RSS

Novel Detektif

Kemaren waktu jalan-jalan bareng nak HAAJ di Pasar Festival, sempat mampir ke sebuah toko buku yang menurutku unik. Di sana dijual banyak buku-buku yang termasuk langka. Yang jarang banget bisa ditemuin di toko buku biasa. Kebanyakan buku impor memang. Tapi tetap menarik, kok. Plus harganya murah pula.

Terus, aku nemu buku di samping ini. Duuhhh... Jadi kangen. Pertama kali baca buku ini waktu SMP pas di Semarang dulu. Itu pun bukunya nemu di ruang Tata Boga waktu mau praktek masak. Judulnya "Misteri Jam Menjerit". Tuh buku ditemukan dalam keadaan sekarat, udah sobek, plus jamuran! Tapi akhirnya buku temuan itu kubawa pulang.

Sejak saat itu, malah jadi ketagihan. Dan mulai berburu buku-buku karangan Alfred Hitchcock itu. Banyak banget serialnya. Dan aku suka semua. Dibanding "5 Sekawan", "STOP", atau cerita detektif remaja sejenisnya, aku emang paling suka "Trio Detektif" ini. Mulai dari situlah aku jadi sering baca Agatha Christie, Sir Arthur Conan Doyle, dan novel detektif lain.

Dan karena suka cerita detektif itulah, aku membuat novel pertamaku yang judulnya: "The Case". haha... itu novel nggak pernah selesai sampai sekarang. Ceritanya tentang 10 orang profesor yang sedang membuat sebuah senjata nuklir. Senjata itu bisa jadi pendamai dunia, tapi juga pengacau. Nah, ada seorang pembunuh bayaran, yang mulai membunuh satu per satu profesor itu. Ternyata ia dibayar oleh salah seorang profesor tadi. Tapi siapa?

Yang menjadi detektif di sini adalah puteri salah seorang Profesor bernama Sharon (namanya gue ambil dari 'marga' gue sendiri: Syahroni, Haha ^o^), dan seorang putera kepolisian, namanya lupa :p. Kasus berlanjut sampai akhirnya profesor yang tersisa harus bersembunyi di salah satu pulau terpencil untuk menjauh dari si pembunuh. Namun ternyata bahaya makin mengintai mereka dan kedua detektif itu.

Bagaimana kelanjutannya? Aku juga bingung untuk bikin kasus rumitnya.... hahaha :)) Ada yang punya ide?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Playboy Surga

Emang ada? Humm... Itu istilah yang sempat "hot" di kalangan cewek fisika. Berawal dari curhat seorang teman berjilbab lebar (istilahnya 'akhwat'), tentang seorang Primus (pria musala alias 'ikhwan') yang hobi Tepe-Tepe a.k.a Tebar Pesona.

Aku yang dulu juga pernah di dunia itu, hanya tersenyum mengerti. Memang banyak kok, ikhwan-ikhwan yang rajin ngaji, shalat, ikut kajian ini itu, ngisi kajian kesana kemari, menyebar kebaikan dan kebajikan, berkoar-koar tentang "jaga hati" agar tak terkena VMJ (aktifis dakwah pasti tahu itu), toh kalau bertemu kamu Hawa, tetap saja begitu. Ah, begitu bagaimana? Buat yang setengah ikhwan (dikenal dengan 'bakwan'), biasanya masih suka ngobrol ngalor-ngidul dan curhat-curhatan sama cewek atau akhwat. Buat yang 'tiga perempat' ikhwan (ga tau istilahnya), biasanya cuma berani lewat sms aja (apalagi ke akhwat yang ditaksirnya), pura-pura tanya tugas atau aktifitas dakwah, sampai sok ngingetin waktu shalat (halah, basi banget ini). Kalau yang ikhwan beneran? Wah, ini lebih terselubung lagi. Biasanya pura-pura sms yang isinya ayat Qur'an dan Hadist. Dikirimnya juga nggak ke satu orang saja, supaya nggak ketahuan (O-ow, kamu ketahuan...-Matta Band-).
Itulah yang sering dikeluhkan teman-teman akhwatku. Atau, kalaupun para ikhwan itu sangat menjaga jarak dengan para akhwat, tapi kalau berhadapan dengan 'cewek', mereka jadi lebih terbuka dan 'penjagaan'nya kurang.
Mari kita coba lihat dari sisi lain. Sisi di mana ikhwan juga makhluk yang berkecenderungan mencintai lawan jenis. Lupakan apakah ia aktifis dakwah, aktifis kampus, aktifis partai, aktifis "green peace", aktifis apapunlah. Ia, tetaplah seorang pria. Seperti postinganku sebelumnya di "Naluri Pria", cukup jelas disebutkan bahwa pria memang ingin 'keliatan' di mata wanita. Ia ingin merasa berjasa, ia ingin dibutuhkan, ingin tampak hebat, de-el-el. Seperti itulah pria normal. So, wajar saja kalau para ikhwan juga begitu. Se-alim apapun pria, bahkan yang kalau bicara dengan wanita sambil nunduk atau membelakangi, di hatinya juga masih ada rasa deg-degan dan ingin 'keliatan'.
Hal seperti di atas pun tidak hanya berlaku pada pria, tapi pada wanita juga. Wanita yang suka diperhatikan, ingin dicintai, ge-eran. That's normal, right? Fitrah itu, tak bisa ditolak. Ia hanya bisa dikendalikan. Dan sepertinya kita tidak perlu mengeluhkan fitrah itu selama masih berada dalam koridor norma dan agama. Tapi kalau di-cap Playboy Surga, mau?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Kontrol Tuhan

Kemarin sempat mendengar anekdot seperti ini: Tuhan bisa mengatur semua hal yang ada di semesta. Hanya satu yang tidak bisa dikontrol Tuhan, yaitu uang. Karena tiap agama membutuhkan uang.

Well, dengan tidak bermaksud menyinggung SARA dan memancing pertengkaran ^_^v

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Sempurna

Seperti biasa, sering terjadi percakapan-percakapan nggak penting di kampus. Seperti pada suatu hari.

Teman : "Pet, tipe cowok yang lu pengen untuk jadi suami kayak gimana?"
Aku : "Yang ganteng, postur tubuh tinggi, tajir, cerdas, berpendidikan, pekerja keras, bertanggung jawab, ramah, humoris, cinta sama gue, bisa ngertiin gue, mau bantu-bantu urusan rumah, tegas, romantis, penyayang, terus..."
Sekilas kulirik wajah temanku yang sudah pasang tampang ilfeel itu.
Teman : "Lu mau beli di toko mana?!" tanyanya sebal.

Tak perlu disangkal, seringkali 'para pencari pendamping' memang sudah membuat daftar list syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi sang 'calon pendamping' nanti. Baik ditulis secara resmi di sebuah catatan atau hanya dicatat dengan rapi dalam memori otak. I said, that's normal! Kita manusia yang selalu punya impian, bahkan untuk memimpikan sesosok manusia. Yah, meski tak bisa dipungkiri, syarat-syarat itu juga masih bisa muncul dari kanan-kiri. "Nak, cari suami yang profesinya -xxx-, ya. Gajinya gede." atau seperti ini, "Nak, cari istri yang penurut dan bisa ngurusin kamu, ya.". Itu baru dari ortu. Belum dari adek, kakak, sepupu, keluarga besar, waaahhh....!

Nantinya, saat sudah susah-susah cari dan akhirnya dapet, pasti masih juga dikomentarin. Mulai dari masalah agama sampai bau badan, bisa dijadikan bahan untuk "coba pikirkan kembali". Aaahhhh....sulitnya... Untuk para pria, biasanya mensyaratkan sosok istri yang pintar masak. Oh guys, kalian itu cari istri atau cari koki untuk usaha katering? (cara ngeles wanita yang tak bisa masak ^_^v)

Terlalu banyak mengajukan syarat untuk 'calon pendamping', bisa memiliki dua arti. Pertama, berarti sama saja dengan mengajukan syarat untuk diri sendiri. Misal kita sudah bertemu Mr/Ms. Perfect, of course dia juga akan berfikir, "Lu punya apa untuk jadi pendamping gue?". Kalau kita hanya sosok biasa-biasa saja (apalagi dibawah biasa), memangnya dia mau? Setidaknya, minimal kita punya 'harga' yang sama dengan dia. Kedua, berarti sama saja dengan menunjukkan keegoisan diri sendiri. Siapa sih, yang mau jadi pendamping orang egois? Kamu mau di-cap egois?

