RSS

Bagi para penggemar komik

Hai...
buat para penggemar komik, aku punya referensi komik bagus buat kalian baca. komik ini judulnya "Gash Bell". menurutku, selain ceritanya bagus, gambarnya juga lumayan. selain itu, lucu juga, dan filosofinya keren abis... salah satu komik yang pernah bikin aku nangis karena terharu... hiks...hiks... dan ngakak kayak orang gila... ha... ha... ha... :D
ceritanya agak mirip dengan komik "The Law of Ueki", bedanya kalau Ueki itu bertarung untuk menjadi dewa (kalau nggak salah ya), sedangkan Gash bertarung di dunia manusia untuk menjadi raja iblis di dunia iblis nanti.
sebenarnya aku menemukan komik ini diantara tumpukan "komik-komik nggak jelas" milik adikku yang cowok, seperti Naruto, Ueki, Yaiba, dll. pokoknya yang nggak minat banget deh buat aku baca. tapi kalau Gash Bell ini... BENERAN, deh!! nggak rugi buat dibaca.
kocak juga, mengharukan juga. selamat membaca... ^_^


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Hubungan Teori Atom Bohr dan Teori Klasik

mari kita sedikit bersenang-senang dengan mata kuliah Fisika Modern I yang pernah membuatku menangis dan sedikit depresi... ^_^

judul di atas, adalah tentang paper yang ditulis oleh seorang fisikawan pada tahun 1924, di mana aku, orang tuaku, dan kalian2 semua yang membaca pasti belum pada lahir...

tentang atom, setiap atom dikelilingi oleh elektron2 yang berada pada jalur sendiri-sendiri (atau biasa disebut orbit). Nah, elektron2 ini mengelilingi inti atom (nukleus bermuatan positif) pada kulit-kulit atom tertentu. Atom memiliki kulit atom K L M N (permisalan), dan setiap kulit atom memiliki subkulit atom (s p d f) dilihat secara optikal (beda lagi kalau dengan x-ray).

lalu apa hubungannya dengan judul di atas? Nah, menurut teori klasik, elektron yang mengelilingi inti atom akan meradiasikan sejumlah energi yang frekuensinya sebanding dengan frekuensi rotasi elektron tersebut. Namun menurut Mas Bohr, hal itu tidak benar. Menurutnya, elektron baru bisa meradiasikan energi bila terjadi perpindahan energi dari satu orbit ke orbit lain dan frekuensinya sebanding dengan perubahan energi antar orbit tersebut. Bagimana mekanisme perpindahan elektron dari satu orbit ke orbit lain tersebut? Saya juga belum tahu...
mungkin ada yang tahu?

jadi, sebenarnya teori mana yang benar ya? klasik, atau Bohr? di paper tidak begitu dijelaskan sih, bagaimana metode penelitiannya, menggunakan media apa, caranya gimana? hasilnya apa? di paper hanya dijelaskan tentang penurunan secara matematis. yang rumusnya tidak perlu saya cantumkan di sini coz bakal bikin orang jadi pusing dan males baca blog saya lagi... hehehe... :D

Kalau sedang kuliah, aku jadi sering mikir, tapi bukan mikirin rumus atau materi (itu juga dipikirin tapi jarang), apa nanti aku akan jadi seperti fisikawan2 itu yang rambutnya botak di depan, atau dengan bentuk muka bak pitechantropus erectus (ga semua, ada juga kok fisikawan yang ganteng), atau rambut tegak berdiri, atau tingkah dan pemikiran aneh, dan yang paling menyenangkan, fotoku akan di abadikan dan dilihat oleh mahasiswa/i 100 tahun mendatang sebagai seorang fisikawati... Ha...ha...ha... :D

sudahlah, blog ini hanya pelampiasan setelah aku ujian fisika modern tadi... hasilnya? kita lihat saja nanti...


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Ada yang tahu?Mengungkap Emosi Secara Sehat.

Ada yang tahu, bagaimana cara mengungkap emosi negatif secara sehat?

Aku sendiri kurang begitu mengerti. Mungkin juga karena kebiasaan dari kecil, aku agak sulit untuk mengeluarkan rasa marah, sebel, benci, dll (pokoknya emosi2 yang negatif). Aku lebih sering memendamnya sendiri dan mencoba untuk sabar. Namun, aku manusia juga kan? perlu tempat dan cara untuk meluapkan semua emosi itu. Tapi aku tidak suka mengungkapkannya secara "brutal" dengan marah2, ngamuk2, teriak2, dll. Dan karena lebih suka memendam itulah, aku lebih sering diam. Memang baik untuk lingkungan, nggak ada yang dirugikan oleh "rasa tak nyaman" yang sedang bercokol di hatiku. Namun ternyata tidak untuk diriku sendiri. Akibatnya cukup buruk, pernah aku sampai harus mengunjungi psikiater beberapa kali, dan membiarkan beliau mengeluarkan masalah yang ada dalam hati dan otakku. Juga sering tersimpan rapi di alam bawah sadar yang mengakibatkan seringnya aku mimpi buruk dan terjaga dengan jantung berdetak keras. Stress? Gila? Humm... setiap orang pasti miliki sisi gila-nya sendiri-sendiri, bukan?

