RSS

Aku ini Cewek Matre, Loh! :p

Kesannya gimana… gituh kalau dibilang cewek matre, alias materialistis atau apalah… Yang ada di benak masyarakat umum, cewek matre pastilah yang suka belanja, jalan-jalan, senang-senang, tapi nggak mau pakai duit dia sendiri. Dan kalau cari pacar atau bahkan teman, selalu cari yang tajir, supaya bisa “dimanfaatkan” untuk memuaskan hobinya itu. Salahkah jadi cewek matre? It’s depend of u…

Lalu, mengapa aku mengakui kalau aku cewek matre? Orang-orang yang dekat denganku pasti akan berkata setuju kalau aku cewek matre. Bahkan salah seorang sahabat cowokku waktu SMA pernah bilang “Lu cewek paling matre yang pernah gue temui!” :D Entah dia serius atau tidak, tapi Ibuku juga mengatakan hal yang sama ;p. Matre atau matreialistis. Yah… dalam hal mencari cowok sepertinya aku memang matre. Suatu hari nanti, aku ingin punya suami yang tajir. Mengapa? Karena aku suka pria yang mau bekerja keras dalam mencari penghasilan sendiri (yang halal tentunya), daripada yang mengandalkan orang tua saja. So, bagi kalian pria-pria yang masih meminta uang pada orang tua, jangan harap bisa jadi cowok-ku J (Aiih… siapa yang mau, gituh… ;p).

Setiap wanita, pasti ingin hidup mapan dan nyaman tentunya, termasuk aku. That’s why aku butuh cowok pekerja keras (yang mau bekerja keras supaya tajir). Demi kenyamanan, kesehatan, keharmonisan, dll. Jangan mau menerima seseorang sebagai pendamping hidup hanya dengan bermodalkan cinta. Dan dengan cinta kita menerima orang tersebut apa adanya. No! Kalau buat aku, cinta boleh lah… tapi tidak dengan cinta aku menerima seseorang apa adanya. Justru karena cinta, aku harus bisa merubah orang tersebut menjadi lebih baik. Termasuk dalam masalah materi. Kalau suatu hari aku bertemu seorang pria yang nggak tajir, lalu kami saling mencintai, aku akan berusaha keras supaya dia tajir, dan dia pun harus mau berusaha tajir demi aku. Maklum, aku kan wanita berwajah sendu (seneng duit :D).

Perempuan baik di dunia ini banyak… banyak banget, malah. Mereka yang mau menerima kondisi suaminya yang pas-pasan dengan ikhlas, mereka yang bisa diajak “susah”, mereka yang senantiasa mau bersyukur atas penghasilan suaminya berapapun itu, mereka yang bahkan ikut membantu sang suami mencari penghasilan. Wanita-wanita seperti itu banyak sekali… Namun buat para cowok, nih… terutama yang masih punya penghasilan pas-pasan atau bahkan belum punya penghasilan sama sekali, apa salahnya kalian “MENTAJIRKAN DIRI” demi seorang wanita yang teramat kalian cintai? Meski wanita itu tidak menuntut macam-macam pada kalian. Uang dan harta harus banyak, tapi cara penggunaan kan terserah saja. Punya banyak uang tapi tetap hidup sederhana itu bahkan sangat bagus… ^_^

Tajir itu, punya banyak keuntungan. Pertama, yang pasti kalau kita ada kebutuhan mendadak seperti ada keluarga yang sakit, kita nggak perlu kelabakan cari pinjaman uang. Kedua, kita bisa lebih banyak memberi pada orang-orang yang membutuhkan, kita bisa lebih sering zakat. Karena memberi adalah salah satu obat penyakit hati. Memang memberi itu tidak selalu dengan uang dan harus dengan tulus, tentunya. Bisa saja dengan uang yang dimiliki, kita membuka lapangan pekerjaan lalu mempekerjakan orang-orang disekitar kita yang membutuhkan pekerjaan. Ketiga, kita bisa membeli apapun yang kita butuhkan (bukan hanya yang kita inginkan loh, ya. Itu namanya konsumtif!). Seperti makanan yang sehat, vitamin, suplemen tubuh, pakaian pantas, buku, kendaraan yang nyaman, dll. Dan masih banyak keuntungan lainnya kalau kita tajir.