Seringkali kita mencari sosok yang sempurna, namun percayalah, bahwa sebenarnya bukan kesempurnaan itu yang kita inginkan. Aku cukup percaya, Lelaki baik-baik untuk wanita baik-baik. Wanita baik-baik untuk lelaki baik-baik. Meski kata 'baik' itu berarti sangat luas. Dan tentunya dengan tidak melupakan adanya kesamaan prinsip, visi, misi, dll. Yah, apa salahnya memperbaiki diri?

Teman : "So, apa kriteria calon suami yang lu pengen? Gue serius!"
Aku : "Hmm...Cukup dia taqwa sama Allah, punya cinta, sayang, hormat, dan tanggung jawab pada keluarga."
Aku tersenyum puas atas jawabanku sendiri. Tapi si Teman masih tetap menatap ilfeel.
Teman : "Itu sama susahnya, Neng! Lu mau beli di toko mana?!"


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Izin Libur

Berhubung si Leptok (nama laptopku) lagi 'sakit', jadi mau dibawa sama Bapak ke tempat asalnya dulu. So, tanpa si Leptok aku tak bisa nulis posting plus nge-net. Libur dulu, deh. Sampai waktu yang tidak diketahui. Mudah-mudahan aja cepet. Huhu... Bagaimana hari-hariku tanpa si Leptok ;( Sedih sekali... >_<

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Kisah Seorang Wanita

Ia lahir di sebuah keluarga yang cukup berada. Ayah Ibunya bekerja sebagai pedagang ikan yang sukses dan terkenal di seantero kota kecil itu. Gampangnya, tinggal sebut nama si Ayah, orang-orang di kota itu pasti kenal. Masa kecilnya dilalui dengan hidup yang serba berkecukupan. Apa-apa dilayani, ingin ini-itu dikabulkan. Ditambah dengan parasnya yang cantik dan berkulit putih (maklum, ayahnya blasteran Belanda), sifatnya yang ramah dan menyenangkan, membuatnya disukai oleh siapa saja. Meski begitu dia juga tomboy dan terkadang suka bertindak seenaknya sendiri.

Dengan otaknya yang encer, ia berhasil masuk SMP favorit. Sayang, di saat ia melalui masa ABG-nya, Ayahnya mendapat musibah. Usahanya bangkrut, hutang dimana-mana, seluruh kekayaan habis. Keluraga terpandang itu, harus terpuruk. Rumahnya yang besar harus dijual dan mereka mengontrak sebuah rumah panggung nyaris runtuh yang terbuat dari bilik. Gadis belia yang punya sifat gengsian ini tidak ingin teman-temannya tahu tentang keluarganya. Ia masih tetap berpenampilan seperti seorang putri. Pakaian, sepatu, tas, semua serba bagus. Namun ia tidak pernah mengajak teman-temannya datang ke rumahnya karena malu. Yang ada di pikirannya hanya, "Aku harus pintar, maka orang lain tidak akan memandangku rendah,". Karena itulah peringkat tiga besar tak pernah lepas dari tangannya.

Ayahnya yang depresi, melarikan diri ke hal-hal berbau mistik dan wanita. Percaya pada dukun, dan nikah lagi berkali-kali. Dengan alasan, "Kata dukun, kalau mau kaya lagi harus nikah berkali-kali." Sebuah alasan yang sangat tidak logis bagi si gadis. Rasa malu-nya semakin bertambah saat teman-temannya tahu tentang keluarga mereka dan sering meledeknya.

Beranjak SMA, ia pergi dari kota kecilnya. Sekolah di luar kota dan jauh dari semua hal yang menyangkut keluarga. Melarikan diri? Mungkin saja. Ia pergi, dengan rasa cinta pada ibu dan keenam adiknya dan rasa benci pada ayahnya.

Melewati masa remaja di kota kembang tanpa keluarga, membuatnya merasa bebas, namun tetap belajar bertanggung jawab. Seluruh waktunya dihabiskan untuk belajar dan berteman dengan banyak orang. Ia bahagia dengan dunianya. Hingga saat kelas dua, sebuah telegram mengabarkan ayahnya meninggal. Hatinya langsung remuk redam Sebenci apapun gadis itu pada Ayahnya, masih tetap ada cinta di hatinya. "Itu pertama kalinya aku patah hati." tuturnya suatu hari padaku.

Semenjak ayahnya tiada, sebagai putri sulung ia menjadi tulang punggung keluarga. Sembari kuliah ia bekerja di sebuah perusahan asing dengan gaji lumayan. Menghidupi seluruh seluruh keluarganya.

Suatu hari, ia bertemu dengan seorang pria dan saling jatuh cinta. Sayangnya, cinta mereka yang teramat dalam, mesti dipisahkan oleh perbedaan agama. Satu minggu setelah ia menikah dengan pria lain yang muslim, kekasihnya itu menelpon dan berkata, "Kini namaku sudah berganti Muhammad." Makin syok-lah gadis itu. Namun ia tidak menyesal dengan keputusannya. Ia tetap tegar menghadapi semuanya. Mencoba mencintai semua hal yang ia miliki.

Kepintarannya membuat ia lulus dalam seleksi beasiswa melanjutkan sekolah ke Eropa. Berbagai macam tes dijalani dan semuanya lulus. Hingga tes terakhir tentang kesehatan, ia dinyatakan hamil. Dan buyarlah rencana sekolah di Eropa itu. Kehamilan anak pertama cukup membuatnya stress, namun karirnya yang melesat cukup menghiburnya. Sayangnya, setelah anak pertama lahir, sang suami mengeluarkan perintah, "Berhenti kerja, urus anak dan rumah.". Makin hancurlah hatinya. Semua yang menjadi impiannya buyar. Sekolah tinggi dengan nilai sangat baik, apa gunyanya jika kembali ke dapur?, begitu pikirnya.

Hingga kini, wanita itu masih mengabdikan diri pada suami, anak, dan keluarganya. Sudah bisa menerima semua takdir yang Tuhan garisan untuknya. Membuatnya memiliki banyak cinta yang berlimpah dan tak pernah habis. Mengikuti jejak ayahnya, ia pun menjadi pengusaha kecil-kecilan dengan berjualan pakaian butik dan persewaan peralatan pesta. Plus berbagai macam kegiatan sosial.

Wanita itu... adalah ibuku. Anak yang dikandung dan mengacaukan banyak cita-citanya, adalah aku.

Untuk seorang Ibu yang pernah bercita-cita untuk tidak menjadi seorang Ibu. Selamat Ulang Tahun, Bu. Aku sangat mencintaimu... ^_^


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Iseng

Iseng-iseng ikut kuis ini...
Ternyata aku ini tipe Puteri....



Which Disney Princess Are You?

You are Cinderella. You are hard-working and never complain, however, your trust is sometimes misplaced and people sometimes take advantage of you. Still, you are beautiful inside and out, and one day you will realize it and find true love.
Find Your Character @ BrainFall.com
Hehe .... :D

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Naluri Pria

Beberapa teman cowok sering protes karena sifatku yang terkadang suka memanfaatkan kaum mereka. Minta tolong ini itu, pinjam itu ini, antar kesana-kemari, dll. Mereka bilang, "Lu jadi cewek gitu banget, sih?". Belum lagi kalau narsis dan matre-ku kumat. Hoho...sudah ilfeel duluan mereka. Tapi, mereka enjoy-enjoy saja tuh berteman denganku. Meski sering kupalakin macam-macam :D

Pernah dengar quote: "Naluri wanita adalah ingin dicintai. Naluri pria adalah ingin dibutuhkan." So, kalau dipikir-pikir, naluri pria itu sesuai dengan prinsip "asas manfaat" yang selama ini kupegang, kan? Toh, mereka ingin dibutuhkan, dan aku butuh bantuan mereka. Klop sekali... Hoho... ^o^

Aduh, ini postingan nggak jelas ditengah tugas dan uas yang melanda...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Deadline Akhir Tahun

Banyak orang sudah punya rencana macam-macam menjelang akhir tahun untuk menyambut tahun baru nanti. Ada yang mau pergi bareng keluarga, temen, pacar, dll. Atau berencana untuk merenung dan mengevaluasi diri. Pastinya, pergantian tahun tidak ingin terlewat begitu saja.