Teteh-ku yang kuliah di psikologi mengatakan, semua emosi itu perlu diungkapkan, karena jika tidak, akan berakibat buruk pada psikis dan tubuh. Namun aku belum menemukan bagaimana cara mengungkapkan dengan cara yang sehat. Tidak membuat orang lain "terganggu" dan hatiku juga bisa plong... Ada yang punya saran?

Thanks a lot.

"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Nggak penting

Gila! kurang kerjaan banget yah, gw? bayangin dalam sehari nulis 3 biji buat blog (sama ini jadi 4). nggak mikir apa ya? besok kan ada ujian Bio? Aaarrggghhh!!! Biologi... >_<

Yah... memang... sembari menunggu hujan (reda, karena hujan telah datang dari tadi), akhirnya aku nongkrong di mushala yang punya colokan listrik dan bisa internet... ha...ha..ha... Maaf bagi orang-orang yang merasa terganggu karena wilayahnya kuminta sedikit untuk nge-net ;p

(ini tulisan nggak penting! sumpah!)


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Nge-Gank

Sedikit pengen cerita tentang gank-gank yang pernah aku ikuti...

Dulu, aku pernah muda (sekarang juga masih muda sih...), dengan pemikiran, pergaulan, pemahaman, dan penghayatan yang masih sangat terbatas. Dan satu hal yang membatasi itu semua adalah dengan aku yang suka nge-Gank...

TK, jelas aku belum tahu apa itu nge-Gank. Tapi yang sangat kuingat, aku adalah anak yang ceria dan sangat pengalah... itu karena seringnya aku dijahili teman-teman dan aku hanya bisa diam... hu..hu..hu.. (nggak papa kok, wee.. :p)

Waktu SD, aku punya gank yang beranggotakan 3 cewek paling pintar di kelas (karena kami sering mendapat peringkat 3 besar), nama gank-nya: Trio Otida (akronim dari Osi,Tia,Dian). hehe... namanya rada norak memang, tapi persahabatan yang sangat istimewa buatku. Kami yang masih anak-anak, temen maen, blajar, masak, jalan-jalan, dan nggak jarang juga bertengkar... Tapi benar loh... mereka-mereka ini sahabat sejati! meski sudah beranjak dewasa seperti sekarang, insyAllah kami masih keep-in-touch... Aku masih ingat sekali, saat terakhir melihat wajah mereka secara langsung, saat mereka mengantar kepindahanku... malam itu... ketika aku harus hengkang dari Semarang dan datang ke Kota Hujan... Aku masih ingat itu... Aku rindu kalian... ^_^

SMP, aku nggak punya gank... karena aku hanya bersahabat dekat dengan seorang gadis dan temanku yang lain kebanyakan cowok!! meski begitu, teman-teman yang biasa bergaul denganku cukup "parah". Cukup mempengaruhi kepribadianku...

Dan masa-masa indah SMA, aku miliki Karomah... Kalian adalah saudara... calon penghuni Surga... Aku ingin masuk ke dalamnya bersama kalian... Masih ingat janji kita, Saudariku? Semoga hati kita tetap milik-Nya... selalu bersama-Nya... aku rindu kalian selalu... ^_^

Kuliah? Humm... benar kata orang-orang... saat kuliah, orang lebih cenderung individualis (meski nggak semua...). Namun aku harus berpendapat setuju... Melihat keadaan pertemananku di sini yang.... tidak sesuai yang kuharapkan, namun sangat menyenangkan dan patut kusyukuri... ^_^

Kalau dilihat, sepertinya ada siklus secara tingkatan akademik yah? aku punya gank atau tidak :p

Dan... aku lebih suka menjadi diriku yang sekarang... aku yang tidak terikat Gank, namun aku bisa bergaul dengan banyak kalangan dan tidak harus kemana-mana selalu bersama. Tidak harus terjebak dalam perseteruan antar sahabat yang biasanya hanya masalah kecil yang dibesar-besarkan... Aku yang lebih suka menyendiri dan berkubang dalam "duniaku" sendiri, tanpa harus terganggu siapapun... Aku jadi bebas berekspresi, tanpa terkungkung "rule in gank" baik yang tertulis maupun yang tak tertulis (dan biasanya ada...). Namun jujur, aku sering rindu ingin bertemu dengan saudara-saudara gank-ku dulu... Untuk bertanya kabar, untuk terus mengikat persaudaraan dan melihat kedewasaan masing-masing dari hidup yang telah dijalani sendiri-sendiri... ^_^

Miss u all... my bestfriends... really...really... miss u... ^_^

PS: saat ini, penulis hanya ikut satu Gank. yaitu Gank 2ndline yang bermarkas di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). gank ini adalah bawahan dari Gank 4L, dan anggotanya sebagian besar adalah penyamun... :p


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Suatu Hari...

