase-fase gerhana terakhir. Foto di samping adalah salah 2 (bukan salah satu) yang berhasil kupotret. Dengan bantuan teleskop MEADE lalu ditempel oleh kamera digital Canon 5 megapixel (ga bermaksud promosi) jadilah foto-foto ini... Ga begitu bagus sih,, maklum amatir,, Hehe.. :D



Berhubung tu sekolah adalah asrama... khusus cowok pula. Plus mereka juga pada habis sholat gerhana. Jadi beginilah penampilan mereka... pake peci, duh... rapi jali sekali..

Menyenangkan karena mereka semua takjub dengan fenomena alam ini.. Ga sia-sia aku datang ke sekolah ini meski jauh naudzubillah dari rumahku (1 jam naik motor ngebut). Bikin pantat ba'al.. Hahaha ^o^


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Aku Cinta Kampus!! ^o^

Dah mulai masuk kul... Uuhh... aku memang cinta kampus! ^_^ kenapa?

1. Kuliah
Semester ini ambil 21 SKS dengan dua mata kuliah bentrok! haha.. tp ga papa lah... masih bisa diatur... :p Dosen-dosennya juga sepertinya enak-enak. Dan mata kuliahnya meski membuat tubuh-langsing-kepala-botak juga tetap menyenangkan... dibikin seneng lah,,, ^_^
semester ini harus lebih baik dari semester lalu. Cepet lulus, Cepet Nikah!! Haha... ^o^

2. Teman-teman
Nak fisika lagi sibuk-sibuknya bikin acara macem-macem. Ospek, lomba2, dll. Mereka sibuk bekerja dan aku sibuk menggaggu... hahaha ^o^

3. Internet
Nah!! ini dia yang selalu bikin aku kangen kampus,,, bisa ngenet gratis sepuasnya dan cepet banget,,, hahaha ^o^ bagi pecinta dunia maya sepetiku, ini bagaikan surga dunia...

Aku cinta kampus,,, senang... senang... setelah ngaggur selama 3 bulan ini,,, jadi ada banyak hal yang bisa kukerjakan... ^_^

dah ah, gazebo gini... :p


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

9 vs 10

Terlahir sebagai anak sulung memang sudah takdirku. Dengan 2 orang adik yang WAJIB diberi contoh hal-hal baik, seperti yang ibu sering bilang, "Sebagai kakak harus kasih contoh yang baik buat adik-adik."

Jadilah aku terdidik untuk menjadi "The Best" diantara ketiga anak bapak-ibu. Sejak sebelum masuk TK,aku sudah diberi berbagai macam pelajaran. Membaca, menulis, menyanyi, menari, membuat berbagai macam prakarya, dan banyak lagi. Mungkin itu salah satu cara bapak-ibu untuk tahu bakatku ya? Untungnya juga aku suka belajar dan mencoba hal-hal baru (mencoba saja, setelah itu bosan dan kutinggalkan). Aku juga diajari tata krama dan sopan santun yang cukup saklek. Bicara sopan, bertindak sopan, menyapa dan tersenyum ramah. Tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus begini, harus begitu. Makan yang teratur dan bergizi, tidur siang, ayo mengaji. Sosok mungilku harus menanggung segala aturan yang ada dan menahan 'kenakalan anak kecil' yang sebenarnya begitu meluap-luap.

Beranjak SD.. Kelas 1, sekolahku hanya sekolah kampung yang fasilitasnya sangat tidak memadai. Hanya ada dua ruang kelas, satu ruang guru, dan gudang. Jika keblet pipis harus pergi ke sungai dan masuk ke kotak jerami untuk buang hajat (untungnya aku tidak pernah kesana), dengan resiko diintip! Belum lagi jika pulang sekolah ada 'ritual' dikejar-kejar orang gila.. Haha,,, Tapi aku tetap suka sekolah. Bertemu banyak teman, belajar, menabung, bermain.
Kelas 2, orang tuaku pindah ke Semarang. Di sana aku mulai belajar ternyata sekolah juga tempat persaingan. Aku mulai mengerti apa itu nilai, apa itu ulangan, apa itu rangking, apa itu rapor. Pembanding-pembanding yang justru merusak mental anak-anak, menurutku. Dan seperti biasa, bapak-ibu ingin aku menjadi "The Best". Masih tersisa dalam ingatan, saat nilai-nilai ulangan dibagikan, hampir di semua mata pelajaran, aku mendapat nilai 9 koma sekian... Dan aku pamer ke Bapak, bangga, dan bercerita tentang sekolah. Namun apa kata beliau?