Bagiku juga sama. Menjelang akhir tahun ini cukup 'spesial' dengan berbagai macam tugas plus kerjaan yang harus selesai sebelum tahun baru nanti. Pertama, novel ketigaku. Mas Editor sudah teriak-teriak dari dua bulan lalu agar naskahku cepat-cepat diselesaikan. Masih terngiang perkataan beliau sebulan lalu, "Janji loh, ya? Akhir tahun kamu datang ke sini (kantor penerbit) jangan cuma buat main doang. Tapi bawa naskah!". Insya Allah....

Kedua, tugas kampus. Proyek simulasi alat dengan EWB. Presentasi dan makalah Listrik Magnet. Makalah dengan tema aplikasi fisika apapun untuk kuliah Komputasi Fisika. Tugas Medan Elektronika I.

Ketiga, HAAJ. Aku sudah janji akan membuat desain pamflet dan kalender 2008 versi HAAJ. Sebuah janji nggak jelas karena aku sama sekali nggak bisa desain.

Tapi tetap harus SEMANGAT!! ^o^/


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Sahabat v.s Pacar

Pilih Mana?

Aku punya keduanya. Dua-duanya cowok (pastinya, karena aku cewek normal yang nggak mungkin punya pacar cewek), dua-duanya tinggal di kota yang sama namun tidak satu kota denganku, dua-duanya pria cerdas, dua-duanya punya banyak fans cewek karena kebaikan hati mereka, dua-duanya nggak ganteng (piss... ^_^V). Sayangnya, karena satu dan lain hal, dua-duanya tidak bisa berteman baik bahkan hanya untuk berbincang ringan. Jadi, jika ingin bertemu sahabat, harus tinggalkan pacar, begitu pula sebaliknya. Aku yang capek.... :p Padahal jarang sekali aku datang ke kota mereka dan tidak bisa tinggal lama.

Tentang sahabat. Kami bertemu saat duduk di bangku SMA. Dan persahabatan mulai terjalin karena banyak kemiripan diantara kami berdua. Sama-sama satu kelas, sama-sama hobi jalan-jalan, sama-sama cuek sama pendapat orang, sama-sama jail, sama-sama berkepribadian unik, sama-sama sok punya sixth sense yang bisa menebak karakter atau nasib seseorang, dan kami bisa saling mengerti apa-apa yang ada di dalam benak meski tanpa berkata-kata.

Aku selalu bisa tertawa bila bersamanya. Meski orang-orang lebih mengira kami bertengkar karena sering memperdebatkan hal-hal remeh yang nggak penting, tapi sebenarnya karena kami sama-sama nggak mau kalah (tuh kan, sama lagi). Kami juga sering bermimpi akan masa depan, menciptakan angan-angan tentang dunia kami. Menyenangkan ^_^. Tertawa bersamanya selalu terasa membahagiakan. Eh, dia pernah juga membuatku menangis. Hanya satu kali, dan itu membuatnya sangat menyesal dan minta maaf berkali-kali. Hihi... Aku selalu ingat itu :p

Suatu hari, dia pernah berkata, "Gua seneng kalau lagi sama lu. Gua bisa jalan-jalan, ketawa-ketawa, stress gua ilang. Tapi sebuah hubungan serius nggak akan bisa berjalan kalau isinya cuma seneng-seneng doang. Pasti ada sedihnya, ada nangisnya. Dan gua nggak mau itu terjadi sama lu. Kalau sama lu, gua pengen kita seneng-seneng dan ketawa bareng aja."

Dan aku tersenyum, setuju. Aku pun ingin persahabatan tetap seperti ini saja ^_^.

Berlanjut tentang pacar. Jujur saja, saat awal bertemu, aku yang pertama duluan pdkt sama pria itu. Bukan karena cinta atau naksir, tapi karena urusan bisnis! Dia adalah orang yang cukup kompeten untuk bisa melancarkan urusanku. Hehehe... :D (Aku wanita cerdas penganut 'asas manfaat'). Saat bisnisku ternyata tidak lancar dan aku malas melanjutkan, kutinggalkan saja dia. Namun ternyata eh ternyata, gantian dia yang pdkt. Hihihi... :p

He is a nice man. Meski sudah berkali-kali aku bilang kalau dirinya hanya aku manfaatkan, tapi dia tetap saja mau menemaniku. Dia sendiri sering bilang, "Kamu itu matre, suka ngerepotin, jutek, nggak romantis, manja, cuek...". Entah bodoh atau cinta buta, aku nggak ngerti. Hanya saja, aku nyaman saat bersamanya. Dia yang mengajarkan aku untuk selalu jujur pada diri sendiri. Dia yang bisa membongkar ke-introvert-anku. Namun berbeda dengan sahabat, saat bersamanya, aku terlalu sering menangis.

Dia mengajarkanku banyak hal. Mulai dari belajar fisika kuantum (nggak romantis banget pacaran malah ngobrolin fisika kuantum, yak?), sampai belajar masak. Maklum sodara-sodara, pria ini koki yang cukup handal, sedangkan aku cuma bisa masak yang instan-instan saja :p. Dari dia juga aku belajar banyak hal penting tentang pola pikir pria, hingga aku mengerti bagaimana seorang wanita bisa menjaga dirinya sendiri dari serbuan ganas kaum adam (langsung dari sumbernya, bo!). Bagiku, dari awal hingga sekarang bersamanya, adalah sebuah proses pembelajaran yang berharga. Hanya satu yang aku kurang suka darinya, dia hampir selalu bisa melakukan semuanya sendiri.

Opini sahabat tentang pacarku, "Kok dia selalu jutek banget sih sama gue? Emang dia nggak ngeliat gue ada di sebelah lu apa?". Aku nyengir, "Dia cemburu, dudul!"

Sedangkan opini pacar tentang sahabatku, "Aku nggak akan pernah bisa masuk ke dunia kalian. Setiap kalian berdua ketemu, kalian selalu ngobrol dan heboh berdua. Seolah-olah kalian menciptakan dunia sendiri tanpa seorang pun bisa memasukinya." Aku terdiam.

Hhhffff.... Kalian berdua pria istimewa buatku.

Humm...cerita diatas cocok banget buat novelku berikutnya yah?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Mendadak Artis

Minggu, 2 Desember 2007. Aku datang ke acara seminar kepenulisan yang diadakan oleh FEM IPB. Baru saja sampai ke auditorium rektorat tempat diadakannya acara, aku langsung terpukau oleh peresembahan puisi dari Bapak Taufik Ismail. Judulnya kalau nggak salah, "Kupu-kupu Dalam Buku". Oooh...sungguh menggugah!

Aku yang terkagum-kagum dan terbengong-bengong sampai tidak sadar saat diingatkan seorang panitia, "Mbak, silahkan duduk di depan. Sebentar lagi sesi ke-dua.". Benar sodara-sodara, kali ini aku datang ke seminar penulis bukan sebagai peserta seperti biasanya. Tapi sebagai pembicara!! Oh, Gosh... Jiper sekali jika aku harus bercerita tentang kepenulisan setelah Taufik Ismail bercerita tentang pengalamannya di dunia tulis-menulis! Hiks..hiks.. Jomplang! Nggak level! But the show must go on! ^o^/ Dan akhirnya dengan style-ku sendiri (yang sok norak padahal nervousnya ampun!), berceritalah aku tentang tulis-menulis. Cara, tips, trik, dll, kupas tuntas.

Setelah aku tampil (ciee...) bersama seorang editor dari Gramedia dan seorang Dosen IPB yang menyuguhkan topik tentang Karya Ilmiah, ada sesi ke-tiga yang diisi Dyan Nuranindya (kenal "Dealova", kan?), Dhony Dirgantara (Ga gaul kalau nggak kenal "5cm"), dan Habbibburahman El Shirazy ("Ayat-Ayat Cinta" gitu lowh..). (Maaf kalau penulisan salah). Aku makin jiper dan sadar diri diantara mereka semua, aku yang paling nggak terkenal. Huu...hu...inilah akibat nggak konsisten menelorkan karya v_v.