Uang memang bukan segala-galanya. Namun, segala-galanya belumlah lengkap tanpa uang.. hehe.. :D bercanda,ding! Maksudnya, uang memang bukan segala-galanya jika tidak disyukuri. Dan bagaimana cara mensyukuri itu? Ah, banyak orang yang lebih tau dibanding aku. Kalau menurutku, cara mensyukurinya dengan memanage uang itu sesuai porsi dan tempatnya. Sekian rupiah untuk makan, sekian rupiah untuk pendidikan, sekian rupiah untuk keperluan pribadi, sekian rupiah untuk memberi pada orang lain, sekian rupiah untuk ditabung, sekian rupiah untuk lain-lain. Atur-atur sajalah... :p

Yup! Itulah mengapa kita harus jadi orang tajir! Eits..., tapi meski aku pengen punya suami tajir dan aku matre, tapi bukan berarti aku hanya mengandalkan sepenuhnya penghasilan suami loh, nantinya. Aku paling anti ditraktir-traktir terlalu sering sama cowok! Apalagi cowok itu lagi pedekate sama aku, misalnya. Kalau kalau untuk event-event spesial, seperti ulang tahun, itu sih ga masalah... :p Aku harus punya penghasilan dan tabungan sendiri. Karena itu adalah salah satu penilaian dari harga diri perempuan. Karena dengan itulah seorang wanita menjadi lebih percaya diri. Karena dengan itulah seorang wanita akan merasa dirinya berharga. Ini bener loh, secara psikologis.

Para wanita, memang boleh mencari suami tajir. Harus, malah! :D Tapi jangan turunkan harga diri kalian hanya dengan menerima uang dari suami. Kalau terbentur dengan urusan keluarga dan rumah, itu sih bisa diatur. Banyak kok pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah. Jadi penulis, translater, progammer, atau membuka usaha sendiri seperti menjahit dan buka toko kelontong. Tentunya, dengan tidak terlalu memikirkan berapa penghasilannya (jika dengan penghasilan suami sudah cukup). Tidak perlu menuntut diri ingin lebih berhasil dari suami lalu terus-menerus bekerja (meski di rumah), hingga urusan rumah berantakan. Yang penting, ada kegiatan dan bisa punya penghasilan sendiri meski sedikit. Kalau suami melarang? Humm...rata-rata pria di Indonesia memang seperti itu sih... (nggak semua loh, ya). Masih minder kalau istrinya lebih pintar, lebih sukses, lebih tajir. Kenapa ya? Hingga banyak dari mereka yang melarang istrinya bekerja. Dengan alasan, lebih baik harus ngurus rumah lah, ngurus anak lah, ngurus suami lah, dll. Istilah kasarnya sih, siang hari dukurung di dapur malam hari diperkosa di kasur. Kalau gitu,sih... makanya sebelum nikah cari suaminya bener-bener! Jangan sampai dapet yang seperti itu :p

Humm..udah banyak ya, tulisannya. Yah...uraian di atas jangan dianggap sebagai sesuatu yang dipukul rata. Nggak semua wanita seperti itu, kok. Ada juga wanita-wanita yang memang lebih suka diam di rumah dan mengurus keperluan keluarga… Untuk para pria, carilah wanita yang sesuai kriteriamu. Untuk wanita, carilah pria yang sesuai kriteriamu. Yang sepaham, agar bisa meminimalisir masalah yang akan muncul nantinya. Aduuh… plisss, deh! Gue sok tua banget gitu loh…! Padahal kan gue belom nikah… :D



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

5 cuap:

kadalx said...

bro... cewek matre harganya berapaan seh... :p

gw berapa kali pacaran ma cewek matre.. gw kibulin smuanya.. akhirnya.. gw juga yang selalu di bayarin...

myfirstday said...

cewek bekerja di rumah? aku setuju banget nih.. ;)

Perjalanan Hajiku said...

hebat dunia maya, ya. Dari penulis buku
40 Hari Di Tanah Suci.

prameswi mer said...

Kadalx : udah ngibulin, minta duit, bangga,cwo gak tanggung jawab ckckckck

prameswi mer said...

Kadalx : udah ngibulin, minta duit, bangga,cwo gak tanggung jawab ckckckck