Bapak : "Kok nilainya cuma 9?"
Aku : "Iya. Tapi ini udah bagus, Pak. Hampir semua nilai tia tertinggi di kelas."
Bapak : "Memang, nilai tertinggi harusnya berapa?"
Aku : "Ya 10 lah."
Bapak : "Kalau ada nilai 10, kenapa harus dapat nilai 9?"
Aku pun terdiam. Besok-besoknya, sudah malas bercerita tentang nilai-nilai.

Aku harus dapat rangking 1! Itu yang melekat dalam otakku. Bukankah sudah tradisi saat bagi rapot apalagi kenaikan kelas, biasanya anak-anak SD mendapat hadiah dari ortunya. Tapi bapak-ibu selalu bilang, "Kamu boleh minta hadiah kalau rangking 1". Peringkat 3 besar memang tidak pernah lepas dari tanganku. Tapi aku keseringan pegang rangking 2, dan dapat hadiah 'ceramah' dari ibu yang membanding-bandingkan diriku dengan 'si rangking 1'. Ingin sekali berteriak, "Temen tia yang rangking 10 dapet hadiah dari ortunya, kenapa tia yang rangking 2 nggak dapet hadiah?". Tapi aku sudah mengerti sudah tidak peduli. Hanya bisa menatap iri teman-teman yang pamer sepeda barunya, kotak pinsil barunya, sepatu barunya, tas barunya.

Aku harus masuk SMP terbaik! Dan lolos-lah aku ke SMP terbaik yang menjadi incaran para siswa (atau ortunya ya?) lulusan SD. Bertemu banyak orang-orang pintar, tentunya membuat prestasiku agak menurun. Lagi-lagi rangking menjadi pembanding. Sialnya aku selalu masuk kelas unggulan. Yang mana rangking 3 di kelas biasa adalah rangking 10 di kelas unggulan. Ekstrem sekali perbedaannya. Meski begitu 10 besar masih kupegang. Dengan terseret-seret tentunya. Apalagi aku agak anti sama bimbel-bimbel diluar sekolah itu.

Aku harus masuk SMA terbaik! Lolos tanpa masalah ke SMA impian lulusan siswa SMP itu. Bertemu lebih banyak lagi orang-orang pintar. Membuatku tersisih. Belum lagi beberapa organisasi yang cukup menyita waktu, ditambah otakku memang pas-pasan dan sering malas sekali baca text book, akademik terbengkalai. Rangking yang kupegang pasti diatas angka 10. Bapak-ibu masih menyindir-nyindir, membanding-bandingkan dan saling tunjuk siapa yang akan mengambil rapotku karena nggak mau menanggung malu. [Plis deh,,, nilai gue juga ga busuk-busuk banget, kok].

Aku harus masuk PTN terbaik! Meski tidak lolos ke PTN cita-citaku, bapak-ibu masih tetap bangga. Siapa ortu yang tidak bangga anaknya kuliah di UI? Bertemu lebih banyak lagi orang-orang yang pintar. Membuatku makin terseret. Nilai-nilaiku? Ah, terakhir kali bapak bertanya tentang IP dan kujawab IP-ku 2 koma sekian, bapak balik bertanya, "Memang ada IP segitu ya? Setau Bapak, IP itu antara 3 sampai 4". Huff... memang sebaiknya jangan bicara nilai di hadapan Bapakku yang pintar itu. Apa jadinya kalau beliau tahu aku pernah dapat nasakom dan nyaris DO saat kenaikan tingkat 2.