Acara finish, aku sudah siap-siap pulang. Tapi ternyata eh ternyata, beberapa peserta berdatangan "Mbak, minta tanda tangan, dong. Mbak, minta foto, dong..." Haaa?? Dan akhirnya, jadilah aku artis dadakan yang dikerubutin para fans! (noraknya kumat). Satu selesai, datang rombongan lain. Berganti-ganti, bahkan ada yang berebutan. Yang lucu, kalau fans cowok pada minta foto berdua aja. Hihi... ;p Maklum, aku kan...(nggak mau narsis ah... ^.^). Seneng banget datang ke acara ini.

Yang lucu, saat para fans (uhuk!!) ribut-ribut memanggil "Mbak Rhein...Mbak Rhein...", eh...temen-temen SMA-ku juga datang dan berteriak "Tipheettt!!!". Aaah... Menurunkan pasaran. Hahaha ^o^

Berikut foto-foto narsisnya... ^_^


-Pak Taufik Ismail dengan puisinya- -bareng moderator gokil-


-Raja dan para Selir. Eh, ga ding, -sama beberapa fans ;p-
itu aku, Mas Dhony, Dyan-


-aku, Mbak Ike (editor gramedia),
Dyan, Mbak Vera (editor Gramedia)-



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

On Time!

Aku mulai belajar disiplin waktu dari rumah pastinya. Bapak-Ibu paling anti sama yang namanya ngaret. Apalagi kalau janjian sama orang lain. Meski sering kali dikecewakan karena orang yang diajak janjian itu hampir selalu ngaret dengan alasan, maklum Indonesia. Huh! Kalau dimaklumi terus, kapan Indonesia mau maju? Betul tidak, sodara-sodara?

Beranjak SMP, aku masuk SMP 2 Semarang yang sangat-sangat menerapkan disiplin. Mulai dari warna tali sepatu sampai bentuk jepit rambut dan kaos dalam, diatur dalam "undang-undang" ketertiban siswa. Apalagi dalam disiplin waktu. Udah mah masuknya jam 06.45 (bukan 07.00 seperti sekolah biasa), telat 1 menit aja kena hukum. Nggak ada toleransi! Pernah dalam satu caturwulan (belum zaman semester waktu itu), aku terlambat 2 kali, dan ortuku langsung dipanggil. Bayangkan sodara-sodara, 1 caturwulan itu 4 bulan dan terdiri dari kurang lebih 120 hari. Aku telat 2 hari, langsung jadi kasus. Tapi itu berhasil banget membuatku sangat menghargai waktu.

Sayangnya, saat SMA aku masuk DKM (Dewan Kerja Masjid) alias Rohis yang mengajarkanku bagaimana itu ngaret! Jujur, aku kaget banget waktu tahu betapa ngaretnya temen-temen di Rohis itu. Saat kutanya kenapa (tanya kenapaaaaa????), jawab mereka, "Aaah...itu mah emang udah biasa..." Gendek banget!! Sungguh miris memang, sekumpulan orang yang mengaku ingin menegakkan Islam tapi nggak bisa menghargai waktu. Padahal Islam saja mengatakan kalau waktu itu bagaikan pedang, bisa membunuh kalau disia-siakan.

Dan jujur lagi, hal seperti itu masih berlanjut sampai saat ini. Masih banyak yang mengaku organisasi Islam tapi kalau janjian ngaretnya naudzbillah. Entah untuk rapat, mau ngadain acara, dll. Oh, I see.... mereka emang para aktifis yang terlalu aktif sehingga terlalu sibuk. Makanya, sekarang ini kalau janjian sama para aktifis itu, aku sering mengaretkan diri. Bukan ikut-ikutan, tapi kupikir, daripada waktuku habis menunggu mereka, lebih baik aku ikutan ngaret dan melakukan sesuatu yang lebih berguna sebelumnya. Setuju tak?

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Nasib Anak Kos...

Huaaa.... >_<
Aku rindu rumah...

Satu minggu di kos-an, selama itu pula daerah kepalaku bagian kanan sakitnya nggak ketulungan. Terkadang sakitnya bisa menyentak seperti kalau kejedot sudut meja atau tembok. Ugh... sakitnya... tak tertahankan. Dan itu kambuh berkali-kali dalam sehari. Kata teman-teman, itu namanya migrain. hiks..hiks.. Entahlah apapun namanya tetap saja menyiksa.

Finally, aku beli obat. Biasanya kalau cuma pusing-pusing nggak pernah minum obat. Karena sebenarnya obat itu berbahaya. Cukup makan banyak dan bergizi, serta istirahat cukup! Namun kalau di kosan susah sekali menerapkannya. Makan banyak? Bisa, hanya saja di warteg atau warpad (warung padang), yang banyak itu justru nasinya, bukan lauknya (padahal yang mengandung banyak gizi itu lauknya kan?). Bergizi? Ah, makanan warung tidak se-terjamin gizi di rumah. Lalu, istirahat cukup? Oh...Mahasiswa pasti sangat mengerti kalau menjelang akhir semester begini tugasnya bejibun naudzubillah... Jadilah, aku beli obat. Yang katanya bisa jadi katalis dalam penyembuhan...

Namun ternyata sodara-sodara... aku salah beli obat! Harusnya beli obat migrain, cuma beli obat pusing biasa. Jadilah nggak sembuh-sembuh. Habisnya di kampus nggak ada yang jual. Kalau musti ke apotek atau supermarket lumayan jauh.

Beginilah nasib anak manja. Aku ingin ke rumah, makan-makanan bergizi yang selalu tersedia tepat di waktu makan. Kalau sakit ada yang merhatiin. Butuh obat, ada lengkap di kotak obat.
Untuk sementara waktu, mungkin satu minggu ke depan, aku off dulu nulis blog yah... Nunggu sembuh... See you...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian "aku bahagia..."

Jenuh...

Ternyata hati, tak bisa berdusta
Meski ku coba, tetap tak bisa
Dulu cintaku, banyak padamu
Entah mengapa, kini berkurang

Maaf, aku jenuh padamu
Lama sudah kupendam
Tertahan dibibirku
Mauku tak menyakiti
Meski begitu indah
Ku masih tetap saja....
jenuh ....

Taukah kini, kau kuhindari
Merasakah kau? ku lain padamu
Cinta bukan hanya cinta saja
Sementara kau merasa cukup
-Rio Febrian, Jenuh-


Sebuah obrolan tentang cerita seorang teman yang baru saja putus, berlanjut...
"Kalau aku sih pengen sama kamu terus. Gimana dong? kalau kamu sendiri?"

Aku terdiam... -_-

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Emergency Call Only!

Banyak yang bilang aku sombong, ga care, ga mau menjalin silaturahmi, dll, dsb, dst. Dalam hal ini, terutama jika berhubungan via telpon atau hp. Teman atau kenalanku yang bilang seperti itu beralasan karena aku sangat jarang sekali mengubungi mereka. Kalau pun mereka yang menghubungiku, lama sekali aku membalas bahkan terkadang tidak sama sekali. Dan kalaupun membalas, hanya jawaban singkat yang terkesan jutek.

Cuma ingin konfirmasi, aku bukan orang yang kebanyakan pulsa hingga sering sekali ber-sms ria tiap menitnya. Bukan pula anak autis yang sering ber-telepon ria sampai kuping panas. So, aku mempergunakan media komunikasi itu hanya untuk hal-hal yang penting saja. Hal urgent yang harus diketahui saat itu juga! Jangankan teman atau kenalan. Keluargaku saja sangat jarang sekali menghubungi jika aku sedang pergi lama atau di kostan. Paling mentok sms yang isinya sudah bisa ditebak: "Kapan pulang?"

Jika hanya untuk bertanya kabar, hal-hal astronomi, tips menulis, dan lainnya yang masih bisa untuk ditunda jawabannya, bisa via email, atau chat di YM, bisa ngobrol sampai puas. Mau ngalor-ngidul-ngulon-ngetan juga okelah...Toh, hampir tiap hari aku on-line di dunia maya. Bisa juga mengirim pesan via shout box di blog ini.

