RSS

Everybody's Changes

Kemarin, tepatnya 3 Feb 07, aku datang ke rumah salah seorang sahabat. Ngebut dengan motor tersayangku menembus hujan yang sudah seminggu ini selalu turun sepanjang hari. Jika bukan karena janji, sudah malas rasanya aku pergi. Lebih baik mengurung diri di kamar dengan selimut tebal sambil dengar musik, nonton film, atau ngetik-ngetik. Namun janji harus ditepati, bukan? meski ortu sudah melarang dengan alasan "Teh, hujan. Ntar kalau kamu sakit gimana?" Tapi sayang, larangan tak mempan bagi anak bandel tapi penuh prinsip sepertiku :D

Sesampainya di rumah sahabatku itu, sudah berkumpul 5 orang sahabatku yang lain. Kami memang janjian mau kumpul-kumpul hari ini. Harusnya ada 12 gadis, sayang yang datang hanya setengahnya. Dan saat bertemu denganku, mereka langsung memberondong dengan sebuah pertanyaan, "Pet, katanya lo sekarang udah ******, ya?" Dziiiiinnnngg... jujur aku langsung terpaku. Bingung harus jawab apa. "Kalian tahu dari mana?" aku balas bertanya. "Dari si ******, katanya lo... bla.. bla..". Aku nyengir kuda, dan mengiyakan. Terang mereka langsung menjerit histeris (bayangkan cewek-cewek kalau menjerit karena suatu hal remeh tapi menarik bagi mereka), dan memaksaku untuk langsung bercerita "kronologis" dari salah satu bagian kehidupanku itu. Sebelum berecrita, aku terlebih dulu menanyakan salah satu sahabat lain, "Dia dateng nggak nanti?", jujur aku perlu menanyakan hal itu, karena jika ia tahu tentang ceritaku ini, aku yakin dia akan kecewa berat..berat..berat..! Dia akan merasa gagal sebagai seorang sahabat, dia akan menyesal telah jauh dariku, dia akan... Ahh...maafkan aku, kawan...

Lalu, mulailah aku bercerita... dari awal, sampai akhir. Tentang hatiku, tentang perasaanku, tentang perjalananku, dengan dirinya... Dan para sahabatku cukup terpana, seseorang berkata, "Gila, Thipet... nggak nyangka, ya..."

Yup!! Teman-teman yang tahu seperti apa saat aku SMA pasti tidak akan percaya akan ceritaku. Apalagi sahabat-sahabatku dari "dunia itu". Mereka pasti akan marah, kecewa, sebel, menyesal, dll. Aku yakin itu... karena aku dan mereka pernah saling mencintai, dulu... Masihkah kalian mencintaiku, sekarang? Aku tidak tahu... masihkah kalian mau menerimaku sekarang? Maaf...mungkin karena aku merasa ditinggalkan oleh kalian (atau aku yang berlari?). Mungkin aku merasa kalian terlalu melepasku (atau aku yang tak ingin dikekang?). Mungkin karena aku merasa kalian terlalu percaya bahwa aku akan tetap istoqomah di manapun aku berada, mungkin karena kalian terlalu percaya aku bisa menjaga diriku sendiri... Nyatanya tidak, kawan... Aku yang tampak tangguh ini, sebenarnya sangat rapuh... Aku yang tampak selalu jadi penopang ini justru sangat butuh orang lain menopangku... Dan ternyata, bukan kalian penopangku itu... Maaf...

Beruntungya, sahabat-sahabatku yang mendengar cerita ini adalah orang-orang yang bisa menerima sahabatnya dalam keadaan apapun. Mungkin mereka terkejut tentang keadaanku, tapi aku yakin mereka tidak men-judge aku salah. Aku yakin mereka mengerti keadaanku seperti apa. Thanks a lot, sist!! Juga buat "Die", aku salut dengan prinsipmu (yang dulu juga pernah jadi prinsipku). Kamu masih bisa pegang itu, meski berkali-kali terjatuh... padahal seingatku, dulu aku yang sering mengingatkanmu tentang itu, ya... ^_^

Buat yang merasa kecewa denganku, Sorry I can't be perfect... ^_^ Aku memang berubah... berubah banyak. Tapi apakah kalian tahu, aku bersyukur dengan perubahanku ini. Aku berysukur karena Allah mengujiku dengan semua perubahan ini... Karena kini aku jadi bisa lebih dewasa, lebih terbuka, lebih mencinta... ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

1 cuap:

Shanti said...

banyak hal berubah, ya
tapi beberapa tidak, tidak pernah
misalnya, tempatmu di hatiku
=)


ketika kalian bisa nerima gw apa adanya, kenapa gw tidak membalasnya? pun jika suatu hari kalian ga mau lagi nerima gw sebegitunya, gw insya Allah akan tetep nerima itu..

luv u all,dear @Fam.. =)