Dengan berbagai macam 'polesan', masih kupenuhi keinginan bapak-ibu agar aku jadi contoh bagi adik-adik. Aku masih tersenyum manis dan bersikap sopan di hadapan rekanan mereka. Aku masih jadi sosok penurut yang sering katakan, "Iya.." atau "Maafin tia salah...". Ingin sekali aku bertanya, memangnya kenapa kalau nilaiku jelek? Kenapa aku harus selalu bersikap jaim? Salahkah jika ternyata kuliahku DO? Aku cemburu karena adik-adikku tidak pernah dididik 'seketat' diriku. Mereka cukup bebas menjadi apa yang mereka mau.

Aku masih menjadi sosok penuh topeng yang tak bisa ungkapkan semua keinginanku sendiri. Tidak hanya di hadapan bapak-ibu dan adik-adik. Tapi di semua tempat yang setiap hari aku jejaki. Aku mulai lelah. Sering bertanya untuk apa semua ini?

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Rumah Impian

Aku sering memimpikannya. Sebuah rumah kecil yang indah dan sederhana. Dicat warna putih dan miliki banyak jendela. Halaman depan dijadikan sebuah garasi yang cukup untuk memarkir motorku. Sedangkan halaman belakang dihiasi dengan taman mungil yang asri. Hamparan rumput dan beberapa pot bunga warna-warni. Mawar, anggrek bulan, bougenville, asparagus, dan lainnya.

Bangunan rumah, setengahnya didesain menjadi kamarku. Yang diberi sekat menjadi dua bagian. Bagian kamar tidur, cukup sebuah spring bed empuk ukuran queen dengan sprei serta bed cover dan sebuah lemari pakaian ukuran sedang. Juga kamar mandi dengan shower closet duduk. Dibalik sekat, adalah ruang kerja yang menjadi duniaku. Merangkap sebagai perpustakaan dengan lemari-lemari tinggi berisi bermacam-macam buku (mulai dari komik hingga ensiklopedia). Sebuah meja kerja ukuran 1.5m x 1m yang di atasnya terdapat sebuah laptop, lalu printer, scanner, mesin fotokopi yang dirangkap menjadi satu (contoh: HP PSC 1400 all-in-one), sebuah telepon dan lampu baca, tak lupa koneksi internet dengan high speed yang oke. Ditambah meja kecil tempat menyimpan pernak-pernik dan beberapa pigura foto orang-orang tersayang, sepertinya ide yang bagus. Dan tak lupa sebuah teleskop ukuran sedang yang cukup memadai untuk pengamatan dan pemotretan benda langit.

Ruang kerja ini didesain menghadap taman belakang yang asri. Agar sejuk mataku ketika telah lelah menatap LCD laptop ataupun membaca buku. Agar dapat kulihat langit malam penuh taburan bintang ketika malam hari.

Keluar kamar, terdapat sebuah ruangan yang merangkap menjadi ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan yang menjadi satu. Dengan meja bundar dan 4 buah kursi yang mengelilingi menjadi tampilan utama. Tak jauh dari situ, ada sebuah dapur dengan perabotannya yang lengkap dan canggih. Seperti dispenser, toaster, rice cooker yang merangkap magic jar, kompor gas, dll. Bukannya aku tidak mau memasak di dapur yang sederhana, hanya saja aku mencintai ke-praktis-an (hehe,, alasan :D). Ditambah sebuah dapur basah untuk cuci-cuci.

Rumah Impian itu, cukup aku dan Kekasihku saja yang mengehatui keberadaannya. Karena rumah itu telah kujadikan tempat aku beristirahat setelah merasa lelah dan penat dari pergolakan dunia luar sana. Di rumah itu, aku bisa berkencan dan bermanja-manja pada-Nya. Hanya berdua saja. Berbincang dan menceritakan segala hal yang sebenarnya sudah Ia ketahui namun Ia tetap Mendengar karena aku butuh didengar, dimengerti. Aku pun bisa asyik menyelam di duniaku sendiri tanpa harus merasa terganggu oleh hal-hal di luar sana. Membaca buku, menulis essay, artikel, ataupun menyelesaikan novel-novelku. Boleh juga sesekali browsing dan chat di YM untuk mengetahui keadaan teman-teman dan sharing dengan mereka.