So, melalui blog ini aku minta maaf pada semua yang merasa telah ku-dzolimi karena sikapku. Plus maaf pula jika aku sering pelit dalam memberikan nomor hp. Kecuali jika memang ada urusan bisnis. Hehe... Kesannya untung-rugi banget, yah? :D

Maaf ya... ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Banyak Jalan Menuju Surga

I. Chat YM!
Pria S : Kamu mau dipoligami?
Aku : Ya enggaklah!
Pria S : Kenapa? biasanya anak tarbiyah kayak kamu mau dipoligami.
Aku : Hmm...lebih pada masalah perasaan dan ego, sih...
Pria S : Imbalannya surga, loh..
Aku : Banyak jalan menuju surga. Nggak harus dengan poligami juga bisa, kok.
Pria S : Aku juga nggak setuju sih, sama poligami. Takut nggak bisa adil.

II. Sekret Himpunan nan riuh oleh pria.
Aku : Eh, lu semua setuju nggak sama poligami?
Pria 1 : Loh, kan kita emang udah dapet jatah 4 cewek. ---> cowok -*****- (sensor)
Pria 2 : Jangankan 4, Pet. Satu cewek aja gw belum dapet. ---> cowok jomblo.
Pria 3 : Tergantung alasannya, dong. Lagipula populasi cewek kan emang lebih banyak daripada cowok. Ntar kasian dong, ada cewek yang nggak punya suami.
Aku : Siapa bilang? Itu alasan salah kaprah. Cuma berlaku di Indonesia doang. Temen gw pernah cari informasi, menurut sensus penduduk dunia, populasi cowok masih lebih banyak daripada cewek. Perbandingan cowok-cewek 101:100. So, itu bukan alasan kuat.
Pria 3 : Oh ya? Belum waktunya kiamat dong, ya? Jadi, cowok masih lebih banyak dari cewek?
Pria 2 : Wah, kalau gitu wajar dong ya, kalau gw masih jomblo?
Pria 1: Wajar juga kalau gw ngerebut cewek orang, ya?
Aku : Berarti, wajar juga dong, kalau gw selingkuh?

Aku tergelak, para pria melotot.

III. Sebuah percakapan santai.
Aku : Pokoknya, aku nggak mau dipoligami! Mendingan cerai.
Pria E : Loh, emang ada ayat Qur'an yang melarang poligami?
Aku : Nggak langsung melarang. Al-Qur'an memang memperbolehkan cowok punya 4 istri asal cowok itu adil. Tapi ada juga ayat yang bilang kalau semua pria di dunia ini nggak akan pernah bisa adil terhadap istri-istrinya. Rasulullah poligami karena perintah Allah, pun beliau nggak bisa adil dalam masalah perasaan.
Pria E : Bukan itu alasan kuat larangan poligami. Tapi cerita ketika Ali minta izin Rasulullah untuk poligami, Beliau bilang "barangsiapa menyakiti hati Fatimah, berarti menyakiti hatiku juga." Dari situ baru tegas, sebenarnya Rasulullah nggak setuju sama poligami.
Aku : Ya itu! Pokoknya nggak setuju.
Pria E : Tenang aja, aku nggak akan poligami. Kecuali kalau kamu yang nyuruh.

Sebuah benda melayang. Bletak!!

IV. Via telepon.
Aku : Emang kenapa sih, cowok itu butuh banyak cewek untuk memperhatikan dia? Egois banget. Menyia-nyiakan cinta istri pertamanya gitu.
Sepupu sayang : Masalahnya bukan gitu. Meski cowok poligami dan punya banyak istri, dia masih tetep mencintai semua istrinya. Patut diingat kalau cowok beda sama cewek dalam hal mencintai. Kalau cewek, dalam satu waktu dia bisa mencintai banget cowoknya. Dan ketika suatu hari dia ketemu cowok lain, terus jatuh cinta, dengan gampangnya cewek bisa meninggalkan si cowok lama dan jalan sama cowok baru. Tapi cowok beda, nggak gitu. Misal si cowok udah punya cewek, dan dia cinta banget sama ceweknya. Terus suatu hari dia ketemu cewek lain dan jatuh cinta, pengen 'deket' dan berbagi sama cewek baru itu. Tapi itu bukan berarti si cowok udah nggak cinta lagi sama ceweknya yang pertama. Dia masih cinta sama ceweknya yang pertama, dan tetep nggak mau ninggalin. Dia nggak mau menyakiti perasaan cewek pertamanya, makannya dia nggak akan seenaknya mutusin atau menceraikan si cewek itu. So, menurut cowok lebih baik poligami daripada mutusin cewek pertamanya. Karena dia mencintai keduanya."

Aku terdiam...


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Rumah yang Lain

Huff... sudah beberapa hari ini tidak meng-update nie blog. Mohon maaf bagi pembaca. Soalnya kemaren-kemaren cukup lieur merekonstruksi Rumah Langit. Hehe... maksudnya lagi bikin weblog baru. Tapi tenang saja, blog yang ini Insya Allah akan tetap aktif. Coz, weblog yang itu khusus untuk tulisan-tulisanku yang bertema astronomi 'n fisika. Yah... mencoba belajar untuk tidak melulu menulis curhat, tapi ingin juga berbagi ilmu. Bukan begitu, bukan? Hehe...

So, bagi yang tertarik dengan astronomi 'n fisika, silakan klik di sini. Silakan nikmati tulisan-tulisan Rhein Fathia versi yang lain. Diharapkan banget komentar-komentarnya, ya!!

Terima Kasih ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Jazz Goes To Campus

Jazz Goes To Campus atau yang lebih terkenal dengan nama JGTC bakal diadakan lagi menjelang akhir tahun ini. Tepatnya:

Hari : Minggu
Tanggal : 18 November 2007
Waktu : 09.00-23.00 WIB
Tempat : FE Universitas Indonesia, Depok
Tiket : Rp. 22.000,-

Nah, JGTC tahun ini spesial banget. Coz, sekalian merayakan ulang tahunnya yang ke-30! So pasti, bakal ngundang banyak banget artis-artis Jazz dari negeri kita sendiri, kayak Tompi, Warna, Balawan, Andien, dll. Dan juga para Jazz-er dari luar negeri (baca aja di sebelah).

Bagi yang pengen nonton, atau misal lagi banyak rezeki untuk beliin temen-temennya tiket buat nonton, bisa beli tiketnya ke aku. Tinggal kirim email ke : rhein.auriga@gmail.com, sertakan alamat plus no hp, ntar aku yang hubungi kamu balik. Okeh?!

Jangan sampai kecewa karena nggak nonton, lho... kapan lagi bisa nonton Jazz dengan harga murah gini??





"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Cowok: Bego&Brengsek

Sore hari menunggu hujan reda di kampus tercinta. Sembari asyik 'ngenet' atau bahasa halusnya browsing, ditemani empat teman pria yang sedari tadi asyik ngerumpi dan rumpiannya nggak jauh-jauh dari kaskus, cewek, dan bokep.

Sebagai akibat dari membaca curhat-curhatan beberapa teman cewek tentang cowoknya via internet beberapa hari ini, tercetusnya pertanyaan dariku untuk empat pria itu. "Kenapa sih, cowok itu bisa jadi makhluk paling bego, tapi juga makhluk paling brengsek?"

Pria pertama : "Hah? maksudnya?"==> Tipe cowok lemot, susah loading.
Pria kedua: "Kok pilihan lu tentang cowok jelek semua gitu, sih? Males gue jawabnya."
Pria ketiga: "Dalam hal apa nih? Nggak semuaya, lah."
Aku: "Ya, cowok bisa jadi bego hanya untuk ngejar-ngejar cewek. Tapi juga brengsek kalau nyakitin cewek."
Pria keempat : "Cowok terlihat bego, bukan bego beneran, kalau ngejar-ngejar cewek itu karena ada maunya..."
Pria kedua: "Bener banget... Kalau udah dapet yang kita mau, seneng kan? Kita tinggalin juga nggak ada beban. Tinggalin aja..."

Tuh kan, keliatan banget bego dan brengseknya cowok.

Buat para cowok, blog ini milik cewek loh! (sekedar informasi kalau lupa)

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Prioritas!

Apa prioritas yang kita miliki selalu mengecewakan orang lain?

Aku belajar tentang prioritas dari kecil, pastinya. Ketika harus memilih apakah menurut apa kata orang tua atau bermain bersama teman, pastinya aku memilih menurut pada ortu. Meski dengan resiko teman-temanku ngambek lalu memusuhiku selama beberapa hari.