Saat mata terhalang oleh malam
Tidur dan berkembanglah
Saat sang pagi kembali menari
Datanglah dengan hati

Bila kau ragu pada impianmu
Percayakan padaku
Jalan hidup yang akan engkau tempuh
Percayakan padaku

Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjeput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta tuk di sampingku

Kau tak kan pernah tau apa yang kau miliki
Hingga nanti, kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku
Kekasih... oh... Kekasih...
Lagu untukmu...
Oh... Kekasih...
(SO7-Percayakan Padaku)

Suatu hari... akan kuminta seseorang untuk menyannyikan lagu ini khusus untukku...

Someday...someday...
Someday... My Prince will come... ^_^



"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

Penumpang-penumpang Kereta

Pagi ini, masih seperti biasa, aku berangkat ke kampus dengan sedikit terlambat karena sebelumnya terlalu asyik menelpon seseorang sambil tidur-tiduran ;p. Yang seharusnya aku bisa naik kereta semi express pakuan jam 08.27, akhirnya harus rela naik KRL ekonomi jam 9an (imbuhan -an, yang menandakan suatu ke-ngaret-an, jam Indonesia).

Penumpang kereta=orang yang naik kereta... sebenarnya agak rancu juga. Penumpang berasal dari kata tumpang. Lebih jelasnya, orang yang menumpang, dan menumpang artinya nebeng... dan biasanya nebeng itu nggak modal alias nggak bayar... tapi aku kan beli karcis? jadi namanya apa dong? masih penumpang juga? (nggak usah dipikirin, iseng doang kok)

Masih seperti hari-hari sebelumnya, KRL hari ini penuh sesak dengan penumpang (yang insyAllah pada beli karcis) dari berbagai macam kategori. Mulai dari karyawan, sampai pengemis. Masih terlihat kotor, mulai dari tanah becek sampai botol *q*a. Masih terlihat "mengenaskan"...

Setelah masuk ke dalam KRL yang "mengenaskan" itu, aku memilih tempat di dekat pintu. Berdiri. Bukan karena cari mati, hanya saja jika aku mengambil posisi lebih ke dalam, bisa-bisa sampai ke Planetarium, bukan ke UI ;p. Dan aku berdiri karena memang tak ada tempat duduk tersisa (namanya juga penuh amit-amit). Di hadapanku, duduk seorang kakek yang tampak melihatku dengan tatapan kasihan, beliau bertanya "Neng, mau ke mana? banyak amat bawaannya? Saya cuma sampai Cilebut (nama Stasiun setelah Bogor.red), nanti Neng duduk di sini aja." Subhanallah... seorang kakek yang teramat peduli... sepertinya beliau cukup takjub dengan barang bawaanku yang menurutku sudah biasa. Sebuah ransel dan tas cangklong dengan ukuran big size. Biasalah... cewek memang sering membawa barang-barang kurang penting yang sering dianggapnya penting :D

Di samping kakek itu duduk seorang ibu dan purtinya yang terlihat dari kalangan "kelas atas". Tampak penampilan mereka dan gerak-geriknya yang tidak betah di KRL ini meski menurutku cukup Alhamdulillah karena mereka mendapatkan tempat duduk. Di belakang, sisi kanan-kiri, dan di tempat-tempat lainnya, penumpang masih bertambah... menambah sesak.

Dan sesak itu ditambah dengan pedagang-pedangang yang menjaja jualannya. Ada penjual minuman, tahu-lontong, bros dan jepit-jepitan, koran, buah, tisu, banyak deuh... Belum lagi pengamen dengan berbagai kriteria tampilan dan musik. Dari krtiteria tampilan, ada orang tua, pemuda remaja, kakek-nenek, balita, orang buta, terkadang bencong (jarang sih, tapi pernah liat). Sedangkan dari musik, lengkap mulai dari keroncong sampai dangdut. Dan jangan lupa, peminta-minta yang juga turut meramaikan suasana dengan segala macam atributnya. Ada yang buta, patah kaki, cacat tubuh, dan lainnya... Tak jarang juga orang-orang yang mengatasnamakan Islam dan pembangunan Masjid ikut meramaikan meminta sumbangan. Pokoknya banyak deh! Satu gerbong yang ramai akan suasana, bukan? Sayangnya, bukan suasana yang menyenangkan. Salah satu sahabatku yang pernah kuajak naik KRL ini pernah berkomentar, "Gila! mereka itu ngemis atau ngerampok?!" Humm...karena tak kurang dari setiap 5 menit, pasti ada penumpang kereta yang menyodorkan bungkusan, siapa tahu kita bisa memberi mereka uang.

Namun, itulah salah satu potret dari wajah negara kita, Kawan... Negara kita tercinta, Indonesia...


"aku hanya miliki cinta...
dengan cintaku, semoga kalian bahagia..."

hi

Assalamu'alaikum...

Hallo...haloo.. gw cuma mau ng-test doang. Ini pertama kali gw bikin blog di sini...
hehe... norak ya gw... :D