Aku sering memimpikannya, 'rumah sendiri', Rumah Impianku... ^_^


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Iqra'!

Aku mengenal seorang anak kecil yang menurut cerita ibunya, sudah suka membaca bahkan sebelum ia mengenal huruf dan angka. Ibunya pernah bercerita, "Dia ini, waktu usia belum 3 tahun hobinya ngedeprok (bhs sunda: tengkurap) di atas koran terus pura-pura baca 'dan olang-olang dan belsama-sama..dan olang-olang dan belsama-sama', begitu terus setiap baca koran".

Kini, anak kecil itu sudah tumbuh dewasa dan masih suka membaca. Mulai dari sobekan koran bekas bungkus terasi dari warung, sampai jurnal sains milik J.J Thompson (untuk yang ini, masih dalam tahap membaca dan berusaha keras untuk memahami hihi,, ;p)

Perintah untuk membaca adalah wahyu Tuhan pertama yang turun untuk manusia teristimewa. Ia tidak memerintahkan untuk berperang melawan musuh, Ia tidak memerintahkan untuk bersujud 5 waktu, Ia tidak memerintahkan untuk menyebar kebaikan, bahkan Ia tidak memerintahkan untuk selalu mengingat-Nya. Ia hanya memerintahkan untuk membaca! That's it.

Mengapa? Karena membaca adalah pekerjaan mudah (yang sering dijadikan susah) yang dapat dilakukan manusia. Bahkan menurut sebuah penelitian, bayi usia dibawah 6 bulan sudah dapat membaca gerak orang-orang sekitarnya, yang nantinya akan masuk dan mengendap lalu membentuk kepribadian si bayi itu.

Membaca itu mudah, karena instrumennya sudah Ia berikan pada setiap manusia. Membaca hanya perlu MATA. Bola mata, mata hati, dan mata kaki. Bila tak miliki salah satunya, manusia masih miliki mata yang lain. Dan merugilah mereka yang tidak memiliki ketiga mata itu...

Membaca juga dapat dilakukan oleh orang yang buta huruf, karena membaca tidak melulu huruf dan angka. Orang-orang zaman dulu bisa 'membaca' langit dan merangkai bintang-bintang (sebenarnya tidak melulu bintang, karena ada juga nebula dan galaksi) hingga membentuk konstelasi, yang sampai sekarang dipergunakan oleh orang-orang modern (ngakunya) seperti kita.

Membaca juga tidak melulu identik dengan sekolah, ruang kelas dengan papan tulis, guru, buku, pinsil, penghapus, dll. Karena dengan melihat sehelai daun atau seekor nyamuk terbang pun, banyak hal yang dapat dibaca.

Untuk membaca, manusia hanya perlu membuka MATA. Bola matamu, mata hatimu, dan ayunkan mata kakimu,,, Di manapun dirimu berpijak, disitulah taman bacaan-mu,,,

Selamat Membaca,,, ^_^



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Nggak Tau Mau Ngasih Judul Apa

Semuanya memang terlambat,,
Terlambat menyadari diri ini yang ternyata telah jatuh cinta
Justru ketika ia mendadak pergi tanpa ucapkan sepatah kata
Dan air mata, mengalir tanpa terasa


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Manusia Selalu Begitu

Kenapa manusia selalu begitu? selalu menomorsatukan ego sendiri. Selalu menganggap diri sendiri adalah benar. Semakin tersudut, semakin membela dirilah ia, semakin 'membenarkan' dirinya.. Kenapa manusia selalu begitu? Aku memang bisa paham, tidak ada manusia yang bisa sangat manusiawi. Karena manusia miliki ego.. Bukankah sudah fitrah, manusia berbeda dengan binatang karena ia miliki akal. Manusia bukanlah malaikat karena miliki nafsu...