Lalu saat harus memilih prioritas diantara beberapa ekskul yang aku ikuti saat SMP dan SMA.
Salah seorang ketua ekskul yang aku ikuti bertanya, "Prioritas ekskul pertama kamu apa?". Yang kujawab adalah ekskul lain yang bukan ia pimpin. Plus dengan segambreng alasan, pemikiran, dan pembelaan diri meski ekskul-nya adalah prioritas terakhir tapi toh semua pekerjaanku di ekskul tersebut selalu beres dan baik-baik saja. Namun tetap saja, dia marah habis-habisan dan merasa kalau di mataku, ekskulnya tidak penting. Si ketua ekskul kecewa.

Hal itu pun berlanjut hingga sekarang. Tiap-tiap orang di salah satu duniaku akan men-cap diriku "sok sibuk sendiri" jika aku tidak berada di dunia mereka. Terkdang memborbardirku dengan berbagai macam tudingan atas kesalahan yang pernah kubuat. Hingga ujung-ujungnya tercetus, "Kamu masih mau ada di sini nggak, sih?". Mereka kecewa.

Hey! Semua hal yang kujalani dalam hidup ini SANGAT PENTING bagiku. Tidak ada yang aku anggap remeh. Apa salahnya aku membuat prioritas menurut kepentingan, hajat hidup orang banyak, waktu, dan berbagai macam pertimbangan menurut logikaku yang terbatas ini? Tanpa ada yang merasa dikecewakan, merasa diremehkan.

Okay, aku mengerti tidak semua orang punya kapasitas untuk bisa mengerti orang lain.

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Jadian 6 Bulan

Nggak gaul kalau nggak kenal novel di samping ini. Apalagi kalau nggak kenal penulisnya yang cantik! Halah.. Hahaha ^o^ Penulis narsis parah.
Jadi pengen nostalgia... Ni karya pertamaku yang diterbitkan dan dipublikasikan secara luas. Biasanya, aku bikin novel atau cerpen yang akhirnya cuma numpuk jadi debu di rak buku. Atau kalaupun ngirim naskah ke majalah-majalah, nggak pernah ada yang dimuat! Haha..
Nah, novel ini dari awal udah diniatin "HARUS TERBIT"! Kenapa? Ceritanya, aku biasa bikin target-target dalam rentang usia. Dan saat itu aku sudah berjanji pada diri sendiri, saat usia 17 tahun (yang katanya pintu menuju dewasa) aku harus melakukan sesuatu yang beda dari teman-temanku di usia sama. So, jadilah terbitan novel ini.
Bikin novel ini selama 4 bulan. Sempat mendekam di rak buku jadi debu selama 2 bulan. Sampai akhirnya 'dirampas' oleh Bapak dan beliau yang mengirimkannya. Hehehe.. :D Masalahnya waktu itu masih minder buat ngirimin.
Dan finally, saat novel ini terbit, entah kenapa aku jadi "Mendadak Artis" gitu. Artis lokal pastinya. Mulai dari temen-temen sekolah yang heboh, tetangga heboh, email heboh (biasanya emailku nggak aktif), keluarga besar heboh, pokoknya semua duniaku heboh, serba heboh. Sampai-sampai masuk koran lokal Bogor, yang mana Aa' yang ganteng dan baik hati ini sebagai layouter-nya (maaf kalau salah, A'), fotoku dipampang cukup besar di halaman depan. (KKN itu namanya A', mentang-mentang tetangga :D). Aku cuma cengar-cengir untuk menanggapi. Maklum, terbitnya pas persiapan UAN plus SPMB.
Senanglah senang... Banyak cerita bahagia atas terbitnya novel ini. Thanks berat buat yang udah beli, baca, ngasih komentar, dan akhirnya jadi temanku sampai sekarang. Tunggu karyaku yang baru, ya!! ^_^
"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Pemimpin: Islam atau Islami?

Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi (ceunah saha? hilap euy, abdi).

Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen pastinya, agamaku mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam. Yang masih membuatku bingung, Islam adalah universal. Islam mengurusi banyak hal, tidak hanya 'orang-orang muslim', yang pernah mengucapkan syahadat.

Dari pelajaran Agama Islam di SMA, salah satu akar kata Islam adalah 'selamat'. Menurutku, berarti aturan hidup yang membawa keselamatan adalah aturan Islam atau biasa disebut Islami. Semua orang bisa dan punya kesemapatan untuk mengikuti aturan itu. Tidak hanya yang bertitel 'orang Islam'.

Jika disuruh memilih, Pemimpin dengan 'KTP Islam' namun tidak Islami, atau Pemimpin dengan tindak-tanduk Islami namun tanpa 'KTP Islam' ? Lalu kenapa? Hanya ada 2 option itu loh... ^_^



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Gapteknya Aku

"Kamu mah emang gaptek!" Begitu cetus banyak orang jika aku tidak mengerti tentang hal-hal yang berbau (bau badan kalee..) teknologi, komputer atau internet. Dan aku hanya nyengir mengakui :D

Namun ternyata sodara-sodara, aku tidak hanya gaptek mengenai tiga hal di atas saja! Sebuah cerita saat Lebaran kemarin. Salah seorang sepupu mengajakku dan sepupu yang lain (girls only, pastinya) untuk pergi ke Citos. Yang ada dalam benakku, "Maksudnya beli Cheetos?" Hehe.. Ternyata ke mall Cito =9 Sempat kubisikkan pada salah satu sepupu, "Aku belum pernah ke Citos, loh". Sepupu itu hanya menatapku dengan ekspresi-tak-terdefinisi (emang pembilang nol), tanpa komentar.

Pergilah kami berlima ke mall yang kebanyakan ditempati oleh resto atau cafe yang terkenal bisa menguras habis isi dompet, kantong, atau credit card itu.
Jangan-jangan mereka pada mau ngajak makan? Ntar pesen aqua gelas aja, dah, pikirku panik. Pokoknya, kecuali kalau ditraktir, aku nggak akan pernah sekali-kali makan di situ!

Ternyata mereka pada mau nonton bioskop. Sembari menunggu jam tayang film, kami jalan-jalan melihat-lihat isi mall. Hanya melihat, kok. Dari hanya melihat itulah, aku mengambil kesimpulan, ternyata masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, banyak yang kaya, loh. Terbukti karena resto dan cafe yang terkenal mahal naudzubillah itu banyak sekali pengunjungnya. Bahkan ada yang tidak dapat kursi dengan antrian seperti
'ular naga panjangnya bukan kepalang'. Semoga sebelum mereka makan di resto atau cafe itu, mereka sudah memberi makan orang fakir miskin... Aminn..

Saat berjalan-jalan itulah, sesekali sepupuku berbisik-bisik. Kutanya ada apa, mereka jawab,
"Itu tadi ada ***". Siapa dia? tanyaku lagi, "Teteh nggak tau? Dia kan model terkenal, sepupunya ***". Giliran aku pasang tampang-tidak-terdefinisi, dan ber-Ooh.. Begitu terus beberapa kali. Yang artis inilah, presenter itulah, dll.

Sampai akhirnya selesai nonton, kami mampir ke salah satu resto itu. Ternyata, ibu salah satu sepupu ada yang titip minta dibeliin. Wah, termasuk orang kelebihan uang dong, ibunya itu. Aminn.. Saat antri, sepupuku kembali bisik-bisik.
"Dia artis juga?" tanyaku saat melihat seorang ibu-ibu dengan postur tubuh kurus dan kulit agak keriput. Sepupuku menjawab, "Bukan, dia psikolog artis-artis. Sering muncul di infotaiment". Oow..

Gaptek seperti aku ini, masih wajar kan, ya? *_*

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Pegawai Pemerintah B*GO!

Pukul 08.25 pagi, aku tergesa menuju loket untuk membeli tiket kereta. Akan naik semi xpress ceritanya. Namun, kereta yang seharusnya berangkat pukul 08.27 itu belum ada di rel jalur 2 tempat biasanya nongkrong. Terdengar pengumuman dari 'halo-halo' tentang jadwal keberangkatan, suara tidak jelas. Kuhampiri seorang petugas KA, berseragam dia.

"Mas, kereta semi xpress
udah sampai stasiun mana
ya? Kok belum ada?"
"
Sebentar lagi datang
, Mbak."
"Saya tanya, sudah sampai stasiun mana?!" kataku agak ketus. Jawaban '
sebentar lagi datang
' itu abstrak dan relatif. Tidak menjawab pertanyaan.
Si pegawai KA hanya cengengesan, lalu bertanya pada kawannya yang berseragam lain, mereka tidak ada yang tahu. Aku melenggang pergi. Tanpa senyum, tanpa ucap terima kasih.

Akhirnya aku naik kereta ekonomi yang sudah ada di jalur 5. Kereta tak juga berangkat setelah beberapa menit aku menunggu, kereta semi xpress juga tak kunjung datang. Seorang pegawai KA lewat lalu kutanyai,

"Mas, kereta ini berangkat jam berapa, ya?"
"Sebentar lagi berangkat, Mbak."
"Saya tanya, berangkat jam berapa?!" kataku lagi, ketus.
Si pegawai berseragam itu tampak bingung. "Sebentar lagi kok, Mbak," ujarnya. Lalu buru-buru pergi. Mungkin takut kubentak lagi.

Aneh, pegawai pemerintah yang mengurusi hajat hidup orang banyak, kok kalau menjawab pertanyaan
SANGAT SANGAT TIDAK CERDAS begitu. Diajarin apa saja dia sama atasannya? Sama pemerintah yang ngaku-ngakunya orang pintar. Bah! Cuma pintar mengambil uang rakyat saja.


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Libur Lebaran

Fiuuhh... Akhirnya ritual Idul Fitri dan segala macamnya selesai juga. Mulai dari shalat Ied, kumpul keluarga, silaturahmi, sampai terakhir dikunjungi "dia". Capek, iya. Seneng, juga iya. Sakit, banyak saudaraku yang sakit karena kecapekan. Termasuk aku. Ditambah adikku si Uki yang harus masuk UGD karena bola matanya dicakar kucing dan darah mengalir, menyeramkan. Ibuku sampai panik dan menangis dibuatnya. Tapi Alhamdulillah, sekarang udah ga kenapa-kenapa. Tinggal perawatan sama minum obat saja. Nggak ada yang parah. Dasar, tu anak ada-ada saja.

Selain Lebaran, kumpul keluarga ini juga digunakan keluarga besar dari Ibu untuk acara lamaran adiknya yang keempat. Paman saya berarti, melamar seorang gadis yang sudah lama dikenalnya. Wuih,,ternyata prosesinya cukup ribet sodara-sodara! Tidak seperti di iklan wafer T***O yang kayaknya kok simple banget. Dan anehnya, kok ya saat persiapan lamaran itu, yang disindir-sindir itu aku terus. "Tuh Teh, nanti kamu kalau mau nikah harus begini, begitu, begono. Kalau cari suami yang begini, begitu, begono..." Cape deh... Secara gitu loh, aku masih kuliah dan masih lama lulusnya yang berarti juga masih lama nikahnya (ada yang mau daftar? Hehe :D). Dan akhirnya, acara lamaran yang cukup bertele-tele itu membuat aku dan adik-adik bosan hingga melarikan diri dan memilih foto-foto di pinggir sungai dekat situ dengan narsisnya.

Yang pasti, libur lebaran ini aku kebanyakan makan. Baguslah, berat badanku turun drastis hingga 8 kilo dalam satu semester ini. Stress kali yah? Tapi, naiknya juga cuma setengah kilo. Haha... :))

Senang..senang... Sekarang hadapi kuliah dan ujian... FIGHT! ^o^/

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Minta Maaf

Pemilik blog ini, Rhein Fathia a.k.a Thipet, mengucapkan:

SELAMAT IDUL FITRI
1428 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF ATAS SEGALA KHILAF

Mungkin lidahku, tingkahku, pikiranku, tulisanku, banyak yang tidak berkenan di hatimu. So, maafin aku yah... Semoga kita bisa saling memaafkan dan kembali suci ^_^

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Cinta dari Masa Lalu

Entah kenapa, akhir-akhir aku jadi sering mengenang-ngenang masa lalu. Seringkali tiba-tiba teringat begitu saja. Membuatku ingin kembali menggali, tanpa tahu untuk apa tujuannya.

Mulai dari ambisiku untuk mengetahui nomor hp sesosok pemuda bernama Jay, yang tidak pernah kuketahui lagi ia berada dimana dan bagaimana kabarnya. Tanya sana-sini, temanku, alumni, temannya dulu, nggak ada yang tahu. Dan finally, dari
Mas dengan kesaktian gosip tinggi-lah aku dapet nomor hp-nya itu. (Piss, Mas-ku yang baik..^_^V, inget rahasia yah..hehe). Toh akhirnya cuma aku miskol sekali saja si Jay itu. Ingin memastikan apa nomor itu aktif. Selebihnya, nomor itu tidak aku apa-apakan.

Kemudian membaca postingan sahabatku yang paling baik, di
sini. Yang berbuntut chattingan, membahas, berdebat, berargumen. Kita tetap saudara, Ukhti sayang... meski aku tak berada di 'dunia' kita dulu.

Fenomena yang sangat jarang terjadi, ketemuan sama Aa'. Tadinya mau buka bareng dimana..malah jadinya kemana..hehe.. Yang pasti, di tempat kenangan. Empat tahun lalu, kita pernah buka puasa bareng juga di tempat itu, kita bertiga.. Sekarang cuma berdua. Meski topik pembicaraan adalah cerita tentang Aa' (Tenang A', tia ga akan cerita ke publik tanpa seizin Aa'. Off the record!:p), namun toh kami kembali mengenang masa lalu juga.. Masa lalu kami bertiga, dan masa lalu-ku. Cukup tersentak saat Aa' bilang, "Saya nggak akan pernah lupa wajah tia yang selalu memerah setiap ada Jay. Atau ketika saya bilang Jay mau datang ke sekret DKM, padahal saya bohong," kenangnya sambil mentertawakanku. Sial, batinku. Tapi, masih memerahkan wajahku jika aku bertemu Jay saat ini?, batinku lagi. Ugh...

Malamnya, sms-an sama Teteh. Yang tercetus darinya, "Laki-laki emang ga bisa pindah hati, tapi jangan pikir dia ga bisa pindah body", haha :)) SETUJU PISAN! Pembicaraan berlanjut, lagi-lagi tentang kenangan kami. Maaf kalau jadi mengingatkan Teteh pada masa itu. Huff...aku selalu cinta kalian, sama seperti kalian selalu mencintaiku...

Namun toh akhirnya aku kembali dilempar pada masa kini. Dihadapkan pada semua cinta yang kini ada dan nyata..Tidak kalah indah, kok ^_^

Tulisan dariku ini
Mencoba mengabadikan
Yang mungkin 'kan kau lupakan
Atau untuk dikenang
Untuk dikenang...
-Jikustik, Untuk Dikenang-

PS: Aku menulis postingan ini setelah shalat Subuh. Sembari melamun, mengenang, ingin menangis, dengan perasaan tak tentu. Hingga ketika akan mengakhiri tulisan ini, hp-ku berbunyi menandakan sms masuk. Kulihat nama pengirimnya: JAY!!

Oh, Gosh....! T_T



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Waktu Kita Masih Muda

BUBAR (Buka Bareng) Tahu Logay
6Oktober 2007
Cuma pengen mengenang masa-masa itu...


Bareng Bunda, temen sebangku waktu SMP, temen ngegosip n curhat yang asyik, sama-sama berambisi untuk jadi kurus, jadi inget Papanda, eh...ternyata sekarang berjodoh ya, Bun.. hehe piss ^_^V


PISAU (Partai Islah Sejahtera Amanat Umat). Keren banget kan nama partai kita,, (minus Vella, nie...). Tinggal diresmikan 'n ikut pemilu 2009 aja nie.. haha ki-ka: Risdie, Thipet, Bayu, Fajri. PISAU...PISAU..PISAU.. YESS!!


Bareng Patrya (baju biru). Cowok yang istimewa buat gue. Karenda dialah yang memperkenalkan gue sama organisasi, sehingga gue bisa tahu indahnya dunia itu. Thanks a lot, Pat... Yang baju putih itu Pata, gue ga terlalu kenal, rumahnya biasa buat tempat Buka Bareng Tahu Logay seperti sekarang ini.