Lalu kenapa akal dan nafsu yang ada dalam satu raga, satu ruh itu tidak bisa berjalan seiring? Tak bisa memanage-kah?Tak bisakah saling berbagi? Ahh,,, Manusia memang selalu begitu...


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Liburanku... July ^o^


Demam Harry Potter melanda di waktu liburan panjangku ini.. hoho.. so pasti, aku juga nonton filmnya (dan lagi-lagi sendiri) beberapa saat sebelum rapat HAAJ... hehe,,, Dan foto di sebelah ini adalah pose Adikku yang sedang menyihirku,, hiks,, tega,, hehe... tu tongkat sihir katanya aseli,, (boong bgt yah), bonus dari sebuah majalah yang harganya mahal gila (menurut kantong gw, tapi tidak bagi kantong adek gw itu..)


Di liburan ini juga HAAJ juga mengadakan Workshop Astronomi Amatir.. Foto di samping adalah saat memberi 'sambitan-sambitan' sebagai wakil dari panitia,,, siapa mau disambit? ayo angkat kaki!! Persiapan acara ini memang cukup menghebohkan... tapi Alhamdulillah berakhir menyenangkan,,, ^_^



Salah satu pose saat workshop berlangsung. Kelompoknya Vincen sedang mengukur diameter bumi dan menentukan arah utara selatan. Sebenarnya masih banyak workhsop yang lain, seperti teleskop, dan beberapa pengamatan... tapi foto2nya tidak bisa diupload semua di sini... Tertarik untuk tahu? Ikut HAAJ dong,, hehe... :D



Me & My Daughter? Hoho,,, bukan,,, anak ini namanya Bulan... Dia putri salah seorang pengurus HAAJ juga,, Usianya 3 tahun, tapi sudah sangat-sangat narsis kalau difoto,, sama seperti saya,, hahaha,,, ^o^ Jadilah kita seperti pinang dibelah golok,,, =p





Begitulah,,, liburan bulan ini lebih konsen ke HAAJ,, masih belum ke kampus karena males,, plus katanya hotspot buat ngenet lagi rusak. Jadi tambah males deh,, :D lagipula entah kenapa sebulan ini aku mengalami 'sakit aneh'.. Kenapa? karena tubuhku tidak bisa dimasuki makanan. Setiap kali aku makan, apapun itu,, pasti langsung muntah... bahkan sempat beberapa hari, minum air putih saja aku langsung muntah,, Turun berat badan 2 kilo deh dalam seminggu. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,,, ^_^ Sehat itu harta yang sangat berharga!!
Nantikan ceritaku, Liburan di Bulan Agustus!! (^o^)/


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Merasa Dilecehkan!

Kamis, 2Agustus07 20:46
Seorang cowok sms ke hp gw, yang isinya...

Di ruang rindu
Kuukir wajahmu
Kubelai rambutmu
Kukecup pipimu
Di ruang rindu aku bernapas
Menghirup aromamu
Penuhi otakku
Tentang imajimu
Aku ingin bersamamu
Kelak...

Gue nggak tau maksud tu cowok sms gitu ke gue apaan,,, entah dia mengutip puisi seseorang terus pengen mendiskusikan sisi seni dari tu puisi, atau dia lagi pamer karena dia bisa bikin puisi, atau cuma iseng terus ngirim tu puisi ke semua orang,,, Entah!!! Apalagi beberapa hari sebelumnya dia udah sms2 yang bener2 bikin eneg, tapi gue ngerasa nggak enak kalau nggak ditanggepin.

Gue juga nggak tau apakah dia kirim puisi itu buat gue karena 'feel something', tapi menurut gue, isi puisi itu adalah pelecehan buat cewek. Dan gue merasa dilecehkan!
Nggak Sopan!!

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."