Ini sama Hastongkol (sebelah gue persis, baju putih), ketua TAKBIR dimana gue jadi sekretaris dia. Haha... kalau inget masa-masa ribet bin pusing waktu itu, jadi pengen ketawa... ^o^ Nice job, bro! kapan-kapan kita kerja bareng lagi.. hehe. Di sebelahnya yang lagi pose nembak, itu Miftakh (tokoh di Jadian 6 Bulan), biasa gue panggil Mify. Gue sama dia 
adalah pentolan Tarbiyah yang nggak pernah dapet tarbiyah.. Haha... :)) Jadi inget betapa 
ancurnya kita. Dia juga cowok yang pertama kali ngelamar dan minta gue jadi istrinya. Sampai 
serius banget mau ketemu orang tua gue. Dan hasilnya pasti: Gue Tolak! Haha.. Sorry, Mify.. kalau nggak gitu kan, lu ga bakal dapet cewek yang lebih baik dari gue, seperti sekarang. Selamat Ya... ^_^

Inilah kami... TAHU LOGAY
Bukan siapa-siapa..
Hanya kami yang lulus tahun 2005
I'm proud to be one of you all
^_^

Sebenernya masih banyak kenangan lain yang nggak tertulis di sini. Yang pasti, setinggi apapun aku terbang, semesta itu akan selalu dalam benak tanpa pernah kulupa...

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Sudah Tradisi....

Bukannya mau ngikutin slogan sebuah iklan biskuit (Biskuit R**A, sudah tradisi...), cuma pengen sedikit berkomentar tentang tradisi menjelang lebaran di Indonesia. Maklum, aku juga seperti kebanyakan masyarakat Indonesia (terutama mahasiswa), yang cuma bisa berkomentar tanpa bisa berkontribusi dalam solusi.

Bisa dikatakan, di negara kita tercinta ini (loe cinta ga?), Idul Fitri alias Lebaran adalah hari raya paling sakral. Hari raya mana lagi coba, yang sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan dan kenegaraan, selain Lebaran?

Mulai dari tradisi mudik. Yang akan terjadi pula tradisi penangkapan calo, tradisi penambahan sarana transportasi, tradisi kecelakaan, tradisi macet parah, plus tradisi promosi bagi dealer kendaraan sampai provider telepon seluler.

Tradisi harga naik. Mulai dari harga tiket kendaraan, tradisi sembako naik, harga daging naik, semua naik dah! Kecuali rasa malu kali, yang turun.

Tradisi THR. Setahuku, perusahaan-perusahaan memberikan THR pada hari Idul Fitri sama Natal aja (tetep, yang paling heboh pas lebaran). Kan rugi juga kalau setiap hari raya ada THR. Indonesia terlalu banyak hari raya mungkin yah? Nah, tradisi ini juga yang nanti akan merembet ke tradisi beli baju baru, sepatu baru, celana baru, tradisi diskon besar-besaran (yang sebenernya konsumen ditipu mentah-mentah), mall penuh dibanding masjid, banyak banget dah!

Tradisi kejahatan. Ini ga perlu dipungkiri lagi... Banyak banget penjahat yang beraksi. Mulai dari copet (gue banget korbannya), sampai rumah kerampokan pas lagi shalat tarawih. Buat apa sih? beliin anak istri baju lebaran? huh! Mungkin pikir mereka setelah nyuri bisa tobat karena masih bulan Ramadhan.

Semua tradisi itu, atau jika dibandingkan tradisi-tradisi lain yang ternyata masih baik (tradisi pembagian zakat, i'tikaf, dll), sepertinya tradisi yang merugikan-dan-merepotkan-diri-sendiri masih lebih banyak.

Jika sudah begini, masihkah Ramadhan dan Idul Fitri bermakna bagimu? Bagi Negrimu?


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Mulai Menggila >_<

Aaarrgghh!!

Okay, psikis gue sudah mulai menggila akhir-akhir ini. Menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan yang mungkin butuh obat penenang dengan dosis tertentu.
Aku mulai terlalu sering tertawa, sebagai tanda menutupi hati yang nyatanya kecewa, buruk rupa.
Aku mulai sering menyela omongan orang, tanda bahwa aku kesal dengan sekitar dan butuh perhatian untuk didengar.
Aku mulai sering menangis diam-diam, tanda hatiku sudah sangat lelah dengan semua hal yang ada dan karena aku tidak bisa meluapkan emosi pada orang lain, air mata ini menjadi teman setia.
Aku kembali sering berbincang dengan bayanganku sendiri di cermin (dilarang ketawa!), sebagai tanda aku sudah sama sekali tak percaya pada semua orang yang kukenal.
Aku mulai sering berkata "ingin hilang, ingin pergi", membuat akal warasku menjadi lebih sering mencak-mencak dan memperingatkan bahwa itu adalah tindakan tak bermoral yang tidak bertanggung jawab.
Aku mulai sering membayangkan hal-hal aneh seperti ingin loncat dari kereta atau menabrakan diri ke trotoar saat mengendarai motor. Tapi ITU GILA!

Oke Sayang, tarik napas panjang..tahan sebentar...Hembuskan perlahan...
Huumm, sayap kasih-Mu ternyata masih merengkuhku


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Penyakit Menular Akut!

Waspadalah!! Waspadalah!!

Aku memang bukan anak FK, yang tahu banyak tentang penyakit-penyakit. Tapi sebagai anak fisika (kelahiran ibuku pastinya), harus peka juga terhadap penyakit menular yang mewabah di sekitar kita,dong...

Yup! ada 2 kategori penyakit menular akut yang sering kita jumpai bahkan tanpa sadar kita juga ikut tertular dan menularkannya!

1. Menguap atau bahasa Prancis-nya (prapatan Ciamis): Heuaiy... (salah nulis sigana mah). Sadar nggak sih, biasanya kalau ada salah seorang di sekitar kita menguap (yang katanya sebagai tanda kurangnya pasokan oksigen ke otak), kita juga akan ikut-ikutan menguap! Atau paling tidak ada orang di sekitar situ yang menguap juga. Terus, kalau kita menguap, nanti orang di sekitar kita ketularan ikut-ikutan nguap... Hiiyy,,, penyakit menular!

2. HP alias handphone yang pastinya sudah sangat beredar di masyarakat kita, adalah penyakit menular paling akut!! Tenang,, bukannya mau membahas efek gelombang elektromagnetik dari HP yang katanya membahayakan otak. Hanya saja, coba deh perhatikan, saat ada seeorang memegang HP-nya, entah ia menelpon atau sms-an, pasti orang di sekitarnya ada yang tiba-tiba saja menge-cek HP-nya juga. Entah hanya untuk melihat, atau ikut-ikutan sms/telpon. Atau bahkan kita sendiri, yang dengan refleks juga mengambil HP dan mengeceknya meski tidak ada yang menelpon atau sms kita.. Hayyoo ngakuu..! HP adalah penyakit menular... Dan jangan lupa, HP juga bisa menyebabkan penyakit autis! Dengan banyaknya program tarif murah dari operator, banyak orang yang dengan santai dan autisnya menelpon lama-lama dan nggak peduli lingkungan sekitar.

So, Waspadalah! Waspadalah! terhadap penyakit menular ini!!

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Cuma Bercanda

Hanya ingin konfirmasi, bagi orang-orang yang belum terlalu mengenalku, lalu pernah atau sering bercanda denganku.

Mungkin candaku terlalu merayu dan menggoda, sehingga ada yang merasa ge-er, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu sarkastik, sehingga ada yang merasa tersinggung, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu menyinggung SARA, sehingga ada yang merasa salah paham, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku terlalu kasar, sehingga ada yang merasa tak nyaman, maaf aku hanya bercanda.
Mungkin candaku... (isi sendiri), sehingga ada yang merasa... (isi sendiri juga), maaf aku hanya bercanda.

Aku juga akan coba untuk menahan diri untuk tidak terlampau sering bercanda dengan 'teman-teman baru', supaya mereka nggak salah paham. Takutnya ada yang marah dan mengatakan candaanku 'teu kaasup heureuy' (nggak termasuk bercanda.red.sunda).

Yah, isi blog-ku ini juga... maaf aku hanya bercanda :D

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."